Pagi
seperti biasa Mao terbangun karena panas menyengat yang masuk ke dalam gua tempat dia tidur.Tak lama setelah bangun Mao mempersiapkan pedangnya dan di ikat di pinggangnya.Setelah 3 bulan lebih Mao tidak pernah mengganti baju karena hanya 1 baju yang dia pakai Disaat pergi dari kerajaan Bintang.
"Hahaha hahaha hahaha Aku sekarang terlihat seperti pengemis, kemana dulu pangeran yang di kelilingi banyak harta dan wanita itu"Kata Mao sambil melihat dirinya sendiri yang berpenampilan Rambut panjang dan baju bolong sana bolong sini
"Lebih baik aku pergi ke kota terdekat sebelum matahari tenggelam"lanjutnya
setelah memotong Rambutnya dengan pedang dan mengikat Rambutnya dari belakang Mao terlihat seorang seperti pengelana.setelah keluar dari Gua, Mao Terus mengikuti jalan yang sudah ada.
" ada baiknya aku mandi dulu sebelum melanjutkan perjalanan"Kata Mao sendiri di tengah hutan belantara itu.
Tak lama Mao berjalan, ia mendengar aliran sungai dan menuju ke sana buat membersihkan diri dan mencuci bajunya di sungai itu, Mao Hanya bertelanjang bulat sambil menunggu pakaiannya kering.
Ketika Mao masih duduk dan menghayal kan sesuatu yang terjadi yang menimpa dirinya.
"Akan aku hancurkan semua orang yang telah memperlakukan aku dengan kejam tunggu saja"kata Mao di pinggir sungai sambil berbaring dan tertidur sejenak.
"akh jangan dekati aku
akh jangan mendekat
Tidak jangan mendekat
Mao mendengar teriakan seorang Gadis di tengah hutan seolah menuju ke arahnya, dan Mao membuka matanya dan melihat seorang gadis menuju kearahnya di kejar 5 orang laki-laki.
Wanita itu tidak sadar bahwa Mao sedang duduk bertelanjang bulat di belakangnya Jarak sekitar 2 meter lebih. Gadis itu mundur dan terus mundur semakin dekat dengan Mao sekitar satu meter kurang lebih jarak Mao dengan gadis itu.
"hahaha hahaha hahahaha hei nona kau mau bersama kami atau orang gila di belakangmu itu"Kata pemimpin kelompok itu yang paling depan.
Mendengar kata pemimpin kelompok itu Gadis itu menoleh kebelakang. dan melihat Mao yang sedang duduk tanpa busana dan kakinya di arah air sungai dan kedua tangannya ada di belakang tubuhnya.
"akh dasar cabul"Teriak wanita itu dan menghampiri Mao dan menginjak Terong Mao yang panjang dan lebar.
"aduh dasar gadis Gila, Apa yang kau lakukan dengan anuku"Kata Mao sambil memegang terongnya yang di injak oleh gadis itu.
Mao tidak bisa bicara Lagi karena Rasa sakit pada terongnya yang semakin terasa sakit.Dan hanya bisa menahan dengan memegang dan membekukan lututnya.
"ayo lah nona, lebih baik kau bersama kami dari pada orang gila di belakangmu itu"Kata pemimpin kelompok itu.
wanita itu gemetar karena takut sama 5 orang yang sudah mengejarnya dari pagi, Lalu wanita itu melihat pedang di dekat Mao dan berniat mengambil pedang itu dengan tangannya.
"Ini pedangku, kau tidak boleh menyentuhnya sembarangan gadis Gila"Kata Mao sambil menyembunyikan terongnya yang masih sakit.
"Tolong aku tuan orang itu ingin aku jadi wanitanya"kata gadis itu sambil menangis meratap meminta tolong kepada Mao
"Jangan ikut campur Anak muda, Kami berlima dan kau sendiri mana mungkin bisa menolong gadis itu"kata pemimpin itu sambil mengeluarkan pedangnya.
"Tolong aku tuan. aku akan memberi apapun Yang kau mau"Kata gadis itu menatap Mao memohon.
"oke tepati janjimu dan aku tidak suka orang yang melanggar janji"kata Mao pada gadis itu
"Baik apapun aku akan berikan" kata gadis itu sambil berjalan ke belakang Mao.
