Pagi..
pagi harinya Mao, Dewi dan Dao setelah sarapan di Rumah kediaman pemimpin gagak terbang mereka langsung menuju ke Kerajaan pedang dewa.
Di perjalanan setelah cukup jauh dari pos penjagaan gagak terbang mereka melihat gerbang besar untuk masuk di Kota kerajaan pedang dewa.
"Tuan Putri Dewi akhirnya anda kembali, kemana para pengawal yang mendampingi putri saat pergi"tanya penjaga gerbang itu sambil memberi hormat.
"mereka semua sudah mati,tidak berguna sama sekali dan mereka di bunuh oleh kelompok gagak hitam, buka kan gerbangnya aku ingin masuk ke dalam kota"Kata dewi sambil menjawab
"siap tuan putri"kata penjaga itu sambil membuka gerbang
Tak lama berjalan sekitar 15 menit setelah itu mereka bertiga masuk dan menuju kediaman kerajaan pedang dewa.mereka melewati penjaga dengan cepat karena para penjaga sudah tau siapa dewi sebenarnya.
baru saja masuk pintu rumah datang seorang laki-laki dan perempuan yang sudah sangat tua menghampiri dewi tanpa mengatakan apapun langsung memeluk dewi dengan cepat. dia adalah Raja dan ratu kerajaan pedang dewa Dina gusti dan Rayen gusti. atau ibu dan ayahnya dewi.
"untung saja kamu kembali dengan cepat ayah dan ibu sangat merindukanmu karena sudah beberapa hari kamu tidak ada di rumah, hampir saja ayah mengeluarkan sebuah perintah untuk mencari mu ke seluruh negara ini"Kata ayah dewi itu.
"aku ingin pergi ke kota tak jauh dari kota bambu tapi kami di serang oleh kelompok gagak hitam dan semua prajurit yang bersamaku mati ayah"kata dewi sambil meneteskan air mata.
"yang penting kamu selamat anakku"kata ibu dewi
"ngomong-ngomong siapa mereka anakku"tunjuk ayah dewi kepada Mao dan Dao yang berdiri di belakang dewi
"ouh aku lupa ini Kak Mao dan Kak Dao, kak Mao yang sudah mengambil alih gagak hitam sekarang dan mengubah namanya menjadi gagak terbang dan tidak lagi melakukan kejahatan-kejahatan karena mereka sudah menggantinya dengan hal yang baik"kata dewi menjelaskan
Mendengar itu tatapan dina dan rayen gusti tajam kepada Dao karena mereka tau siapa Dao dan pemimpin gagak hitam sebelumnya.Melihat tatapan itu Dao merasa takut tapi Mao memegang pundaknya.
"Benar yang di katakan oleh Tuan putri dewi yang mulia Raja dan Ratu"kata Mao membenarkan kata-kata Dewi
"Bukan itu maksudku anak muda, aku ingin bertanya pada bawahan ini dan bawahan sebelum kamu mengambil alih Gagak terbang, siapa yang menyuruhmu membunuh putriku atau setidaknya sebutkan namanya"kata ayah dewi sambil menunjuk dan bertanya ke Dao.
"saya tidak tau pasti Tuan Raja, yang pasti nama orang itu tidak di sebutkan di dalam surat itu tapi di surat ini Ada tulisan Dan aku tidak tau lambang apa di sana"kata Dao sambil mengeluarkan surat perintah dan memberikannya kepasa Raja itu.
"Mmmmmmmm lambang ini...kan lambang kerajaan, siapa yang berani macam-macam dengan putriku di kerajaan ini"Kata Ayah dewi dengan marah dan muka merah yang sedang memegang pedang di depannya.
"kesampingkan masalah itu dulu ayah tolong berikan imbalan kepada Kak Mao karena telah menolong ku dari kematian itu"kata dewi menenangkan ayahnya
"Baiklah apa yang anda inginkan agar aku bisa membalas jasa yang telah menolong putriku..?"kata Rayen ayah dewi kepada Mao.
"Tidak ada tuan Raja.... hanya saja aku ingin meminta agar anggota kelompok gagak terbang nanti bebas masuk ke wilayah kota kerajaan ini"kata Mao sambil menjawab pertanyaan Rayen
"Baiklah tapi aku tidak hanya akan memberikan itu kepada kalian, prajurit bawa kesini satu peti"kata Rayen sambil menyuruh prajurit untuk mengambil peti.
Tak lama sebuah peti dari kayu dibawa oleh dua prajurit setelah sampai di depan Raja peti itu Di buka langsung oleh Raja itu.
"apakah ini cukup untuk membalas jasa Tuan Dao ini"kata Rayen
melihat peti dari kayu dengan banyaknya koin emas membuat Mao terbengong.
"seberapa kaya sebenarnya Raja Dari kerajaan Pedang dewa ini dan seberapa kuat dia sehingga Kerajaan-kerajaan lain tidak pernah berani mengusiknya sama sekali"gumam Mao sambil memandangi peti emas di depannya.
"woi anak muda apa kau mendengar kata-kataku"kata Rayen sambil melambaikan tangannya di depan Mao.
"sudah sangat cukup tuan Raja dan ini sudah sangat berlebihan bagiku"kata Mao kepada Rayen.
setelah lama berbincang akhirnya Mao memutuskan untuk kembali ke markas Gagak terbang miliknya.
mereka membawa peti kayu itu sampai ke rumah kediaman pemimpin kelompok gagak terbang milik Mao.
setelah sampai mereka sudah sangat malam sekali dan memutuskan untuk beristirahat, Dao kembali kamarnya setelah mengantarkan Mao ke kamarnya dengan peti tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Putra_Andalas
klo sdh SANGAT tua berarti telat kawin nih Ortunya...😂
2024-12-18
0