PENJELASAN
TERDAPAT EMPAT KERJAAN BESAR DI NEGARA INI YANG SELALU BERPERANG MEMPEREBUTKAN WILAYAH SEPANJANG WAKTU DAN SATU KERAJAAN TERAMAN TIDAK PERNAH IKUT DALAM PEPERANGAN.
1.KERAJAAN BINTANG
2.KERAJAAN BULAN
3.KERAJAAN MATAHARI
4.KERAJAAN CAHAYA
5.KERAJAAN PEDANG DEWA
Mao tanpa sadar sudah di dalam hutan yang sangat lebat dan tidak menyangka dia berjalan sejauh itu pada malam hari.
"Kemana aku akan pergi pada malam yang gelap gulita seperti ini dan aku baru sadar sudah di dalam hutan, sebaiknya aku mencari gue untuk istirahat sebelum hewan buas muncul"kata Mao sendirian di dalam hutan
Mao mencari Gua untuk istirahat sambil berjalan mengikuti jalan yang sudah tercipta di tengah hutan itu, mao terus berjalan mencari sangat lama baru dia menemukan sebuah gua yang tertutup daun-daun panjang dari atas sampai bawah. kalo orang tidak menyadari itu pasti mereka akan berfikir itu bukan gua tapi anehnya Mao yang berpikir itu adalah gua yang tertutup cukup lama.
Mao memasuki gua itu sambil menggunakan kedua tangannya menyingkirkan daun-daun yang menggelantung itu, Dan Mao masuk setelah jalan terbuka.
"Sebaiknya aku istirahat di sini malam ini"gumam Mao dalam hatinya.
Mao mulai tidur di dalam gua itu.Tanpa sadar dia sudah tidur cukup lama di dalam gua itu.
Panas matahari membuat mau terbangun siang hari.
"Bagaimana tempat ini Bisa sepanas ini, padahal aku di dalam gua"Kata Mao sambil mengusap kedua matanya dengan tangannya melihat ke atas
Mao menyadari bahwa gua itu di atasnya berlubang sebesar ukuran kamarnya di kerajaan.
Mao mulai melihat-lihat dan masuk ke dalam gua itu.
semakin dalam Mao masuk semakin dingin yang tubuh Mao rasakan
Mao masuk sampai di ujung gua dan menemukan sebuah pedang Panjang sekitar 1 meter lebih di atas batu yang tersusun rapi
"Pedang siapa itu kenapa bisa tertinggal di sana, sebaiknya aku mengambilnya setidaknya aku bisa menggunakan pedang"Kata Mao sambil mendekat mengambil pedang di atas batu yang tersusun rapi seukuran lutut dan Mao memegang pedang itu.
"hahaha hahaha hahaha Anak muda yang hebat bisa menemukan makam ku"Suara keluar menggema di gua itu setelah Mao memegang pedang itu.
"Siapa kau dan jangan bersembunyi tunjukkan dirimu"kata Mao sambil mengeluarkan pedang itu dari sarungnya.
"Hahaha hahaha hahaha kau cukup berani anak muda"kata Bayangan yang keluar dari batu itu dan tepat di depan Mao.
"Siapa tuan ini maafkan hamba yang tidak tau diri ini"Kata Mao sambil berlutut Gemetaran.
"Saya adalah Dewa kematian, Tapi kamu jangan takut ini hanya serpihan ku yang aku tinggalkan disini saat Sebelum mati"Jawab Bayangan atau serpihan Dewa kematian itu
"Ampun tuan Dewa, atas sikap tidak sopan saya"kata Mao masih gemetaran Dan tidak berani melihat bayangan itu.
"Waktu serpihan ini tidak banyak anak muda, karena kamu mampu memegang pedang itu berarti pedang itu telah memilihmu, Dan ambillah buku di bawah batu ini dan pelajari tehnik pedang itu maka kamu akan menjadi orang terkuat dimana pun tempatmu berada"kata bayangan itu secara perlahan memudar tapi belum menghilang
"Terima kasih atas kebaikan tuan dewa kepada diriku yang tak berguna ini"Kata Mao yang masih berlutut.
"Dan jangan lupa memberi nama pedang itu, pedang itu akan menyatu denganmu seutuhnya,dan kekuatan tubuhmu meningkat pesat"kata bayangan itu perlahan mulai menghilang.
Mao yang melihat pedang di tangannya, setelah itu terkejut dengan kehebatan pedang itu bisa membuat orang menjadi kuat kalo memberinya nama.
"Apakah ada syarat pemberian nama pada pedang, dalam Buku kuno yang pernah saya baca, membuat nama harus menggunakan setetes darah"gumam Mao dalam pikirannya sambil melihat pedang itu
setelah berpikir seperti itu Mao menggores sedikit darah dengan menggunakan pedang itu dan meneteskan darah ke pedang itu.
"Karena kamu berasal dari Dewa kematian, Maka nama yang cocok untukmu adalah Pedang Dewa kematian" Teriak Mao dengan keras di dalam gua itu
setelah berteriak seperti itu sebuah bayangan kegelapan keluar dari pedang itu dan masuk ke tubuh Mao, Mao merasakan perubahan besar pada tubuhnya, otot-ototnya terlihat dan badannya terasa seringan kapas.
setelah itu Mao berdiri di depan batu untuk mengambil buku di bawah Batu itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Lanjut
2023-10-24
2
Heri Wibisono
heeeelllleeeehhh
2023-10-03
0
Edi Sudrajat
uraaaa uraaaa
2023-08-19
0