Saat Yu Jie menunggu penanganan pada sang Ayah, Ibu tiri dan adik tirinya datang bahkan ditemani suami 'tercinta' nya Ang Cheng.
"Yu Jie..." Ang Cheng melembutkan suaranya, mendekati Yu Jie sedikit terkejut karena rambut hitam indah sang istri berubah berwarna merah namun tetap tak mengurangi kecantikan Yu Jie dan malah terlihat energik dan kuat.
"Kamu datang," pura - pura Yu Jie, wajahnya tak terlihat lemah sedikit pun. Ia menoleh menatap sang adik tiri lalu Ibu tirinya, lalu tersenyum lemah. "Ibu, Papa pasti akan baik-baik saja."
Nyonya Huang, Ming Na menangis lalu memeluk tubuh Yu Jie. "Kamu ternyata belum mati, jangan berani mengatakan tentang aku pada siapapun. Atau aku akan membunuh Ayahmu, tentunya mencoba membunuh mu kembali." Bisik Ming Na di telinga Yu Jie, lalu ia menangis histeris. "Huuuu... suamiku sungguh malang. Tuhan, jangan ambil suamiku... huuu..."
Jadi dia memperlihatkan wajah aslinya padaku tapi masih berpura - pura, apa wanita ini ingin dianggap baik oleh Ang Cheng! Apa bagusnya Ang Cheng! Hanya lelaki pengkhianat busuk dan sama busuknya dengan putrimu Li Mei dan juga kamu wanita tua! Batin Yu Jie muak.
"Sabar ya, Papa pasti bisa melewati semuanya." Yu Jie menepuk - nepuk punggung Ibu tirinya lalu melepaskan pelukan mereka, saling bersandiwara dengan tujuan masing-masing.
"Kapan kamu pulang dari desa? Kenapa tidak pulang?" Ang Cheng duduk di samping Yu Jie dengan penuh perhatian, tatapan menusuk dari Li Mei bahkan diabaikan Ang Cheng.
"Pagi ini, langsung ke Perusahaan Papa karena merindukan nya. Aku tak menyangka Papa akan mengalami serangan jantung," Yu Jie tak menolak saat Ang Cheng menyentuh tangan nya, hatinya masih sanggup menahan sentuhan Ang Cheng yang menjijjikkan itu.
Ruang UGD terbuka, para paramedis keluar. Dokter bicara beberapa patah kata, lalu tubuh Tuan Huang yang berada di atas brankar pasien di dorong ke ruangan rawat yang sudah dipesan Yu Jie.
Yu Jie tak ingin meninggalkan sang Ayah di pengawasan Ibu tirinya, ia terus menjaga sang Ayah meskipun tubuhnya merasa kelelahan. Ang Cheng pamit untuk kembali ke Perusahaan dengan diikuti Li Mei yang berwajah marah, Ming Na pun pergi berkata akan melihat situasi Perusahaan dan Yu Jie yakin wanita ib lis itu ingin memeriksa atau menghilangkan bukti Cctv. Saat ia merekam sembunyi di belakang sofa pun pasti ada dalam rekaman Cctv tapi Yu Jie tak ingin memikirkan nya. Ia juga sudah mengirim rekaman ke email-nya saat Dun Ming memaksa Ayahnya, rekaman itu akan aman jika sewaktu - waktu ponselnya akan dirampas Ming Na.
Saat merasa tubuhnya sedikit lelah,Yu Jie menusukkan beberapa jarum ke beberapa titik di tubuhnya yang bisa menyegarkan tubuh, setelah satu jam ia mencabut jarum - jarum dari tubuhnya dan merasa segar kembali.
Tok
Tok.
Tok
"Ya."
Pintu terbuka dari luar, itu adalah seorang pria berseragam perawat yang ingin memeriksa. Namun, Yu Jie menyipitkan matanya melihat sesuatu yang aneh dari cara perawat itu ingin mengganti infus. Terkesan gugup, dan kakinya bergetar.
Yu Jie berdiri dari kursi, mengambil dua jarum bergegas menancapkan di pembuluh pengatur di bagian dalam tulang belakang dan di saluran lainnya di sepanjang garis tengah perut pembuluh konsepsi pada si penyamar.
"Jangan mencoba untuk bergerak kabur, jarum yang aku tusukkan bisa menghambat Qi mu! Kalau kamu bergerak setiap bagian tubuhmu akan kesakitan, bahkan jarum ini akan membuat bagian bawah milikmu menjadi kasim. Katakan siapa kamu? Beraninya menyamar jadi perawat!" ancam Yu jie.
Wajah si penyamar mulai memerah, efek dari jarum sudah mulai menyebar. Si penyamar merasakan tangan nya mulai kebas, alat - alat medis yang ia bawa di sebuah nampan berjatuhan seiring tubuh yang semakin melemah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Ari Peny
smoga d bikin pemeran yg kuat
2024-11-10
0
Yoni Hartati
semoga bisa misnah kan ibu tiri dan kerabat nya
2024-10-24
1
Nia Risma
bagus yu jie,,bertindak mencegah lebih baik
2024-10-03
0