Melihat Ang Cheng ditampar oleh Kakek Lim, sudut mulut Yu Jie terangkat. Ia melihat Ang Cheng menatap padanya dengan kesal, sepertinya lelaki itu melihat senyum tipisnya.
"Mama, ini adalah cincin pertunangan dan pernikahan ku pemberian dari keluarga Lim. Aku sudah memakai cincin pertunangan sejak usiaku 12 tahun, sekarang setelah 12 tahun aku memakainya aku menyerahkan kembali pada keluarga Lim. Aku mohon jangan memaksaku untuk meneruskan pernikahan dengan kak Ang Cheng. Bagaimana pun aku merasa kasihan pada Li Mei, dia adalah adik kesayangan ku." Ujar Yu Jie tak ingin membongkar tabiat dan sifat Li Mei, biarkan akan terbuka sendiri.
"Yu Jie... kamu tidak menyayangi Mama. Kamu tau Mama tak mempunyai putri, kamu sudah Mama anggap putri Mama sejak kamu lahir. Kamu tega pada Mama, kamu berpisah dari Ang Cheng lalu ingin memutuskan hubungan dengan kami? Iya?" Nyonya Lim tak kuasa menahan air matanya.
"Mama..." Yu Jie memeluk Nyonya Lim. "Aku akan tetap menjadi putrimu, aku akan berbakti padamu dan keluarga Lim. Kalian semua sudah menyayangi ku sejak kecil, aku juga sangat menyayangi kalian. Tapi, caraku berbakti sebagai putrimu bukan dengan menjadi istri kak Ang Cheng. Aku akan berbakti dengan cara lain, tapi bukan sebagai pasangan kak Ang Cheng."
"Sepertinya keputusan mu sudah bulat," ujar Nyonya Lim masih terisak.
"Mama, aku akan selalu menyayangi Mama." Yu Jie mengusap lembut punggung Ibu mertuanya.
Kakek Lim akhirnya tak mengatakan apapun, dengan tongkat nya ia keluar dari sana meninggalkan keputusan pada sang menantu dan cucu menantunya.
Ang Cheng masih berdiri mengeratkan kedua tangannya, ia menatap Yu Jie. "Ayo pulang, kita bicara lagi di rumah."
Yu Jie melepaskan pelukannya pada tubuh Nyonya Lim, lalu menatap Ang Cheng. "Pulang? Apa Li Mei masih tinggal di rumah mu?" tanya Yu Jie sengaja.
Rahang Ang Cheng mengeras menahan amarah, benar saja Ibunya menatap marah padanya.
"Yu Jie, jangan bicara lagi. Ayo pergi," Ang Cheng membalikkan tubuh pergi lebih dulu dari ruangan itu menuju mobil.
Yu Jie selesai dengan misinya untuk meminta ijin bercerai, sekarang dia harus menghadapi Ang Cheng.
"Mama, katakan pada Kakek aku pergi. Nanti aku akan kembali menjenguk keluarga Lim," Yu Jie berdiri diikuti Nyonya Lim, mereka berpelukan sekali lagi. Berat rasanya bagi Nyonya Lim melepaskan menantu yang sudah dianggap putri nya sendiri.
Di dalam mobil Ang Cheng maupun Yu Jie menahan perkataan - perkataan yang ingin terlontar. Urat - urat Ang Cheng terlihat menonjol, menahan amarah yang ingin ia lepaskan. Mobil akhirnya sampai di kediaman, Ang Cheng lebih dulu keluar dari mobil dan disambut wajah gembira Li Mei dari dalam rumah.
"Kak Ang Cheng, kamu sudah pulang. Kamu bawakan Fu Yung Hai yang aku pesan? Anakmu yang ingin--"
Perkataan ceria Li Mei terhenti, wajahnya seketika terlihat tak suka saat melihat Yu Jie keluar dari dalam mobil tapi ia segera menyamarkan ketidaksukaan nya dan tersenyum.
"Kak Yu Jie akhirnya pulang," Li Mei berjalan ke arah Yu Jie yang masih berdiri di samping mobil.
Sedangkan Ang Cheng sudah ingin mencekik Li Mei dengan mulut tak bisa diamnya, ia tak menyangka wanita yang sejak lama ia cintai begitu bawel dan selalu banyak menuntut. Bahkan Li Mei pencemburu, saat keluar dari rumah sakit Li Mei terus bicara jika dirinya sudah tak cinta lagi pada wanita itu karena terus mengkhawatirkan Yu Jie. Li Mei terus merajuk sepanjang perjalanan, membuatnya muak. Sekarang dengan seenaknya Li Mei berteriak - teriak mengatakan tentang anak dengan tak tahu malu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Nia Risma
EO di terima aja to cheng,,wong dirimu juga cinta mati sama si bawel itu to daripada istrimu...
2024-10-03
0
Syahrudin Denilo
sukurin Lo
2024-08-15
1
Sandisalbiah
hadehh.. matamu baru melek.. baru kelihatan kelakuan wanita pujaanmu itu gak baik.. kemaren² kemana aja Cheng... mabok..apa bodoh...
2024-01-26
1