Di ruang kerja Ang Cheng, Yu Jie duduk santai di sofa dengan menumpuk kedua kakinya. Wanita itu tak terlihat terintimidasi sedikit pun dengan keberadaan Ang Cheng yang bersedekap berdiri di pinggir meja dengan menatap tajam Yu Jie.
"Apa sebenarnya mau mu, Yu Jie? Kamu bilang alasanmu menikah denganku karena ingin menghancurkan ku, lalu kamu memberiku kesempatan asal aku menuruti semua permintaan mu. Sekarang baru beberapa hari kamu mengatakan nya, kamu berubah pikiran dan malah ingin bercerai. Aku tidak mengerti apa yang kamu inginkan!" Ang Cheng meninggikan nada suaranya, berniat mengintimidasi Yu Jie.
Namun wanita yang di intimidasi malah terus tersenyum seolah sedang melihat pertunjukan yang menyenangkan.
"Ang Cheng, apa kamu tidak ingat saat aku mengatakan semua itu sebelum Li Mei mengatakan dia hamil anakmu? Saat aku menguping pembicaraan kalian di meja makan, saat itu aku memutuskan untuk berpisah darimu," Yu Jie bahkan masih bersikap santai seolah pembicaraan mereka berdua tak ada hubungan dengan nya lagi, seolah mereka benar-benar sudah berpisah.
"Apa kau pikir aku akan menceraikan mu?! Tidak akan!"
"Kenapa, Ang Cheng? Katakan alasan mu tidak ingin menceraikan ku? Apa karena aku sudah bukan lagi wanita culun, lugu, dan bodoh? Apa kamu ingin mempertahankan pernikahan ini karena perubahan ku? Iya?" alis Yu Jie terangkat, meledek Ang Cheng.
Ang Cheng menggertakkan giginya, perkataan Yu Jie memang tepat sasaran. Ia berjalan ke arah Yu Jie namun sesuatu melayang ke arah nya dari jari-jari tangan Yu Jie. Jarum! Ang Cheng belum sempat menghindar, jarum - jarum itu terkena bagian tubuh depan nya.
Yu Jie hanya menguji ketangkasan tangannya saat latihan wushu, melempar dengan sembarangan jarum - jarum itu. Entah itu akan mengenai organ vital yang bisa membunuh Ang Cheng, ia tak perduli.
"Kamu... arghhh... Yu Jie... apa yang kamu lakukan..." tubuh Ang Cheng roboh ke lantai, seluruh tubuhnya gemetar hebat. Darah tiba - tiba keluar dari mulutnya, matanya membelalak.
Yu Jie masih berwajah santai, tak ada kekhawatiran. Ia bangun dari duduknya berjalan mendekati Ang Cheng yang terduduk di lantai dengan darah mengalir dari mulutnya. Yu Jie memeriksa posisi jarum - jarum yang menancap di tubuh Ang Cheng, ternyata satu menancap di bagian jantung.
"Tetap diam! Aku akan menusuk jarum untuk menghentikan pendarahan, atau kau akan mati. Aku tak segan-segan lagi padamu, Ang Cheng. Kau sudah mengkhianati ku di kehidupan ku sebelumnya sampai aku mati, sekarang seharusnya aku juga membiarkan mu mati!" suara Yu Jie penuh rasa sakit dan dendam.
"Ja... ngan... Yu... Jie... aku tidak mengerti apa yang ka... mu... katakan... tapi lepaskan aku..." suara Ang Cheng melemah.
"Aku akan melepaskan mu, tapi cepat urus surat perceraian kita. Aku muak terus bersama dengan mu! Kau bisa menikah dengan wanita idaman mu, menikah dengan Li Mei wanita yang sangat kamu cintai itu! Mengerti?!"
Ang Cheng mengangguk lemah.
Yu Jie bergegas melakukan akupuntur di sekitar jantung Ang Cheng, menancapkan di titik chi yang bisa menghentikan pendarahan. Lalu jarum yang tertancap di jantung lelaki itu ia mencabut nya dengan hati-hati, tusukan jarum tak terlalu dalam tapi mengenai bagian luar jantung.
"Tunggu 30 menit, duduk terus seperti ini jangan berbaring. Kalau kau berbaring di lantai aliran darah akan kacau dan kau tetap akan mati, mengerti!"
Sekali lagi Ang Cheng mengangguk, pikirannya tertuju pada kemampuan Yu Jie yang baru ia tahu. Selama ini ia memang tak pernah perduli pada Yu Jie, jangankan mengetahui keahlian Yu Jie dengan jarum-jarum akupuntur bahkan warna atau makanan kesukaan Yu Jie pun ia tak mengetahuinya.
Aku memang lelaki bodoh! Telah menyia-nyiakan wanita sehebat Yu Jie! penyesalan timbul dalam hati Ang Cheng namun itu semua sia-sia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ᭄
nyesel lah, membuang berlian hanya untuk batu kerikil
2024-10-16
2
Nia Risma
ya ya ya,,penyesalan emang selalu datang di akhir,,ya bener lah di akhir,,kalo di depan namanya pendaftaran....
semangat yu jie buat bales dendamnya
2024-10-03
0
Helen Nirawan
makan tuh piaraan lu , dasar , gk penting
2024-08-23
0