"Rena,, bagaimana, apa kamu sudah mengalihkan semua harta kekayaan Arya atas namamu?!" tanya Ibu Diana
"Prosesnya masih lama ma, tapi mama tenang saja, kondisi Arya masih sama, jadi kita tidak perlu khawatir!" jawab Rena
"Kamu jangan lengah! tetap waspada dan segera urus sampai selesai" ucap Ibu Diana
"Iya ma,, nanti akan ku urus semuanya. Begitu aku sudah mendapatkan semuanya, aku akan mengirim Arya ke tempat yang sangat jauh!" jawab Rena
"Bagus! masih banyak pria lain yang bisa kamu dapatkan di luar sana! dan pasti dia jauh lebih kaya dari Arya!" ucap Ibu Diana
Tanpa mereka sadari, Arka yang tadi ingin mengajak pulang mamanya mendengar semua ucapan Mama dan Omanya. Arka tidak mengerti maksud semua pembicaraan mama dan Oma nya tapi yang dia tangkap satu hal, mamanya akan mengirim papa Arya ke tempat yang jauh. Arka tidak mau jika harus berpisah dengan papa Arya.
............
Di rumah Arya,,
Arya sangat ingin tau, sosok pria idaman Azzura seperti apa, apakah sosoknya seperti dia, atau seperti apa,
"Seperti Om Rizal,," jawab Azzura
"Om Rizal?!" Arya terperangah, dan dia semakin penasaran dengan sosok bernama Rizal
"Dia sosok pria yang baik, penyayang, tampan, loyal dan selalu dapat di andalkan selain papa dan kakak" sambung Azzura
"Siapa sih Rizal itu?!" Batin Arya sedikit memanas hatinya
"Memang siapa dia?" tanya Arya
"Dia,,,"
Azzura menghentikan ucapannya saat mendengar pintu kamar di ketuk.
"Ada orang tuan, saya akan membuka pintu itu, anda tiduranlah" ucap Azzura
Meski Arya sangat penasaran, tapi pria itu tetap menuruti apa kata Azzura. Setelah memastikan Arya aman, kemudian Azzura membuka pintu kamar
Ceklek
Ternyata Bude Ratih yang mengetuk pintu, Azzura kira Rena yang melakukannya
"Ada apa bude?" tanya Azzura
"Coba kamu lihat Arka La,, baru saja dia sampai dirumah, tapi wajahnya terlihat murung. Sekarang dia di kamarnya" ucap bude
"Nyonya dimana?" tanya Azzura
"Nyonya langsung ke kantor, dia hanya mengantarkan Arka pulang kesini" jawab bude
"Oh gitu,, ya sudah bude Ulla akan melihat Arka, tolong bude buatkan makanan kesukaan Arka ya bude,, siapa tau dia belum makan" ucap Azzura
"Baiklah, bude ke dapur dulu" jawab Bude Ratih
Sebelum ke kamar Arka, Azzura masuk lagi ke kamar Arya untuk mengambil tasnya.
"Tuan,, Saya akan menemui Arka di kamarnya, kata bude Arka sampai di rumah tadi wajahnya murung dan langsung masuk kedalam kamarnya" ucap Azzura kepada Arya
"Baiklah,, terima kasih sudah perhatian pada Arka" ucap Arya
"Iyah,," jawab Azzura dengan tersenyum dan di balas senyuman juga oleh Arya
Lalu Azzura keluar dari kamar Arya menuju ke kamar Arka.
"Kenapa Arka murung? apa yang terjadi padanya?! pasti ini ada kaitannya dengan Rena!" ucap Arya
Sampainya Azzura di depan kamar Arka, Azzura mengetuk benda persegi panjang itu dengan pelan dan sedikit memanggil Arka dengan lembut
"Arka,,, buka pintunya sayang,,, ini Aunty Ulla,," ucap Azzura
Pintu belum juga terbuka, lalu Azzura mengetuk lagi,
"Arka,,,"
Azzura terdiam saat pintu itu sudah terbuka dan dia melihat mata bening itu melelehkan air mata. Bocah itu terlihat sangat sedih
"Sayang,,,,, kamu kenapa menangis?" Azzura berjongkok dan menatap Arka yang sedang menangis, Diusapnya Air mata Arka dan bocah tampan itu langsung berhambur memeluk Azzura. Terdengar suara tangisan kecil dari Arka saat bocah itu menenggelamkan wajahnya pada Auntynya
"Sayangggg?"
Kemudian Azzura menggendong Arka dan membawanya masuk kedalam kamarnya. Lalu Azzura duduk di tepi ranjang Arka dan mengusap punggung anak itu agar lebih tenang
"Arka,, arka kenapa menangis nak? coba Arka cerita sama Aunty" ucap Azzura saat tangis Arka mulai reda.
Arka mengangkat wajahnya dan menatap Azzura dengan tatapan sendu, terlihat sekali kesedihan di wajahnya
"Mama,, mama au ,,bawa papa,,, oelgi,, jauh,," jawab Arka dengan masih segukan
Azzura terlihat kaget, "Memangnya papa mau di bawa kemana?" tanya Azzura
"Tempat,, ang,, jauh,,, onty,,, Alca ga,, akan,, kecemu,, papa ,, lagi,," jawab Arka
"Maksudnya?!" Azzura semakin tidak mengerti, "maksud di bawa pergi jauh dan Arka tidak bisa bertemu papa lagi itu apa?" Azzura membatin
"Toyong,, Onty, dangan bialkan mama,,, bawa,, papa,, pelgi,, dali Alca,, Alca,, cayang,, papa,," bocah itu kembali menangis dan memeluk Azzura dengan sangat erat.
Masih menjadi teka teki, tapi Azzura akan berusaha mencari tau kebenarannya.
"Mungkin lebih baik aku pecahkan masalah ini bersama tuan,, dia yang lebih tau akar masalahnya,," Azzura membatin.
.
.
.
.
.
Itu sih gara gara si Reno yang buat Arka nangis 🥴
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Jamayah Tambi
Anak kecil itu kesian amat
2024-07-15
0
Nana Niez
reno??????? pendatang baru?? atau typo😂😂😂😆
2024-05-10
1
Elok Eramel
lhoooo nama yg sangat asing🤭🤭
2024-04-09
4