Ulla menoleh ke arah pintu dan melihat seorang bocah tampan berjalan menghampirinya. Ulla yakin itu adalah Arka, anak majikannya, tapi kenapa tidak mirip? Oh mungkin mirip ibunya, yaa sedikit mirip dengan Rena.
"Hai,, namaku Azzura, Kamu bisa memanggilku Aunty Ulla, kamu Arka kan?" tanya Ulla dengan tersenyum manis, lalu mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Arka
"Ya Acu Alca, Onty" Jawab Arka lalu membalas jabatan tangan Ulla.
"Senang berkenalan denganmu Arka. Oh iya, Aunty disini sebagai perawat papa Arka yang sedang sakit" ucap Azzura
"Apa Onty juja cemenin acu main?" tanya Arka
"Em,, boleh, tapi kalau tugas Aunty sudah selesai yah,,," jawab Azzura
"Tapi tata Oma, Papa ga kan cembuh? apa benal?" tanya Arka dengan wajah sedih, dia sedih karena papa Arya tak kunjung sembuh semenjak kecelakaan saat itu, dan kejadian itu sudah lama sekali.
Azzura terdiam, dia memikirkan bagaimana bisa Omanya berkata seperti itu? sedang kesembuhan itu datang dari Tuhan, bukan manusia yang menentukan.
"Arka,, orang sakit tentu ada obatnya, Aunty yakin, papa Arka pasti akan sembuh. Arka, doakan papa ya,," ucap Azzura dan Arka mengangguk.
Kemudian Arka pergi ke kamarnya mengambil mainan, tak lama bocah itu kembali naik dan mengajak Azzura untuk bermain puzzle nya. Arka terlihat senang, meski baru pertama kali bertemu Azzura, Gadis itu pandai sekali mengambil hati anak kecil.
"Waktunya makan siang,," Bude Ratih masuk ke dalam kamar dan melihat Arka sedang bermain bersama Azzura. Bude kaget saja karena keduanya terlihat sudah sangat dekat, padahal Arka tergolong anak yang sulit dekat dengan orang baru.
"Acu au acan dicini caja, cama Onty Ulla" ucap Arka.
"Ya sudah, bibik bawakan ke sini yahh makanannya" ucap bude Ratih dan di angguki oleh Arka.
Kemudian bude pergi ke dapur mengambilkan makanan. Dengan manjanya, Arka meminta Aunty ulla untuk menyuapi nya. Karena memang sudah terbiasa mengasuh anak kecil, Azzura terlihat begitu telaten menyuapi Arka.
Sampai waktu menjelang sore, waktunya Ulla membersihkan tubuh Arya. Azzura sedikit bingung dan canggung, karena memang dia tidak pernah memandikan pasien, apalagi pria Dewasa.
"Napa Onty diam caja?" tanya Arka saat melihat Ulla hanya diam sambil memegangi kain untuk membersihkan tubuh Arya, sedang air hangat juga sudah siap.
"Ah,, Aunty sedikit malu Arka,, bisa kah Arka tunggu di luar selama Aunty memandikan papa?" tanya Azzura
"Iya,, acu kelual duyu!" jawab Arka lalu keluar dari kamar papanya.
Azzura membuang nafas kasar, memejamkan mata sejenak lalu mulai melakukan tugasnya.
"Anggap saja sedang memandikan Raja!" gumamnya sendiri.
Dengan tangan sedikit bergetar, Azzura mulai membersihkan tubuh Arya mulai dari tangannya.
"Jika wajahnya saja penuh jambang begini, bawahnya bagaimana?!" Azzura membatin. Dasar sudah memiliki darah kemesuman tingkat akut, Azzura sampai kepikiran ke arah sana. Azzura bergidik sendiri, kemudian menyapu bagian bagian yang sanggup dia bersihkan.
Setelah membersihkan tubuh Arya, Azzura segera mengganti pakaiannya, setelah itu dia mengambil sisir dan menyisiri rambut panjang tuannya.
"Jadi penasaran, kalau jambangnya yang lebat ini di cukur, apa orangnya tampan atau menyeramkan ya??"
Lalu Azzura mengambil gunting kuku dan memotongi kuku Arya yang panjang.
Kemudian terdengar ketukan pintu dan Azzura memberikan izin masuk. Ternyata bude Ratih dan Arka yang mengetuk pintu dan mereka langsung masuk.
