Rena yang mendapat laporan dari dokter Fariz tersenyum puas karena begitu senang. Meski dia tidak bisa memiliki Arya, tapi kini dia memiliki kekayaan berlimpah milik Arya. Dia sudah mendapatkan kedudukan tertinggi di perusahaan Arya, tidak masalah tidak dapat orangnya tapi dapat harta kekayaannya. Motivasinya bukan lagi ingin memiliki Arya, melainkan menikmati harta kekayaannya. Selama Arya masih lumpuh, Rena sangat bebas sebebas bebasnya.
Setelah dokter pergi, Azzura kembali masuk ke dalam kamar Arya bersama Arka. Azzura menemani Arka yang sedang belajar mewarnai, sambil memijat titik titik syaraf Arya seperti biasa.
"Tuan,, bagaimana tadi waktu di periksa dokter? apa yang dokter katakan?" tanya Azzura
"Onty,, papa tan ga bica bicala,," sahut Arka
"Oh iya yah,,, Aunty lupa, Oh iya Arka, kalau papa sudah sadar, apa yang ingin Arka lakukan?" tanya Azzura
"Gendong papa, Alca tangen di dendong papa" jawab Arka
"Huhh,,, manisnya,,," Azzura mengusap kepala Arka
"Anda dengar tuan? Arka begitu kangen dengan anda, dia ingin di gendong anda. Ayo tuan, cepatlah sadar,, apa tuan tidak kasihan pada Arka?" ucap Azzura kepada Arya
Test!
Arya sampai meneteskan air mata, karena menahan perasaan sedihnya mendengar ucapan Arka. Meski bocah itu bukan anak kandungnya, tapi Arya sangat menyayanginya. Dia seperti melihat Kakaknya saat kecil yang sangat mirip dengan Arka.
"Onty,, napa papa nangic?" tanya Arka saat melihat air mata menetes di pelupuk mata papa Arya
Azzura juga melihat, bahkan gadis itu masih dalam terkejutnya.
"Pasti papa juga Rindu sama Arka, Jadi papa nangis,," kemudian Azzura mengambil tissue dan mengusap bekas air mata Arya yang jatuh.
"Arka doakan papa yah, semoga papa segera sembuh dan bisa bermain bersama Arka" ucap Azzura dan Arka mengangguk "Iya Aunty" jawab Arka
...........
Malam hari, Rena tidak pulang kerumah Arya, karena dia pergi ke party bersama teman temannya, sementara itu dirumah, Arka sudah tidur lebih dulu di kamarnya, sedang Azzura yang belum bisa tidur tengah berada di kamar Arya untuk memeriksa kondisi pria itu. Saat sedang memeriksa kondisinya, ponsel Azzura bergetar
Gadis itu melihat sebuah panggilan dari Axel.
"Kak Axel,,,? kenapa dia menelfon?" gumam Azzura
Lalu gadis itu mengangkat telfonnya dan sedikit menjauh dari Arya.
"Hallo?"
"Hallo La, Assalamualaikum?" ucap Axel
"Wa'alaikumsalam kak, ada apa?" tanya Azzura dengan jantung berdebar,
"Kamu sibuk ya? pesanku sampai tidak di balas?" tanya Axel
"Eh,, iya kak, maaf kak, Aku memang jarang buka hp" jawab Azzura
"Maaf mengganggu, kamu sudah makan,,?" tanya Axel
Azzura sedikit kaget saat Axel menanyakan hal itu. Andai saja dulu,,,
"Sudah kak,," jawab Azzura
Obrolan mereka terus berlanjut, hanya obrolan ringan yang mereka bicarakan, namun sukses membuat Arya kebakaran jenggot. "Ternyata banyak sekali pria yang mendekati gadis itu!" Arya hanya mampu berteriak didalam hati sambil melihat Azzura yang berdiri di dekat jendela sambil menerima telfon.
"Jangan tidur malam malam yah,,," ucap Axel
"Iya" jawab Azzura singkat saja.
Setelah mengucapkan selamat malam, Obrolan mereka terputus.
"Kenapa dia perhatian sekali??" gumam Azzura dengan tersenyum kecil, kemudian berjalan lagi menghampiri Arya.
