Setelah keributan di pagi hari yang masih membuat kepala Ang Cheng panas, Yu Jie dan Ang Cheng kini sedang berada di meja makan untuk sarapan.
"Sebenarnya suara berisik apa sejak pagi?" tanya penasaran Ang Cheng, tadi ia tak sempat menanyakan karena tergoda lukisan indah yang memancing nya saat membuka pintu kamar.
"Ah, aku menyuruh tukang merapikan dahan-dahan yang sudah rindang. Aku hanya ingin menata rumah ini agar aku nyaman tinggal disini," jawab cuek Yu Jie.
Tentu saja karena aku ingin mengganggu hidupmu, Brengsekk!!!
Ang Cheng mencuri pandang pada wajah Yu Jie yang sedang mengunyah makanan, menatap lapar pada bibir Yu Jie yang semerah berry begitu kenyal menggiurkan. Sekali lagi ia menelan saliva-nya, mengutuk setiap desiran darah yang bergairah.
"Apa kegiatan mu hari ini? Seharusnya kita masih bulan madu, kamu ingin jalan-jalan?" tawar Ang Cheng.
Jalan - jalan palamu! Di kehidupan dulu boro-boro ngajak bulan madu, di pagi hari aku harus mengerjakan setiap pekerjaan pembantu di rumah ini sampai kelelahan, kau tidak membiarkanku berhenti dan hanya bermesraan dengan Li Mei di kamar!
"Aku akan ke rumah Ayahku, lalu pergi ke rumah Kakek - Nenekku di desa. Mungkin butuh beberapa hari aku diluar, jangan mencariku."
Ang Cheng membuka mulut ingin melarang namun melihat Yu Jie menatap nya dingin ia mengurung kan nya. "Ngomong-ngomong darimana pakaian-pakaian bagus yang kamu pakai? Selama ini kamu tak pernah memakai satu pun baju yang bagus yang membalut tubuh indah mu. Kenapa kamu berpenampilan culun selama ini?" sekali lagi rasa penasaran menggelitik Ang Cheng.
"Mama memberikan nya, ada 3 model di koper ku. Hari ini aku juga berniat membeli lagi beberapa dress seperti ini," timpal Yu Jie terus meladeni pertanyaan Ang Cheng.
"Mama? Mamaku?" tanya Ang Cheng lagi.
"Ya, lalu siapa lagi? Kau tau aku sudah memanggil nya Mama sejak kecil, kau juga tau itu karena Mama-mu adalah sahabat Ibuku yang meninggal karena melahirkan ku. Apa kau keberatan aku memanggil Ibumu dengan panggilan Mama?" Yu Jie mengangkat alisnya.
"Tentu saja tidak, kau boleh bersikap seperti sebelumnya termasuk mencintaiku lagi," ujar Ang Cheng hati-hati dan penuh harap.
"Hahaha... haha..." Yu Jie malah tertawa, "Aku sudah katakan, cintaku untukmu sudah habis menjadi abu. Menurutmu abu bisa berubah menjadi arang lagi atau kayu utuh? Tidak! Jadi Tuan Lim, jangan membicarakan lagi cinta diantara kita. Itu tak akan pernah terjadi!" Yu Jie masih tertawa geli.
Tangan Ang Cheng mengepal, "Lalu untuk apa kau menikah denganku?!"
"Untuk menyiksamu dan wanita murahhan itu. Adikku yang selalu berpura-pura baik, mengatakan padaku untuk memaafkan nya karena dia tidak bisa menolakmu. Dia ikhlas aku menikah denganmu, asalkan aku tak melarang hubungan kalian. Dia selalu berwajah polos menangis di hadapan ku, mengatakan cinta kalian berdua murni. Ohh... aku sangat muak mendengarnya! Apa kau kira kau adalah lelaki pertama Li Mei? Ckckk.... kau lelaki bodoh." Bibir Yu Jie tersenyum mengejek lagi.
"Apa maksudmu, Li Mei mengatakan aku adalah lelaki pertamanya. Aku juga melihat darah perawan nya, apa kau ingin aku membenci Li Mei?"
"Hahaha... haha... sudahlah! Perutku sakit mendengar kebodohan mu, Tuan Lim. Tapi sebenarnya bisa saja aku kembali menyukaimu, asalkan..."
"Asalkan?" mata Ang Cheng kembali penuh harapan.
"Asalkan kamu menuruti semua keinginan ku, semuanya.... bagaimana?" kali ini Yu Jie menahan tawanya karena berhasil mengerjai Ang Cheng lagi. Lagipula dia tidak sudi kembali pada Ang Cheng, ia hanya ingin mempermainkan lelaki itu.
"Baiklah, aku setuju. Mulai sekarang, aku akan melakukan apapun keinginan mu, aku janji." Ang Cheng menjawab tanpa berpikir lagi.
"Kak Yu Jie, Kak Ang Cheng. Pagi..." wanita yang sedang dibicarakan datang.
Ang Cheng menoleh pada Li Mei, tatapan pria itu yang biasanya lembut menatap Li Mei kini terlihat dingin. Bibir Ang Cheng yang biasanya tersenyum bahagia saat bertemu Li Mei kini menipis sedang menahan emosi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Helen Nirawan
idihhh amit2 , laki model gini , tuh di pasar byk , sono lu cuci muka , cuci otak , gk mutu
2024-08-23
2
Syahrudin Denilo
wkwk lucunya
2024-08-15
0
Ririn Santi
jalan-jalan palamu!! hahaha.....
mestinya ditambah "peang" tuh
2024-04-04
0