"Sudah selesai memandikan tuan?" tanya bude
"Sudah bude, Oh iya bude, apa Nyonya Rena sudah pulang?" tanya Azzura
"Nyonya biasanya pulang malam, memangnya ada apa?" tanya bude
"Itu cairan nutrisi tuan sudah hampir habis dan sepertinya obatnya juga sudah mau habis bude" jawab Azzura
"Oh itu,, masih ada stocknya. Nyonya sudah menyiapkan banyak stock kebutuhan tuan" Jawab bude lalu mencarikan yang di maksud Ulla, kemudian memberikannya.
"Terima kasih" ucap Azzura
"Iya,, Ayo den kita mandi, ini sudah sore" ucap bude Ratih
"Onty, Acu au andi cama Onty" ucap Arka
"Apa Ulla boleh melakukannya bude?" tanya Ulla
"Iya boleh,," jawab Bude
"Hem,, baiklah,, ayo Aunty mandikan. Dimana kamarmu? tunjukkan pada Aunty" ucap Azzura
Kemudian Arka mengajak Azzura ke kamarnya, setelah itu Azzura benar benar memandikan Arka, menggantikan baju dan menyuapi bocah tampan itu. Setelah semuanya selesai, Azzura menemani Arka menonton Film kartun kesukaannya di ruang keluarga. Kesempatan itu di manfaatkan Azzura untuk mengecek laporan penjualan di apoteknya.
Sampai waktu sudah menjelang malam, Rena baru saja tiba dirumah. Saat wanita itu masuk kedalam rumah, sikap Arka biasa saja. Dia tidak berlari menghampiri ibunya meski dia tau sang ibu baru saja pulang dari bekerja. Sementara itu, Rena kaget saat melihat Arka di temani Azzura.
"Arka,,," panggil Rena
Bocah itu menoleh saja, tapi tidak menjawab sapaan ibunya
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Rena kepada Azzura
"Hanya menonton Tv " jawab Azzura
"Arka, ayo masuk kedalam kamar, ini sudah malam, waktunya tidur" ucap Rena
"Iya" jawab Arka lalu beranjak dari tempat duduknya dan berlari ke kamarnya. Kemudian Rena berlalu cuek saja tanpa menyapa Azzura lagi.
"Apa Arka dan mamanya tidak begitu dekat?" Azzura membatin.
Azzura kaget saat dia berjalan menuju ke kamar Arya, dia melihat Rena keluar dari kamar sebelahnya dan bukan keluar dari kamar yang sama dengan Arya.
"Tugasmu sudah selesai, kembalilah ke kamar mu" ucap Rena
"Baik Nyonya,," jawab Azzura
Azzura mengurungkan niatnya untuk melihat kondisi Arya, karena sudah ada Rena yang menjaganya, jadi dia segera pergi menuju ke kamar pembantu bersama bude Ratih.
Karena merasa penasaran, Azzura pun bertanya pada bude Ratih.
"Bude,, apa Arka dan nyonya Rena tidak dekat? kenapa Ulla lihat Arka bersikap biasa saja tadi saat nyonya pulang?"
"Bisa di bilang begitu, Arka seperti kurang kasih sayang dari nyonya karena Nyonya sibuk bekerja. Apalagi kondisi tuan juga begitu jadi dia merasa kesepian" jawab bude
"Terus kenapa Nyonya tadi keluar dari kamar sebelah? bukannya harusnya sekamar dengan tuan Arya?" tanya Azzura semakin penasaran
"Sebenarnya,,,"
Ceklek
Azzura dan bude sama sama terkejut saat pintu tiba tiba di buka
"Onty,, temenin Alca tidul,,," ucap Arka
Azzura terlihat bingung, mau mau saja dia menemani Arka, tapi kan ada ibunya.
"Tapi kan ada mama Arka,, kenapa tidak tidur sama mama?" tanya Azzura
"Mama pelgi" jawab Arka
Samar samar Mereka mendengar suara mobil dari luar.
"Nyonya memang sering begitu" ucap bude Ratih
Azzura merasa kasihan pada Arka, di usianya yang masih sangat butuh perhatian orang tua begitu, tapi dia tidak mendapatkannya. Untuk menghibur Arka, Azzura pun mau menemaninya tidur di kamarnya. Arka pun langsung terlihat senang .
.
.
.
.
.
Bagi dukungannya dong bestieeeeee kuuu, 🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Ning Suswati
lanjut thor
2024-10-12
0
Sari Dewi kirana
banyak yang berniat dzolim
2024-08-08
0
Gina Savitri
Apa rena punya selingkuhan di luar dan jangan2 arya kecelakaan juga ulah rena 🤔
2024-08-03
1