Yu Jie selesai mencabut satu - persatu jarum dari tubuh Ang Cheng, lelaki itu berdiri dengan lemah berjalan dengan perlahan duduk di kursi kerjanya, ia memanggil Dokter melalui panggilan telepon nya. Ia terengah - engah masih merasakan rasa sakit dari tusukan jarum, matanya menatap tak mengerti pada Yu Jie yang terlihat begitu membencinya.
"Boleh aku bertanya?" tanya Ang Cheng, ia tak bisa hidup dalam penasaran setelah berpisah dari Yu Jie.
"Hm," Yu Jie hanya mengangguk, ia merapikan jarum - jarum di sebuah kotak kecil. Jika diteliti lebih seksama, mungkin ada ratusan jarum kecil atau lebih tersusun rapi di dalam kotak itu.
"Kenapa kamu begitu membenciku? Aku tak pernah menyakiti fisikmu, aku hanya mengkhianati mu. Namun dari sorot matamu, sepertinya kamu benar-benar ingin membunuhku. Apa ada sesuatu yang aku lakukan padamu dan aku melupakan nya?"
Tangan Yu Jie yang masih merapikan jarum - jarum nya terhenti, lalu ia menutup kotak itu dan memandang Ang Cheng masih dengan tatapan benci.
"Meskipun aku menjawab mu, kau tidak akan mengerti apa yang aku katakan. Karena otakmu terlalu kecil untuk melihat dunia dengan baik, seseorang sepertimu yang menyepelekan dan selalu membutakan hati tak akan pernah mengerti. Satu yang pasti, kebencian ku padamu tak akan pernah berakhir. Aku menghormati keluarga Lim, tapi tidak denganmu. Jika suatu hari kamu mati di tanganku, ingat saja... jika di satu kehidupanku kamu juga pernah membunuhku meskipun tidak dengan tangan mu sendiri. Sekarang segera urus surat-surat cerai, segera panggil pengacara mu. Mengenai apapun tentang pembagian harta atau apapun itu, aku tak menginginkan nya. Aku tak menginginkan sepeser pun uang darimu, paham?"
Otak Ang Cheng mencerna setiap patah kata yang terucap dari mulut Yu Jie, namun benar yang dikatakan wanita yang sebentar lagi akan berubah status menjadi mantan istri itu jika ia tak mengerti apa yang dikatakan Yu Jie.
"Yu Jie, aku sungguh menyesal telah menyia-nyiakan mu. Sejak kita bertunangan sampai kita menikah, aku akui aku tak pernah memikirkan mu apalagi perhatian padamu. Aku minta ma--"
Tangan Yu Jie terangkat, ia tak sudi dengan semudah itu Ang Cheng meminta maaf padanya. "Aku tak ingin mendengar permintaan maaf mu, karena itu tak pantas keluar dari mulut mu. Kamu seseorang yang tak pantas menerima pengampunan dariku, jadi jangan pernah meminta pengampunan dariku sampai kau mati."
Yu Jie berdiri dari duduknya, merasa perbincangan mereka sudah selesai. Ia menatap ke arah pintu, ia tau jika Li Mei sedang menguping di balik pintu di luar ruangan.
"Li Mei, masuklah. Jangan menguping lagi," ujar Yu Jie seraya membuka pintu dari dalam.
Yu Jie melihat Li Mei tertegun karena tertangkap basah. Tanpa menunggu kemunafikan Li Mei saat bicara, Yu Jie melangkah lebar pergi menuju kamarnya untuk membereskan barang-barang yang ia bawa dalam satu koper dan tak butuh waktu lama ia pergi dari kediaman Ang Cheng menuju rumah Ayahnya untuk bertemu Ming Na Ibu tirinya.
Di ruangan kerja, Ang Cheng sedang bicara dengan seorang pengacara melalui telepon seraya menunggu Dokter datang untuk memeriksa tubuh yang terkena jarum - jarum.
Li Mei sejak tadi duduk menunggu Ang Cheng selesai bicara melalui telepon, bahkan lelaki itu sedikit pun tak menatap ke arahnya seolah dia manusia kasat mata yang tak diinginkan di ruangan.
"Ya, begitu. Istriku memang tak meminta apa-apa, dia tak menginginkan uang sepeserpun. Tapi aku masih ingin mengejar nya dalam proses perceraian kami, mungkin saja aku bisa meraih hatinya sebelum perceraian di sah kan. Jadi, tuliskan di syarat-syarat perceraian kami setengah kekayaan ku untuk Yu Jie. Mengerti?" bibir Ang Cheng tersenyum, ia tak akan kapok meskipun nyawanya hampir melayang di tangan Yu Jie, ia akui salah di awal tapi tak menutup kemungkinan jika ia berubah menjadi lebih baik Yu Jie akan kembali berpaling padanya.
Amarah Li Mei tersulut mendengar percakapan Ang Cheng dan pengacaranya di saluran telepon. Ia mengambil pisau di wadah buah, "Lebih baik aku mati! Aku akan mati dengan a nak ini! Kau keterlaluan Kak!" histerisnya mulai menekan pisau ke perge langan tangan.
Ang Cheng tertarik kembali pada kenyataan, masih ada wanita gila yang menempel padanya. Sejak pikiran nya terus tertuju pada Yu Jie, bahkan ia tak menghiraukan kehadiran Li Mei yang sejak tadi berada di dekatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
bagus tu maunya biar aja li mei bunuh diri...biar otak ming na jalan...
2025-03-04
0
Helen Nirawan
najis gk tau diri , ada ya laki model gini , issshh , byk2 bertobat lu , dasar banci kaleng preettt
2024-08-23
3
Syahrudin Denilo
kasian juga ang Cheng
dia kan belum melakukan kejahatannya pada Yu jie diposisi ini
2024-08-15
0