Mendengar ucapan itu seolah pemimpin itu di abaikan
"Dasar anak muda tak tau di untung sudah aku kasih pilihan hidup tapi mati yang kau terima"Kata pemimpin itu sambil menuju kearah Mao dan ingin memenggal kepala Mao dengan pedangnya
"jurus tebasan Kilat"kata mau dan secepat kilat sudah ada di depan anak buah pemimpin itu.
kapala pemimpin itu terpotong dan jatuh menggelinding ke tanah.melihat itu seolah kapan mau mengeluarkan pedangnya dari sarungnya 4 anak buah itu berlutut di depan Mao dan melepaskan pedangnya ketanah.
"pemimpin"Ucap keempat orang itu.
"eh apa yang kalian lakukan, bukankah kalian ingin membunuhku"kata Mao sambil melihat empat orang yang berlutut di depannya.
"Mereka adalah anggota Gagak hitam,kelompok pembunuh bayaran terkenal,dan yang kau bunuh itu adalah pemimpinnya jadi mereka menganggap mu pemimpin baru mereka"Kata gadis itu Yang lumayan keras
"hm mereka hanya menuruti kemauan pemimpinnya jadi sebaiknya aku bebaskan aja mereka"gumam Mao dalam pikirannya.
"pemimpin tolong terima kami jadi bawahan anda dan pimpin kelompok gagak hitam tanpa pemimpin, kami tidak bisa melakukan apa"kata seorang dari 4 orang yang berlutut itu.
"Mmmmm sebaiknya aku pimpin mereka dengan benar dari pada menjadi pembunuh bayaran"gumam Mao dalam pikirannya.
"Baiklah kalian bisa berdiri, dan aku akan memimpin kelompok kalian menuju yang lebih baik dari pada menjadi pembunuh bayaran"kata Li melihat 4 orang itu.
"Terima pemimpin baru"ucap mereka serempak sambil berdiri dan menunduk memberi hormat kepada Mao.
"Baiklah Nama kalian siapa...?"tanya Mao menatap 4 orang itu
"saya Dao terkuat Pertama setelah pemimpin di anggota gagak hitam, dan ini Era terkuat kedua,Win terkuat ketiga, Alon terkuat ke empat"jawab Dao sambil menunjuk kawan-kawannya di dekatnya.
"Baiklah... Karena nama kelompok kalian gagak hitam jadi aku akan mengubahnya menjadi Gagak terbang dan membawa kalian menuju hal yang lebih baik, Tolong kubur mayat ini"Kata Mao kepada 4 orang itu sambil menunjuk mayat yang tergeletak.
"siap pemimpin" jawab 4 orang itu yang sekaligus anak buah Mao sekarang.Mereka langsung membawa mayat itu tidak jauh dari Mao dan menggali tanah untuk mengubur mayat itu.
"Saatnya mendapatkan imbalan kepada gadis itu"Gumam Mao dalam pikirannya dan berjalan ke depan wanita yang di belakangnya, seolah Mao tidak melupakan apapun.
"akh dasar cabul"Kata wanita itu dan menendang kembali terong milik Mao.
"akh akh wanita gila"Kata mao sambil memegang Terongnya yang terasa seperti terpotong.Maopun masuk ke sungai dan menatap wanita itu dengan tajam.
"itu salahmu kenapa tidak memakai pakaian sama sekali"kata wanita itu menatap Mao yang ada di dalam air.
"Dasar wanita gila, kamu hanya perlu memejamkan matamu kenapa harus menendangnya dengan kakimu, kau bukannya berterima kasih,malah dua kali menendang punyaku yang gagah ini"kata Mao dengan bangga punya terong yang besar.
"maafkan aku dan terima kasih telah menolongku tuan, aku pasti akan menepati janjiku, jadi apa yang tuan inginkan"kata Gadis itu.
"aku ingin kau mengobati terong ku ini dengan mengelusnya dengan tanganmu apa kamu mau"kata Mao menggoda gadis itu dan baru saja berhenti berkata batu melayang ke arah Muka Mao tapi dengan cepat dia menyelam menghindari batu itu.
"Dasar Laki-laki cabul kamu kira aku wanita apaan, dan aku tidak pernah melakukan sesuatu yang jorok seperti itu"kata wanita itu dengan marah menatap Mao yang sudah menaikkan kepalanya ke permukaan air.
"Baiklah aku akan serius apa yang kau dapat berikan padaku"tanya Mao menatap gadis itu.
"Aku hanya bisa memberikan sesuatu kalo sudah mencapai kerajaan pedang dewa"jawab gadis itu
"aku tidak mau harus mengantarmu ke tempat yang jauh, Lebih baik lupakan itu aku tidak akan menagih janji itu selamanya"kata Mao menatap gadis itu
"Kata siapa kerajaan pedang dewa jauh dari sini, kita hanya perlu dua jam perjalanan dan wilayah ini masih termasuk kerajaan pedang dewa"kata gadis itu.
