Setelah mencapai istana kerajaan Mao melihat Dewi sedang belajar pedang di lapangan depan rumahnya dan ada juga beberapa prajurit kerajaan.Dewi yang melihat kedatangan Mao langsung menghampirinya.
"Apa yang membuat anda datang kemari pemimpin Gagak terbang..?"tanya Dewi saat berhadapan dengan Mao
"Aku hanya ingin meminta pertolongan kepada mu"kata Mao sambil menatap Dewi.
"Sekarang aku tidak banyak membantu, karena aku harus latihan pedang"kata Dewi.
"Kenapa kamu harus berlatih pedang, bukannya sebaiknya kamu punya banyak prajurit"Kata Mao
"aku tidak bisa menjelaskannya kepadamu lebih baik kita ke dalam semua keluarga kerajaan ada di sana"kata Dewi
setelah itu di Dewi membawa Mao ke dalam tempat pertemuan para keluarga kerajaan dan keluarga besar yang menaungi kerajaan Pedang dewa,mereka yang melihat kedatangan Mao bersama putri Dewi menjadi heran, dan berpikir itu adalah kekasih Dewi dan banyak pemuda-pemuda yang lain menatap tajam kepada Mao.
setelah memberikan hormat kepada sang raja Mao di persilahkan untuk duduk.
"Apa yang membawa pemimpin gagak terbang kembali berkunjung kesini"kata rayen sang raja dari kerajaan Pedang dewa kepada Mao
keluarga-keluarga kerajaan yang mendengar pemimpin kelompok gagak adalah pemuda itu langsung mencabut pedangnya dan berdiri mengacungkan pedang kepada Mao dan orang-orang itu adalah 3 pemuda dan anak keluarga-keluarga kerajaan.sedangkan kakaknya Dewi yang laki-laki hanya diam duduk karena sudah tau Mao yang menyelamatkan Dewi.
"Apa maksud Anak kalian mengacungkan pedang kepada tamu terhormat ku"kata rayen melihat pemuda yang mengacungkan pedang kepada Mao.
"Raja jangan percaya kepada dia, mungkin dia telah menipu putri Dewi"kata salah satu pemuda yang bernama Cong wais dari keluarga wais.
"Iya benar apa yang di katakan saudara Cong tuan raja"kata salah seorang pemuda yang juga sedang mengacungkan pedang kepada Mao pemuda itu adalah Shing werles dari keluarga werles.
sedangkan salah satunya hanya mengacungkan pedang kepada Mao tapi tidak banyak bicara dan hanya menatap tajam Mao dia adalah Wen Shuang dari keluarga Shuang. dan dia tidak banyak bicara karena menyukai Dewi bukan sebagai putri tapi sebagai teman masa kecilnya.
"Ketiga saudara,bener apa yang di katakan ayahku kepada kalian bertiga dia adalah penyelamatku sebelumnya dan kalian tidak perlu bertindak sekejam itu padanya"kata Dewi.
"Kami akan percaya kepada tuan putri, tapi kalo dia bisa mengalahkan kami"kata Cong kepada Dewi.
"Aku yakin jika kalian bertiga, dan walaupun ayahku turun tangan kalian tidak akan bisa mengalahkannya"kata Dewi
kata Dewi tersebut membuat semua orang kaget di dalam aula pertemuan tersebut.
"Aku akan membuktikan sendiri, aku bisa mengalahkannya, ayo ke depan istana kerjaan kalo kamu memang laki-laki"Kata Cong sambil berjalan menuju lapangan di depan istana.
Pertama Cong keluar di ikuti sama shing dan Wen,sedangkan orang-orang di pertemuan itu masih diam menatap Mao.
"Baiklah, Dewi ambilkan aku pedang kayu aku tidak ingin ada darah di istana ini"kata Mao sambil berjalan keluar juga.
Rayen dan istrinya dan semua yang ada di aula pertemuan ikut keluar untuk menyaksikan pertempuran mereka.
sedangkan orang tua dari ketiga pemuda itu hanya diam karena sudah tidak tau bagaimana cara mengatasi kesombongan anak mereka.
setelah sampai di depan lapangan Mao melihat Cong Shing dan Wen berdiri menggunakan pedang asli milik mereka.sedangkan Mao baru datang bersama orang-orang tua dari kerjaan termasuk raja dan ratu.
"Cabutlah pedangmu, Aku jendral Cong tidak akan percaya kepadamu sebelum aku mencoba bertarung"kata Cong dengan sombong.
Dewi datang membawa pedang kayu yang biasa di pakai latihan dan memberikannya kepada Mao.Mao mengambil pedang kayu tersebut.
"Kau boleh pakai pedang asli dan aku akan memakai pedang ini karena tidak ingin membunuhmu"kata Mao.
"Dan satu hal Lagi kalian setidaknya adalah 3 jendral kerajaan Pedang dewa jadi kalian bisa maju sekaligus dan tidak membuang waktuku disini" Lanjutnya.
mendengar kata-kata Mao mereka bertiga tampak marah dan langsung menyerang Mao dengan pedang asli dan Mao hanya menggunakan pedang kayu untuk melawan mereka bertiga.
"Tehnik pedang Tebasan kilat"gumam Mao
Dalam sekejap mata 3 orang jendral itu sudah di pukuli beberapa bagian di tangan, kaki dan badan mereka masing-masing, dan ketiga jendral itu merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
sedangkan mereka dan orang-orang tidak bisa melihat gerakan Mao yang seperti kilat itu. dan merasakan heran dengan tehnik pedang Mao ,raja menyipitkan matanya dan menatap pedang di pinggang Mao yang sarungnya berwarna merah darah bercampur hitam.
setelah menerima pukulan itu tiga jendral itu sudah terkapar di tanah dengan rasa sakit di seruluh bagian tubuhnya, Mao hanya menggunakan tehnik pedang kematian tebasan kilat, kalo sampai menggunakan tehnik kedua dan ketiga mungkin ketiga jendral itu sudah mati walaupun memakai pedang kayu.
"Maaf saya telah meremehkan anda"kata Wen kepada Mao.
"Tidak apa-apa jendral, jangan terlalu bangga akan kehormatan kalian, jika anak buahku yang menghadapi kalian,mereka sudah cukup 1 orang untuk membunuh kalian bertiga tapi jangan khawatir, kelompok gagak terbang tidak lagi melakukan hal dalam pembunuhan dan kejahatan lainnya"kata Mao menatap 3 jendral yang terduduk di tanah.
setelah mereka bertiga meminta maaf baru Raja dan ratu mengajak Mao dan yang lainnya masuk kembali ke aula pertemuan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments