Tuan besar Lim, kakek Ang Cheng berdiri di depan pintu. Ingin bertemu cucu menantu saat pelayan mengatakan Yu Jie datang, namun ia malah mendengar kata perceraian dari mulut Yu Jie.
"Ada apa ini?!" Kakek Lim menahan suara emosinya tapi masih terdengar keras.
"Ayah, Yu Jie..." wajah Nyonya Lim ketakutan dan sedih.
Kakek Lim berjalan mendekati Yu Jie di sofa, ia menekankan tongkat nya pada lantai. Tubuh tua nya sudah tak sanggup berjalan tanpa bantuan tongkat, ia duduk di sofa single di ruangan itu.
"Ada masalah apa sampai kamu ingin bercerai dari Ang Cheng? Bukankah kalian baru menikah beberapa hari? Apa Ang Cheng melakukan sesuatu padamu?" tanya Kakek Lim.
Yu Jie sebenarnya merasa tak enak hati pada keluarga Lim, sejak kecil beberapa kali keluarga Lim selalu datang ke desa menjenguk nya bahkan memberikan barang-barang untuknya. Selalu membanggakan Yu Jie setelah besar akan menjadi menantu terbaik keluarga Lim, namun kini ia benar-benar harus mengakhiri semuanya.
Di kehidupan sebelumnya entah apa yang terjadi pada keluarga Lim sampai mereka tidak mengetahui dirinya yang ditahan menjadi obyek percobaan di laboratorium. Satu kemungkinan nya, Ang Cheng dan Li Mei serta Ming Na membohongi keluarga Lim jika dia telah kabur! Karena tidak mungkin keluarga Lim yang begitu menyayanginya tidak menyadari ketidak beradaan nya dan malah menikahkan Ang Cheng dan Li Mei. Itu lah yang ia dengar di ambang kematian nya di kehidupan sebelumnya, jika Ang Cheng sedang melaksanakan pernikahan dengan Li Mei dan pasti telah disetujui keluarga Lim, bukan?
"Kenapa tidak menjawab kakekmu," ujar Nyonya Lim.
Yu Jie tersenyum lemah, ia menghembuskan nafas lelahnya. "Aku lelah kek, aku sudah memperjuangkan kak Ang Cheng selama ini. Selalu menempel padanya, berharap dia akan mencintaiku. Aku pikir setelah kami menikah, hati kak Ang Cheng akan tertuju padaku. Namun, kak Ang Cheng lebih..."
"Ang Cheng, kenapa?" desak Nyonya Lim tak sabar.
"Mama, Li Mei beberapa hari datang ke rumah. Dia mengatakan sudah hamil anak kak Ang Cheng, aku pikir mereka sudah bersama sebelum kami menikah. Aku sangat menyayangi Li Mei, dia adikku. Aku tidak ingin anaknya lahir tanpa Ayah, biarkan aku yang menyerah dan menyatukan kak Ang Cheng dan Li Mei. Aku mohon..." wajah Yu Jie begitu mengiba, ia ingin segera terlepas dari Ang Cheng meskipun ia harus bersandiwara.
"ANG CHENG...!! Panggil dia kesini!" amarah kakek Lim tak bisa dibendung lagi.
Tak lama Ang Cheng yang sedang berada di Perusahaan bergegas datang ke kediaman Lim, saat masuk ke ruangan ia melihat Yu Jie yang sedang tertunduk sedih. Apa yang sedang terjadi? Pikirnya.
"Duduk...!!" Kakek Lim tak menahan amarahnya.
Ang Cheng yang belum mengerti apa yang terjadi, duduk di seberang Yu Jie. Matanya terus menatap sang istri namun Yu Jie selalu membuang muka tak ingin menatapnya.
"Kamu tau kenapa istrimu datang kesini?" tanya Nyonya Lim, tatapan matanya dingin menatap putra yang sudah mengecewakan nya.
"Aku tidak tau," jawab Ang Cheng.
"Yu Jie ingin bercerai darimu."
Perkataan Ibunya berhasil membuat mata Ang Cheng membola tak percaya, ia menatap tajam pada Yu Jie yang akhirnya menatap balik padanya dengan mata penuh kebencian.
"Apa maksudnya, Yu Jie?" Ang Cheng mengunci tatapan nya agar Yu Jie terus menatap nya.
"Seperti yang diucapkan Mama, aku ingin bercerai darimu." Jawab Yu Jie dengan penuh ketegasan.
"Apa alasannya? Pernikahan kita baik-baik saja." Ang Cheng tak terima.
"Benarkah pernikahan kita baik-baik saja? Lalu anak siapa yang dikandung Li Mei? Aku tau adikku sedang mengandung anakmu, lagipula kita belum melakukan ritual pengantin. Aku masih suci belum tersentuh olehmu, jadi sebaiknya kak Ang Cheng bertanggung jawab pada Li Mei dan kita berpisah."
Ang Cheng berdiri, dia tak menyangka Yu Jie mengetahui tentang kehamilan Li Mei. "Aku menolak! Jika memang benar anak yang dikandung Li Mei adalah anakku... aku akan bertanggung jawab tapi tidak dengan menikahi Li Mei dan bercerai darimu. Aku tak ingin berpisah darimu!" tolak Ang Cheng dengan wajah mengeras.
Nyonya Lim menghela nafas sabar, lain lagi dengan Kakek Lim. Pria uzur itu bangun dari duduknya menghampiri sang cucu dengan kuat menampar wajah Ang Cheng.
PLAKKKK!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
-☾𝓶𝓸𝓸𝓷._.𝓵𝓲𝓰𝓱𝓽☽-
balas dendam jika ingin di lakukan sebaiknya jangan menggunakan hati
2025-01-17
0
Shinta Dewiana
penjahat utama si ibu tiri itu seharusnya di buat cacat
2025-03-04
0
Khairul Azam
klo mqu balas dendam jgn pemah karna gak enak ati, jgn tangung tangung klo balas dendam, awalnya kuat lama lama lemah kebanyakan novel mah begitu
2024-11-18
1