Di sebuah cerukan koridor, tubuh Yu Jie tertahan dengan mulut di bekap. Ia bergegas mengeluarkan kotak jarum akupuntur nya, ingin menancapkan di tubuh Guan Lin namun ia mengurungkan nya saat melihat dari pantulan jendela seseorang yang ia kenali sedang di dorong dengan punggung yang di todong pistol.
Apa Guan Lin sedang menolong adiknya?
Yu Jie tak ada cara lain selain harus melawan dengan memelintir tangan Guan Lin, jika ditusuk jarum akan sangat berbahaya dan Guan Lin tak bisa menolong adiknya.
Grepp!
Tangan Yu Jie mencekal pergelangan Guan Lin dengan kuat, dengan satu gerakan ia melepas bekapan Guan Lin dari mulutnya lalu memiting tangan pria itu ke belakang punggung lalu mendorong tubuh bagian depan Guan Lin ke dinding.
"Kau tak perlu bersikap kasar padaku, aku tak akan berteriak... aku memihak mu! Adikmu sedang ditodong pistol oleh orang-orang itu, jangan pedulikan aku dan selamatkan adikmu sebelum semuanya terlambat! Luka di perut Jia Chan bisa terbuka kembali! Pergi!" Yu Jie menarik tubuh Guan Lin lalu mendorong tubuh Guan Lin ke depan seraya melepaskan cekalan di pergelangan pria itu. Ia berbalik pergi dari sana tak ingin ikut campur lebih dalam di antara masalah keluarga Kang dan musuhnya. Jangankan mengurus masalah orang lain, masalahnya sendiri sangat banyak.
Guan Lin terpelanting ke depan, refleks ia menahan tubuhnya yang didorong agar tidak terjatuh. Ia membalikkan tubuh ingin melihat kembali wajah wanita yang tidak diragukan lagi mempunyai ilmu seni bela diri tinggi, gerakan dan tenaga wanita itu sangat kuat dan terlatih.
"Siapa dia? Kenapa dia tau adikku tertusuk?"
"Arghh!"
Suara rintih kesakitan adiknya terdengar, Guan Lin kembali fokus dengan tujuan nya. Ia tergesa - gesa datang ke acara yang tidak ingin ia datangi, namun karena telepon ancaman ia bergegas datang.
"Aku datang! Lepaskan adikku!" berniat sembunyi - sembunyi menyerang tapi situasi terlanjur seperti itu lebih baik dia keluar dari tempat persembunyian.
"Lepaskan calon adik iparku! Biarkan dia pergi ke acara lagi, tinggalkan aku dengan calon suamiku," seorang wanita maju mendekati Guan Lin, jari dengan kuku panjang berwarna merah darah si wanita mengelus pipi Guan Lin. "Ahhh, aku merindukan wajah tampan mu ini sayang."
"Kakak," Jia Chan masih berdiri disana setelah dilepaskan.
"Pergilah! Kembali ke tempat acara!"
Jia Chan tak menunggu lagi, dia tau yang di inginkan wanita gila itu adalah sang kakak.
Guan Lin mengeraskan rahangnya, tatapan nya masih sedingin es yang belum mencair saat jari wanita gila itu menyentuh kulit wajahnya.
"Ayolah, Guan. Kamu terus menghindariku, aku hanya bermain-main dengan adikmu. Aku tak akan benar-benar menyakitinya," bisik Fen Lian, putri dari pemimpin perserikatan wilayah barat yang masih saling berseteru dengan wilayah timur. Sudah turun temurun perserikatan mereka bermusuhan, namun dari wilayah barat mengajukan aliansi pernikahan agar wilayah timur dan barat bersatu. Fen Lian sangat menyukai Guan Lin karena sikap pria itu yang dingin terutama wanita itu merasa Guan Lin akan sangat sempurna untuk menjadi pendamping nya, namun lain lagi dengan Guan Lin lelaki itu menolak mentah-mentah aliansi tersebut. Lebih baik kedua kubu terus bermusuhan daripada Guan Lin harus menikah dengan Fen Lian yang terkenal sebagai pembunuh wanita berdarah dingin.
"Aku sudah dengan tegas menolakmu, Nona Jiang. Satu lagi... saat kau menyentuh adikku, jangankan untuk menikah... aku tak sudi bicara dengan mu lagi. Jangan mengganggu orang-orang ku, keluargaku dan aku! Paham!" Guan Lin membalikkan tubuhnya lalu membersihkan wajahnya yang disentuh Fen Lian seolah yang menyentuhnya adalah belatung yang men jijikkan.
"Nona besar, Anda tidak mengejar Tuan Guan?" salah satu orang kepercayaan Fen Lian mendekat.
"Aku hanya ingin melihat respons nya, tak menyangka masih seperti sebelumnya. Tatapan penuh ji jik padaku, haha... sudahlah, aku akan kembali ke tempat acara." Fen Lian melangkah kakinya menuju ruangan acara masih dilangsungkan, dengan gaun malam membalut tubuh tinggi indahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Syahrudin Denilo
waduh
2024-08-15
0
Sandisalbiah
satu lagi wanita upnormal yg terobsesi dgn laki²...makin banyak aja deretan perempuan gak waras...
2024-01-26
7