Dalam semalam Yu Jie kaya mendadak, ia bisa mulai melakukan pemeriksaan pada darah nya yang mempunyai antibodi. Ia akan menolong siapapun yang terkena virus, ia akan membuat sebanyak mungkin antivirus.
Pertama - tama dia harus kembali ke kota tanpa diketahui, suruhan para penjahat yang membakar rumah berniat membunuhnya pasti akan melaporkan dia terjebak dalam rumah dan terbakar. Ia harus mengamankan diri lebih dulu untuk beberapa hari ke depan, juga untuk mencari kesempatan bertemu Ayah nya.
Saat datang ke desa Yu Jie naik kereta api, sekarang itu terlalu beresiko. Ia harus mengganti pakaian nya lebih dulu dengan pakaian praktis, ia salah memakai dress tanpa berlengan apalagi sekarang sudah malam hari.
"Aku harus berjalan mencari toko lebih dulu," Yu Jie memasukkan kotak di tangan nya yang berukuran sedang ke dalam tas lumayan besar yang ia bawa.
Dengan menenteng tas dan wajah hitam karena hasil dari kebakaran, Yu Jie terus berjalan menyusuri jalanan desa yang masih familiar untuknya.
Sekitar 20 menit, Yu Jie sampai di toilet umum yang sudah hampir masuk ke daerah dalam kota. Ia masuk ke salah satu toilet umum di dekat toko, lalu mencuci wajah dan lengan putih nya yang menghitam.
Setelah dirasa bersih dan enak terlihat, ia keluar melangkah menuju toko. Mencari celana dan kaos serta jaket dan topi, tak lama ia menemukan barang yang ia inginkan lalu membayar dengan uang cash.
Yu Jie kembali ke dalam toilet mengganti pakaian nya, kini ia merasa puas melihat penampilan berbeda darinya. "Aku harus membeli pewarna rambut, merah sepertinya bagus. Biarkan warna rambut alami hitam ku istirahat untuk sementara waktu, aku harus tampil beda untuk mengacaukan mereka."
Yu Jie mencari toko yang menjual pewarna rambut, setelah mendapatkan nya ia mewarnai di salah satu penginapan yang ia sewa malam itu untuk tidur. Ia juga mengobati luka bakar ringan di siku, hanya memerah tak terlalu parah tapi tetap saja terlihat kontras dengan warna kulit putih nya.
Saat selesai mewarnai rambut, kini wajah Yu Jie terlihat berbeda dengan rambut barunya. Ia terlihat nakal dan dingin. Tak ada lagi wajah Yu Jie yang lugu, tak ada lagi tatapan mata meratapi kemalangan nya.
"Aku harus kuat, aku harus kembali untuk menyelamatkan Papa dan membalas mereka. Kamu bisa, Yu Jie!"
Malam itu, Yu Jie tertidur namun mimpi buruk segera menghampirinya. Ia melihat jarum yang akan orang - orang kejam itu suntikan padanya, wajah - wajah bermasker dan tertutup pakaian medis berusaha membangunkan nya. Nafas Yu Jie tersengal - sengal, keringat membasahi tubuh nya. Akhirnya malam dengan mimpi buruk terus bergelayut pada Yu Jie sampai pagi tiba.
Pagi tiba lalu dengan rambut merah terang dan memakai topi menutupi wajahnya, Yu Jie menaiki taksi dari desa ke kota. Dengan uang yang tersisa sebelum menjual emas, ia menyewa sebuah motel. Ia tak ingin menginap di hotel dan dikenali para pemburunya, mungkin mereka masih beranggapan jika ia belum mati. Untuk berjaga - jaga dia harus melakukan nya.
Di kamar motel yang ia sewa Yu Jie sedang mengolesi luka bakar di siku yang terbilang ringan, ia mengolesi salep agar luka bakar tak melepuh.
Dugh!
Dugh!
Ada yang menggedor pintu, dahi Yu Jie mengernyit. Ia bangun dari kasur kecilnya, berjalan ke arah pintu mendengarkan.
"Siapa?" tanya Yu Jie waspada, belati yang ia beli sudah siap di tangan nya.
"To... long..." lirih orang diluar.
Yu Jie mendengar rintih kesakitan, ia membuka kunci dan mengintip sedikit. Seorang pria dengan luka di perut terlihat dari banyak nya darah sepertinya luka itu lumayan parah. Punggung si pria bersandar ke pintu, akhirnya Yu Jie membuka pintu dan menahan tubuh pria asing yang akan terjatuh ke lantai.
"To... lo... ng..." Lalu pria asing itu tak sadarkan diri.
Yu Jie menarik tubuh si pria ke dalam kamar motel yang berukuran kecil, sebelum menutup pintu ia mengambil lap untuk membersihkan darah di lantai depan pintu kamar. Setelah selesai ia menutup pintu dan mengunci nya kembali.
Tak!
Tak!
Suara sol sepatu beradu lantai berlarian semakin dekat ke arah kamarnya.
"Aku melihat nya lari kesini! Gedor pintu kamar ini!" teriak seseorang di depan pintu kamar Yu Jie.
Yu Jie berlari ke kamar mandi, membuka pakaian atasnya. Ia kembali ke kamar memakai selimut menutupi bagian tubuh atas telanjang nya. Mengacak rambut nya, ia juga menarik kaos yang dikenakan si pria lalu menutup tubuh si pria asing yang terbaring di ranjang dengan selimut lain nya sebatas da da dan memposisikan tubuh pria itu menyamping.
"Buka...!!!"
Ceklek.
"Ada apa Tuan?" Yu Jie berwajah polos.
Orang diluar menatap penampilan Yu Jie yang berantakan seperti sedang melakukan hal intim, lalu melongok ke dalam melihat ada lelaki dengan tubuh atas yang telanjang tertutup selimut berbaring menyamping membelakangi pintu.
"Kami salah kamar," ujar orang yang memeriksa.
"Tidak apa-apa," dengan cepat Yu Jie menutup pintu dan menguncinya lagi.
"Kenapa hari ini banyak kejadian tak terduga!" gerutu Yu Jie, di kehidupan baru ia benar - benar mengalami hal berbeda dari kehidupan sebelumnya.
Kini bahkan Yu Jie harus terlibat dengan pria asing yang anehnya ia merasa familiar dengan wajah pria yang terbaring terluka di ranjang kecil yang hanya muat untuk satu orang itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
seruuu
2025-03-04
0
tuti raniati
👍
2024-09-06
0
Helen Nirawan
ini novel drama ato mafia seh , kok si yu jie di kejar2 , aneh kyk cerita mafia 🤔🤔
2024-08-23
0