setelah duduk di tempat masing-masing Raja rayen membicarakan masalah penyerangan kerajaan Bintang dan kerjaan bulan ke kerajaan Pedang dewa miliknya.
Mao yang mendengar itu semakin serius memperhatikan pembicaraan Raja sampai selesai.
"Tuan pemimpin gagak terbang apa yang membawa anda kembali kesini"tanya rayen kepada Mao.
"saya ingin meminta bantuan kepada raja dan aku pasti akan membalasnya dengan hal setimpal, dan jangan panggil aku tuan, aku hanya seorang pemimpin kecil tuan raja"jawab Mao.
"baiklah Mao Liu, apa yang membawa anda kemari"tanya raja rayen sekali lagi
orang-orang yang mendengar raja mereka menyebut nama Mao Liu semua menjadi panik dan menatap marah ke arah Mao dengan niat membunuh.Mao tidak langsung menjawab dan diam karena tatapan orang-orang tersebut.
"Iya benar apa yang kalian pikirkan, dia adalah Mao Liu, putra mahkota kerjaan bintang, tapi dia di buang karena kerajaan milik ayahnya setelah ibu dan ayahnya meninggal di Medan perang mempertahankan kerajaannya , dan sekarang pamannya Si Liu yang kejam itu memerintah kerjaan bintang dan bersatu bersama kerajaan bulan yang sama kejamnya untuk menguasai kerajaan-kerjaan di seluruh benua ini"kata Raja rayen menjelaskan.
Mao yang mendengar itu hanya merenungi dari mana raja rayen mengetahui identitasnya.
dan semua orang yang mengetahui itu merasa kasian kepada Mao Liu.
"Begini tuan raja saya ingin anda melakukan perdagangan di markas kelompok gagak terbang di dalam hutan milikku itu"kata Mao.
"ok tapi ada syarat yang harus kamu penuhi dan itu bukan masalah besar,hanya satu syarat saja"kata raja rayen.
"apa itu tuan raja"tanya Mao
"Begini Jendral di kota tua sudah mati terbunuh dan mereka sekarang hanya sedang bertahan agar musuh dari kerjaan bintang dan kerjaan bulan tidak berhasil menguasai kota itu, dan kota itu adalah kota yang bertepatan di sebelah selatan hutan tempatmu dan kota bambu sedangkan kalo dari kerajaan Pedang dewa sangat ter bilang jauh ke selatan karena di halangi hutan yang luas di sebelah selatan ibu kota kerajaan, jika di tempatmu mungkin tidak terlalu jauh ke selatan dan kota itu tidak terlalu jauh dari kota-kota kerjaan bintang dan kota-kota kerjaan bintang"kata raja rayen.
"Maksud tuan raja, kenapa tuan menceritakan itu"tanya Mao.
"Aku ingin kamu menjadi jendral di sana dan menghentikan atau melawan pasukan penyerbu dan setelah kamu jadi jendral di sana aku tidak akan ikut campur masalah apa-apa yang penting semua orang dalam keadaan aman dan masalah perdagangan aku akan umumkan kepada pemimpin jendral di kota-kota kerjaan pedang dewa untuk melakukan perdagangan di tempat kelompok mu"kata Rayen sambil menatap tulus kepada Mao.
Setelah raja rayen mendengarkan perkataan raja rayen Mao merenung seperti sedang linglung dan orang-orang di sana hanya menatap Mao penuh harap.
"Baiklah aku akan memimpin kota itu, dan ingat janjiku ini tuan raja aku akan membuat seluruh kerajaan di negara ini damai dan siapa yang menghalangi kedamaian itu aku akan mengincarnya sampai mati"kata Mao sambil berdiri dan memberi hormat kepada raja dan ratu di singgasana itu.
"Kamu,......"kata rayen mengingat kata-kata itu dulu saat masih kecil dan yang mengatakan itu adalah yang membuat negara ini damai dan itu adalah raja kerajaan Pedang dewa dahulu.
"Bagaimana dengan pedangmu itu, aku rasa tidak asing dengan pedang itu"kata rayen kepada Mao.