Sementara itu, Axel yang saat ini berada di depan rumah Arya kian tersenyum lebar setelah menelfon Azzura. Dia begitu senang karena Azzura seperti masih memiliki rasa untuknya, memang pesannya kerap tidak di balas, tapi semua terbayar saat Azzura mau mengangkat telfonnya.
"Aku harus berusaha mendapatkan hatinya,," ucap Axel kemudian menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Arya.
Azzura duduk di dekat Arya, dia menatap pria itu lagi, rasanya sudah tidak sabar melihatnya sadar dan dia terlepas dari pekerjannya itu. Jantungnya tidak baik baik saja jika setiap hari harus melihat adik kecilnya terbangun tiba tiba.
"Tuan,, cepatlah sadar, agar tugasku juga selesai,," ucap Azzura
"Jadi kalau aku sembuh kamu akan pergi meninggalkan ku begitu?! Kamu akan pergi bersama Rizal atau pria yang tadi menelfon mu?!" Arya menjawabnya dalam hati
Azzura terlihat sudah mengantuk, tanpa sadar gadis itu tertidur di samping Arya dengan posisi duduk dan kepalanya direbahkan di ranjang Arya. Wajah lelah itu terlihat jelas pada wajah cantik Azzura.
Arya membuka mata dan menatap gadis cantik itu sepertinya sudah terlelap.
"Pasti kamu sangat lelah hari ini" ucap Arya
Tanpa sadar tangan Arya bergerak keatas dan menyentuh kepala Azzura. Saat sadar Arya terkaget sendiri, bahkan rasanya masih tidak percaya jika dirinya bisa melakukannya. Lalu Arya menggerakkan tangannya pelan saat mengusap usap kepala Azzura.
"Tidur saja cantik,,, terima kasih karena sudah menolong ku,, aku akan membalas semuanya nanti,," ucap Arya
Azzura yang terlelap semakin terlelap saat kepalnya terus di usap usap, Rasanya seperti tangan papanya yang hangat, Mungkin gadis itu sedang merindukan papanya.
Sementara itu di tempat party,,
Rena sedang bersenang senang bersama teman temannya, mereka sedang merayakan ulang tahun salah satu temannya dan mereka akan berpesta sampai pagi.
"Ren, jadi Arya sekarang di rawat sama pelayan di rumah mu?"
"Iya,, aku sibuk, gak ada waktu buat ngurus dia!" jawab Rena setengah mabuk
"Oohh,, kamu gak takut Arya di rebut pelayan itu? kata mu gadis itu cantik?"
"Hahahha,, apa ada gadis yang mau dengan pria lumpuh?! bergerak saja tidak bisa, apalagi menghangatkan ranjangnya! hahaha,,, yang ada dia cuma bikin susah!" Jawab Rena
" Siapa tau dengan di rawat gadis itu, dia sembuh, dan setelah itu,,,,"
"Ssstttt! tutup mulutmu! itu tidak akan pernah terjadi! selama masih ada aku, itu tidak akan pernah terjadi! lebih baik kita bersenang senang malam ini!" ucap Rena
Mereka mengganti topik pembicaraan, Rena yang setengah sadar, jadi berfikir sendiri, jika benar Arya sembuh, bisa saja dia akan di tendang dari rumah itu. Belum lagi, jika Arya melihat orang yang merawatnya, bisa bisa Arya tergoda dan malah mendekati gadis itu.
"Tidak! itu tidak boleh terjadi!" Rena membatin.
.
.
.
.
.
.
Siap siap deh lu di tendang dari rumah Arya kalau dia sudah sadar! bila perlu di tendang sampai ke samudra Atlantik biar di makan raja hiu 🤣
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Ning Suswati
jangan sampai ulla dipecat dari pekerjaannya sebelum arya sembuh total, biarkan ulla memilih dan menentukan pilihan jodohnya seandainya nanti arya juga menginginkan ulla, dan rena terus saja dg kegilaannya tanpa sadar kalau suaminya sdh sembuh, semoga karma akan menimpa rena yg sdh banyak makan korban nyawa,
2024-10-13
2
Jamayah Tambi
Setiap keburukan yg kita buat pasti mendapat /CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/balasan.Cuma cepat atau lambatvkita xvtau
2024-07-15
0
Khairul Azam
enak aja ulla akan dibikin cadangan, klo exel gak cerei gak mungkin dia mau mendapatkan ulla
2024-07-01
1