Malam harinya setelah makan malam bersama di Mansion utama, kini Romeo dan Juliet kembali menuju Paviliun mereka. Mereka tidak sadar sejak tadi kedua tangan mereka saling bertautan seolah tidak ingin terpisah.
Romeo berjalan menuju meja belajar untuk mengerjakan tugasnya, ia akan mencoba mendengarkan saran Juliet untuk menjadi cucu yang Oma inginkan. Juliet tersenyum ketika melihat Romeo begitu serius mengerjakan tugasnya.
"Apabila ada yang tidak kau mengerti tanyakan saja kepadaku," ucap Juliet dan di setujui oleh Romeo.
Keduanya kini terlihat semakin dekat, tidak bertengkar lagi seperti awal pertemuan mereka. Tiba-tiba saja Juliet yang baik hati menawarkan sesuatu kepada Romeo.
"Apa kau mau ku buatkan susu hangat?" tanya Juliet.
Romeo tersenyum menyeringai mendapatkan tawaran yang ia sukai itu, ia tiba-tiba saja merasa pusing.
"Bu Guru, aku butuh di isi ulang," rengeknya manja.
Seperti biasa bocah nakal ini selalu meminta ciuman ketika ia kehilangan tenaga untuk berkonsentrasi. Juliet pun mendekatkan wajahnya dengan wajah Romeo, entah siapa yang memulai kini keduanya berciuman.
Kedua lidah mereka saling membelit, entah mengapa suasana kamar ini menjadi panas. Belum lagi kini tangan Romeo mulai nakal menyusup meraba sesuatu di balik piyama istrinya.
"Aku mau yang ini, ini lebih hangat bagiku," pinta Romeo dengan nakal mulai membuka kancing piyama Juliet.
Oh astaga, sepertinya ia salah menawari Romeo minuman. Kini ia terjebak dengan ucapannya sendiri, Romeo kembali menikmati milkshake melon favoritnya. Tubuh Juliet meliuk-liuk karena merasa ada getaran aneh ketika lidah Romeo bermain di sana seperti bayi.
Sumpah demi apa, otaknya saat ini berkhianat dari sang pemilik. Juliet tiba-tiba saja menginginkan yang lebih dari ini namun tidak mungkin ia memintanya. Lagi pula mereka sepakat untuk tidak melewati batas sampai perceraian terjadi.
Romeo kembali memakaikan piyama Juliet setelah aktivitasnya selesai. Ia tidak ingin Juliet kembali sakit, Romeo memeluk Juliet sambil mengusap lembut puncak kepala istrinya.
"Tidurlah," ucap Romeo dan Juliet pun mulai memejamkan kedua matanya setelah aktivitas tadi membuatnya menjadi mengantuk.
Romeo masih harus menyelesaikan tugasnya yang masih belum selesai karena tergoda oleh Juliet.
Keesokan harinya, pagi ini Romeo dan Juliet bangun terlambat. Keduanya bergegas berlari menuju kamar mandi, Romeo memilih untuk memakai kamar mandi ruang tengah. Karena tidak mungkin ia akan mandi bersama Juliet. Bisa-bisa ia akan terkena amukan Juliet apabila ia masuk ketika dirinya sedang mandi.
Saking terlambatnya mereka tidak sempat sarapan, Juliet membawa sandwich buatan Mom Cinta untuk mereka. Ia pun menikmati sarapannya di dalam mobil sambil menyuapi Romeo.
"Aduh! mana ada rapat para guru pagi ini," ucap Juliet merasa khawatir ia akan terkena amukan seniornya.
"Masih ada lima belas menit lagi, kita pasti sampai," timpal Romeo begitu yakin.
Juliet kembali menyuapi Romeo, sementara Romeo mempercepat laju kendaraannya. Ia menunjukkan botol tumbler yang berada dalam pelukan Juliet, namun Juliet tidak paham.
"Susu," ucap Romeo singkat namun terdengar horor di telinga Juliet.
"Kita kesiangan ini kamu masih sempet-sempetnya pengen itu," protes Juliet sambil memukul lengan suaminya.
"Susu yang di dalam tumbler Juju, kamu udah ketagihan ya ternyata," Romeo terkekeh melihat wajah Juliet yang memerah karena salah paham.
Sumpah demi apa Juliet saat ini rasanya ingin menghilang ke planet lain, ia merasa malu karena salah memahami maksud Romeo. Akibat terlalu sering terkena jebakan Romeo ia menjadi susah mengartikan apa yang dimaksud suaminya. Otaknya kini mulai terkontaminasi oleh Romeo.