"Baiklah tapi kamu siapa dan untuk apa ke kerajaan pedang dewa"tanya Mao lagi
"ayahku adalah Raja di sana dan namaku Dewi Gusti, nama tuan siapa"jawab gadis itu.
"ouh seorang Puteri kerjaan rupanya,namaku Mao dan seorang pengelana"kata Mao.
4 anak buah itu sudah lama selesai menguburkan mayat pemimpin mereka sebelumnya dan hanya diam mendengar percakapan Mao dan Dewi.
setelah lama berendam di air Mao merasa dingin.
"Berbalik lah aku akan memasang bajuku dan cepat kita berangkat ke sana takut matahari tenggelam"kata Mao menatap dewi
setelah naik dari sungai Mao memakai pakaian, Mao menyuruh gadis itu memimpin jalan dan di ikuti pengawal di belakangnya. mereka tak banyak bicara sampai di sebuah kota kecil dengan 1 jam perjalanan dan matahari hampir tenggelam.
"Bagaimana kalo sebaiknya kita menginap di kota ini malam ini, bagaimana menurut kalian"kata Mao sambil berjalan bersama Dewi dan 4 anak buah barunya.
"kami tetap mengikuti pemimpin"kata 4 orang itu.
"apa kamu punya uang Mao, sampai mau menginap di sini di kota Bambu ini, setidaknya 1 koin emas untuk 1 kamar"kata Dewi
"ini sudah malam sebaiknya kita menginap saja di kota ini dan matahari sudah mulai turun, Kita sewa 2 kamar yang luas saja, kamu sendiri dan aku nanti akan bersama mereka 1 kamar"kata Mao.
merekapun mencari penginapan keluarga yang luas 1 kamarnya bisa di tempati oleh 5 sampai 6 orang.
1 kamar di tempati oleh Dewi dan 1 kamar lagi Di tempati oleh Mao dan anak buahnya. setelah Dewi masuk ke kamar penginapan baru Mao masuk bersama 4 orang anak buah yang Dia dapatkan
Di dalam kamar Mao dan 4 orang itu hanya Diam tak berani bicara.
"Dimana markas Gagak Terbang" tanya Mao kepada 4 orang itu yang sedang duduk di tempat tidurnya masing-masing
"Markas gagak hitam eh bukan, gagak terbang tidak jauh dari kota ini Sekitar 30 menit ke sana dan markas gagak terbang tidak jauh dari Kota kerajaan Pedang Dewa pemimpin"jawab Dao yang tempat tidurnya sebelah dengan Mao.
"oh saya kira kelompok pembunuh akan membangun markas di tengah hutan tapi tenyata di antara dua kota Berapa jumlah anggota gagak terbang sekarang Dao"Kata Mao sambil bertanya kepada Dao
"Untuk yang tuan katakan salah, markas gagak terbang bisa di bilang ada di tengah hutan antara kota bambu ini dengan kota kerajaan pedang dewa,dan satu lagi pemimpin sebelumnya menerapkan siapa saja yang melewati hutan itu harus membayar agar bisa selamat dan di kawal ke tempat kota bunga atau kota kerajaan, untuk jumlah anggota sekarang sekitar 500 lebih laki-laki dan 300 orang lebih perempuan"kata Dao sambil menjawab pertanyaan Mao
"Kalian sudah terlalu menyimpang jauh dalam kehidupan jadi nanti kita buat anggota gagak terbang sebagai yang di butuhkan dalam kebaikan, nanti aku akan menjelaskannya pada kalian berempat "kata Mao melihat anak buahnya
"siap pemimpin"Kata mereka serempak dengan suara keras
"sudah jangan berbicara terlalu keras takut orang di kamar sebelah terganggu. sebaiknya kita mulai tidur dan bangun awal besok"kata Li sambil bersiap berbaring
Dan setelah berbicara panjang lebar mereka merebahkan tubuh mereka di tempat masing-masing.
malam pun hening hanya terdengar suara-suara binatang malam yang mengeluarkan suara mereka seolah malam mereka adalah yang paling berhak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Putra_Andalas
keg nya salah pake nama ni Putri Gustr...bknnya bau Cina tapi bau Jawa namanya
2024-12-18
0
Ceritanya di Kekaisaran daeatan Cina tapi nama perempuan itu Dewi Gusti... apa tidak salah total Tor... yg benar saja kalau bikin cerita
2023-10-24
2
XiaoYan
kalau jadi pemimpin harusnya di kasih buku teknik gitu biar bisa menjaga diri sendiri atau yang lainnya gitu
2023-08-02
1