Dengan tubuh gemetar si penyamar berlutut di lantai, Yu Jie sudah menduga itu adalah perbuatan Ibu tirinya. Ia segera menelepon Ming Na, panggilan nya di angkat Ibu tirinya.
"Ini aku, Yu Jie."
"Wah, apa suruhanku tak lolos darimu." Tebak Ming Na karena mendapat telepon dari Yu Jie.
"Sebenarnya apa maumu! Aku tak mengatakan pada siapapun tentang mu pada siapapun tapi kau berbuat nekat seperti ini. Di dalam catatan medis Papa, juga ada laporan tentang obat kimia berbahaya yang sudah lama terendap di tubuh Papa. Apa itu perbuatanmu juga?"
Sudah pasti tapi aku hanya ingin mendengar jawaban langsung dari wanita tua ini!
"Hahaha... kau pikir aku bodoh akan mengakuinya. Siapa tau kau merekam ucapan ku seperti kau merekam perbuatan Dun Ming keponakanku. Itu lah alasan aku mengirim penyamar itu, dia adalah salah satu pengganggu jika kau tak memberikan rekaman Dun Ming! Kau hanya sendirian Yu Jie, bahkan wajah dan sikapmu yang sudah berubah tak bisa selalu menjaga Ayahmu. Aku akan 'menyayangi' Ayahmu kalau kau tidak memberikan ku rekaman itu."
Gigi Yu Jie bergelemetuk menahan emosi, jika bisa membunuh orang dengan sembarangan dan tidak mendapat hukuman sudah bisa dipastikan ia akan membunuh Ibu tirinya lebih dulu.
"Bercerailah dengan Papa, lagipula kau sudah mengkhianatinya! Aku akan memberikan rekaman ini dan tak akan menganggu kehidupan mu. Mari hidup damai, Nyonya." Suara Yu Jie sarat akan kebencian.
"Baik, tapi kamu juga harus melepaskan Ang Cheng. Adikmu Li Mei sedang mengandung anak Ang Cheng, apa kamu ingin Li Mei menjadi istri kedua dan terus mengganggumu atau kamu melepaskan Ang Cheng? Keluarga Ang Cheng masih mempercayai ramalan itu, jadi harus kamu yang memutuskan ikatan. Kamu bersedia?" ujar Ming Na dengan nada puas.
"Baik, aku akan segera berpisah dari Ang Cheng. Aku akan bicara dengan Mama mertuaku, aku akan membujuknya. Puas?" tak ada lagi keraguan dalam hati Yu Jie, memang ia akui masih ingin berada di rumah Ang Cheng dan membuat sebuah neraka untuk lelaki itu. Namun, sepertinya ia akan bermain cantik dari luar rumah saja. Suatu hari kebusukan asli Li Mei akan terbuka di depan Ang Cheng sepenuhnya, jika tidak olehnya mungkin oleh orang lain dan saat itu hidup Ang Cheng dalam hal asmara atau pun hidupnya akan membuat lelaki itu kesakitan. Balas dendam akan masih berlanjut, tak ada ampun bagi siapapun.
"Pergilah membicarakan ini sekarang juga dengan Ibu Ang Cheng, lalu berikan rekaman Dun Ming padaku. Aku tak akan menyentuh Ayahmu selama kamu bekerja sama, aku janji."
"Baik."
Sambungan panggilan terputus.
Yu Jie menatap wajah pucat sang Ayah, dia sudah melakukan pengecekan dan jarum yang ia tusukan di dalam kantor Perusahaan untung nya berfungsi dengan baik pada tubuh sang Ayah. Di kehidupan sebelumnya, Ayahnya meninggal 17 hari setelah ia menikah kini tinggal tersisa waktu sekitar 13 hari lagi.
"Apa aku bisa menyelamatkan Papa di kehidupan sekarang?" Yu Jie merasa bimbang, apakah kematian sang Ayah bisa ia cegah, padahal Tuhan - lah yang mengatur segalanya.
Dengan sekali saja mempercayai Ming Na, Yu Jie pergi ke rumah sang Mama mertua. Rumah keluarga Lim, dengan disambut wajah ceria Nyonya Lim.
"Sayang," Nyonya Lim memeluk Yu Jie seolah Yu Jie adalah putrinya sendiri. "Lihat wajah dan rambut barumu, ini sungguh cantik. Mama sudah bilang agar kamu berpenampilan cantik seperti ini sejak dulu, tapi kamu selalu menolak karena ingin terus terlihat apa adanya kamu." Nyonya Lim mengelus sayang kepala Yu Jie.
"Ma, duduk yuk. Ada yang ingin Yu Jie omongin," karena sudah akrab, Yu Jie selalu berbicara dengan non-formal.
"Ada apa?" Nyonya Lim segera duduk dengan wajah khawatir, wanita cantik paruh baya itu juga belum mendengar tentang Ayah Yu Jie yang dirawat.
"Aku selama ini selalu bertahan dengan sikap Kak Ang Cheng yang selalu dingin padaku meskipun aku tunangan nya, aku menghargai kebaikan Mama padaku. Aku menyayangi Mama sudah seperti Ibu kandungku sendiri, Mama tau itu kan?"
Wajah Nyonya Lim seketika murung, ia jelas tau putranya tak pernah menginginkan Yu Jie menjadi istrinya, bahkan selalu ingin memutuskan hubungan pertunangan. Namun, kekek Ang Cheng selalu bisa menolak keinginan sang cucu untuk berpisah dari Yu Jie, karena ramalan mengatakan jika Ang Cheng memutuskan hubungan dengan keluarga dari marga Tan yaitu keturunan Ibu Yu Jie maka bisa dipastikan kemalangan akan terjadi pada keluarga Lim. Dengan penolakan dan ancaman sang kakek yang akan mengeluarkan Ang Cheng dari silsilah keluarga, akhirnya Ang Cheng bersedia melanjutkan hubungan dengan Yu Jie bahkan sampai menikah.
"Yu Jie, ada apa sebenarnya? Kalian sudah menikah, sudah menjadi suami istri. Apa ada sesuatu yang terjadi pada kalian?" cemas Nyonya Lim.
"Aku ingin bercerai dari Ang Cheng, secepatnya."
Saat perkataan itu terucap, wajah Nyonya Lim sangat buruk. Matanya menatap tak percaya karena Yu Jie sendiri yang meminta bercerai bahkan bukan Ang Cheng. Karena sejak beberapa hari lalu menikah, Ang Cheng tak pernah lagi mengungkit ingin berpisah dari Yu Jie. Namun kini....!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Khairul Azam
dgn km nurutin ibu tiri km emang ibu tiri km akan berhenti menyakiti km, bego juga yu ji 🤭🤭🤭
2024-11-18
0
Shinta Dewiana
kenapa enggak di tusuk jarum aja tu si ibu tiri...biar cacat
2025-03-04
0
-☾𝓶𝓸𝓸𝓷._.𝓵𝓲𝓰𝓱𝓽☽-
ck percaya sama jalang 🗿
2025-01-17
0