"kalo aku menceritakannya apakah tuan raja akan percaya"kata Mao.
"aku akan percaya" kata rayen.
Mao menceritakan semua yang dia alami di dalam gua itu kepada rayen dan semua orang yang ada di sana dan tentang pemilik pedang sebenarnya.dan semua orang yang sudah sangat tua mendengar itu merasa terkejut.
"hahahaha sejak Raja kerajaan ini di pimpin oleh raja yang kamu sebutkan tadi negeri ini damai dan tidak ada yang berani menyinggung kerajaan Pedang dewa dan aku ingat betul dewa kematian menghilang waktu itu bagai di telan bumi dan kamu Mao Liu ternyata terpilih memegang pedang yang tidak bisa di pegang orang lain itu, jika orang lain menyentuhnya mungkin orang itu akan mengering karena hisapan dari pedang itu"kata rayen..
"iya benar apa yang tuan raja katakan pedang ini tidak bisa di pegang orang lain"kata Mao membenarkan ucapan raja rayen.
"jadi bagaimana tawaranku tadi Mao, apakah kamu akan menerima tawaranku tadi dan itu sangat menguntungkan bagimu karena kota tua itu bukan hanya langsung berbatasan dengan tiga kerjaan tapi hampir lima kerajaan di negeri ini yang berbatasan dengannya"kata rayen kepada Mao.
"Beri aku waktu satu bulan dan umumkan aku akan datang ke sana tuan raja"kata Mao.
"baik aku akan mengatakan itu pada orang yang sementara memimpin sekarang di kota tua itu"kata rayen
semua orang bubar setelah memberikan penghormatan kepada raja rayen dan hanya tersisa Mao Dewi ,Liam Gusti(kakak laki-laki Dewi),rayen dan istrinya.
"bagaimana kalo pemimpin Mao melatihku memakai pedang "kata Dewi yang dari awal pertemuan itu hanya diam.
"Maaf tuan putri aku bisa mengajarkanmu tapi tidak disini karena mungkin 1 bulan ke depan aku akan sibuk dengan pelatihan pasukan yang aku pimpin jika kamu tidak keberatan kamu bisa mengikuti ku ke markas kelompok gagak terbang dan berlatih bersama mereka dan aku jamin dalam sebulan jangankan tiga jendral di kerajaan ini kamu bisa menghadapi setidaknya 5 jendral setelah berlatih denganku"kata Mao sambil senyum kepada Dewi dan sedikit mulai menyukai Dewi
Raja yang mendengar kata-kata Mao menjadi terkejut dan ingin sekali putri dan putranya berlatih di sana mengikuti pelatihan Mao.
"Bagaimana kalo kamu membawa kedua anakku ini Mao dan latih mereka"kata rayen kepada Mao yang sedang duduk menatap Dewi.
"itu lebih bagus dan pangeran Liam juga bisa menjaga tuan putri Dewi"kata Mao.
"jangan terlalu sopan begitu, saudara Mao bisa memanggilku Liam saja karena sebelumnya kita berdua sama-sama putra mahkota"kata pangeran Liam kepada Mao.
"Baiklah terima kasih Aku akan pulang sore ini"kata Mao sambil berdiri dan memberi hormat.
"Kami akan ikut Saudara Mao sekarang ayah ibu aku tidak ingin menundanya lagi"kata pangeran Liam kepada ibu dan ayahnya.sembil berdiri dari tempat duduknya.
"hmmmm baiklah kalian boleh pergi"kata rayen.
setelah di berikan izin kepadanya betapa senangnya Liam dan Dewi, Mao pergi keluar dari istana kerjaan bersama mereka di waktu sore dan hanya sekitar beberapa jam lagi matahari akan tenggelam.
Mereka berjalan di jalanan ibu kota dan banyak orang yang mengenali Dewi dan Liam.
Mao sendiri tidak terlalu peduli dan terus menuju gerbang besar di ibu kota itu untuk keluar dari ibu kota kerjaan itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments