Saat kembali dua jam kemudian setelah Yu Jie berhasil menjual beberapa emas, Jia Chan sudah menghilang. Tidak ada lagi keberadaan pemuda itu, ada rasa gelisah karena ia tak menjaga Jia Chan namun ia juga sedang bersembunyi dan masih banyak hal yang harus dilakukan tak ada waktu mencari keberadaan pemuda itu dan hanya bisa mendoakan Jia Chan akan baik - baik saja.
Yu Jie bergegas pergi ke Perusahaan sang Ayah, menyamar menjadi cleaning service. Segera pergi menuju office sang Ayah dengan mendorong trolley besar berisi peralatan pembersih.
Sekertaris menatap sekilas pada Yu Jie, melihat hanya seorang pekerja cleaning service yang datang wanita itu berkutat kembali dengan pekerjaannya.
Tok.
Tok.
"Masuk."
Yu Jie masuk masih memakai masker menutupi sebagian wajahnya, ia mendorong trolley menaruh catatan nomer ponsel dan pesan di atas meja sang Ayah. Ia berjaga - jaga jika Ibu tiri nya memeriksa Cctv ruangan kantor Ayah nya.
Yu Jie membuka sedikit masker saat sang Ayah berbalik menatap nya, saat mata sang Ayah membelalak ia menaruh telunjuk di bibir lalu menarik kembali masker menutupi wajahnya.
Sang Ayah Zhu Huang Zhen membaca catatan yang diberikan sang Putri lalu mengangguk dan menyimpan catatan kecil itu ke dalam saku nya.
Yu Jie mulai bekerja membersihkan setiap sudut ruangan tanpa mencurigakan, apalagi keponakan Ibu tirinya ada yang berkerja di Perusahaan sang Ayah.
Tok.
Tok.
Tok.
"Ini aku, Dun Ming."
Dengan cepat Yu Jie mendorong trolley ke pojokan lalu bersembunyi di belakang sofa, Cctv pasti melihat gerakan mencurigakan nya tapi ia lebih tak ingin mengambil resiko dengan terlihat oleh Dung Ming.
Ceklek.
"Ada apa?" Tuan Huang melirik ke arah sofa merasa Yu Jie aman disana ia menoleh pada Dun Ming.
"Ini penting, Paman Huang harus segera menandatangani dokumen ini. Buyer obat-obatan ini akan datang nanti malam, aku harus menadapat tanda tangan mu." Dun Ming adalah sepupu Li Mei bermarga Chu.
"Aku sudah bilang, obat-obatan ini masih perlu di teliti dan dikembangkan. Aku tidak bisa menyetujui pembelian obat ini, aku menolak!" tegas Tuan Huang.
"Paman... apa kamu ingin putrimu mati? Aku sudah bilang, nyawa putrimu adalah taruhan nya. Dia memang sudah menjadi istri dari Ang Cheng dan menantu dari keluarga Lim. Tapi, apa kamu yakin orang-orang ku tidak mampu membunuh nya. Aku tau kau tergesa - gesa menikahkan Yu Jie karena ingin Ang Cheng dan keluarga Lim melindungi putrimu itu, tapi apa kau tau jika Ang Cheng sangat mencintai adik sepupuku dan sama sekali tidak mencintai putrimu? Ang Cheng dan Li Mei sudah lama bersama, meskipun Ang Cheng tunangan Yu Jie. Menurutmu, jika aku meminta Li Mei membujuk Ang Cheng. Suami dari putri tercinta mu itu akan mau melindungi Yu Jie?" ancam sepupu Li Mei bernama Dun Ming.
Seketika Tuan Huang memegang jantung nya, ia meremas kuat begitu kesakitan. Kabar tentang sang menantu yang berhubungan dengan Li Mei mengguncang nya. "Arghhh..."
"Ckkkckck... sepertinya aku harus memaksamu," bukan rasa kasihan melihat Tuan Huang terbelalak kesakitan, Dun Ming malah mendekat lalu menaruh cap di jari Tuan Huang lalu membubuhkan di kertas persetujuan.
"Selesai! Apa Paman ingin aku memanggil Dokter? Ups... tapi aku sedang sibuk! Aku pergi, Paman." Dengan senyuman lebar Dun Ming pergi keluar membiarkan Tuan Huang kesakitan.
Yu Jie mengepalkan tangan untung saja ia dengan cepat merekam semua perbuatan Dun Ming sejak lelaki bejat itu masuk ke dalam ruangan.Yu Jie berlari mendekati sang Ayah, bergegas melakukan pertolongan pertama untuk serangan jantung. Ia lalu mengambil jarum dan menancapkan di daerah yang bisa meringankan rasa sakit Ayahnya.
"Bertahan Ayah, aku akan mengamankan mu." Yu Jie berlari keluar berteriak pada sekertaris untuk memanggil ambulans.
Situasi berlangsung ricuh saat sang Presdir dibawa keluar Perusahaan dengan dibawa petugas Ambulans, Yu Jie yang tadinya ingin bersembunyi akhirnya tak ingin bersembunyi lagi. Ia membuka topi dan masker dari menyamarkan wajah, lalu ikut naik ke dalan ambulans.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
kejamnyaa
2025-03-04
0
Syahrudin Denilo
ohh ternyata begitu sadis
2024-08-15
0
Dewi Ansyari
Astaga 😱 semoga Ayah yu jie selamat
2024-08-02
0