Beberapa menit berlalu mereka datang tepat waktu sampai sekolah. Namun, Juliet lupa ia masih berada di dalam mobil Romeo. Sementara di luar sana begitu banyak murid berkeliaran.
"Enggak usah takut, bilang aja enggak sengaja ikut nebeng sama aku di tengah jalan," usul Romeo ketika melihat Juliet begitu ragu keluar dari mobil suaminya.
Mendengar ucapan Romeo, akhirnya Juliet keluar dari mobil bersama dengan Romeo. Ia berpura-pura mengucapkan terima kasih kepada suaminya agar tidak membuat semua orang curiga.
"Romeo terima kasih atas tumpangannya ya," ucap Juliet dengan senyum yang terpaksa.
"Iya Bu, sama-sama" balas Romeo. Dan. Juliet pun bergegas melenggangkan kakinya menuju ruang guru.
Juliet tidak terkena masalah karena ia datang tepat waktu, Romeo benar-benar membantunya kali ini.
Saat jam istirahat Romeo melihat Pak Reno terus mendekati Juliet. Juliet pun terlihat biasa saja ketika berbincang dengan Pak Reno membuat Romeo sedikit kesal. Pasalnya ia tidak boleh berdekatan dengan wanita lain selama mereka belum bercerai.
Ketika Juliet berjalan sendirian, Romeo menarik tangan Juliet agar masuk ke dalam ruangan kosong gudang sekolah. Juliet membelalakkan kedua matanya ketika melihat Romeo yang nekat membawanya ke gudang.
"Kau? Bagaimana kalau ada yang melihat?" tanya Juliet merasa was-was.
"Aku mau protes padamu," sewot Romeo dengan tatapan tajam.
"Kau mau protes apa?" tanya Juliet selidik.
"Kau melarang ku untuk dekat dengan wanita lain sebelum kita berpisah, tapi kau sendiri sepertinya asyik banget ya ngobrol sama Pak Reno," Romeo mencebik kesal.
"Itu hanya sikap ramah kepada rekan kerja Romeo," jawab Juliet menjelaskan.
"Oh.. berarti kalau ramah kepada cewek lain aku pun boleh ya?" tanya Romeo sengaja memancing.
"Tidak bisa! Kalau kamu ujung-ujungnya ngemodusin anak gadis orang," protes Juliet tidak terima.
"Berarti kau pun tidak boleh dekat dengan pria lain, Bu Guru " timpal Romeo kesal.
"Baik-baik, aku akan menjauhi Pak Reno," akhirnya Juliet mengalah daripada masalah semakin panjang.
Romeo pergi begitu saja dengan wajah kesal, Juliet pun ikut keluar setelah Romeo keluar dari gudang agar tidak ada yang mencurigai mereka.
Waktu terus berlalu, tak terasa kini waktunya jam pulang sekolah. Juliet sangat terkejut ketika melihat pria yang berada di depan sekolah saat ini. Ia tersenyum kepada pria itu, siapa lagi kalau bukan sang kakak tericnta Marvel.
Marvel sangat merindukan Juliet, ia tidak tahu di mana Juliet tinggal sekarang. Oleh karena itu Marvel sengaja berkunjung ke sekolah Juliet. Juliet menghampiri Marvel lalu memeluknya, sama halnya dengan Marvel, ia pun sangat merindukan kakak yang selalu membela nya itu.
"Kenapa tidak mengabariku?" tanya Juliet.
"Aku tidak tahu no ponselmu yang baru," jawab Marvel sambil mengacak-acak rambut Juliet.
Juliet lupa apabila ia kehilangan ponselnya ketika tragedi terjadi. Dan kini ia memakai ponsel pemberian Romeo.
Romeo dan dua sahabatnya berjalan menuju parkiran mobil mereka. Pandangan mereka kini tertuju kepada dua insan yang sedang saling tertawa bersama. Dan yang membuat Romeo semakin terkejut adalah dengan siapa Juliet sedang bercanda.
"Marvel?".
.......
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
☠༄༅⃟𝐐🧡 𝐌ɪ𝐌ɪᵇᵒʳⁿᵉᵒ㋛ᵗⓂ
kakak ipar ku musuh bebuyutan ku, judulnya
2023-09-21
1
☠༄༅⃟𝐐🧡 𝐌ɪ𝐌ɪᵇᵒʳⁿᵉᵒ㋛ᵗⓂ
kirain yang didalam tumbler aslinya ya buu..
2023-09-21
1
☠༄༅⃟𝐐🧡 𝐌ɪ𝐌ɪᵇᵒʳⁿᵉᵒ㋛ᵗⓂ
bukankah malah tambah hilang konsentrasi.. 🙄🙄
2023-09-21
1