Romeo terkekeh melihat ekspresi Juliet, akhirnya ia dapat membuat Juliet merasa kesal. Sepertinya Romeo kini telah menemukan mainan barunya, ia berjalan sambil bersiul keluar dari kamar mereka.
Malam harinya, seperti biasa Romeo dan geng Alexis sudah berada di arena balap. Romeo, Regan dan Felix adalah anak-anak broken home yang membangun Alexis bersama. Dengan dipimpin oleh Romeo anggota mereka kini semakin banyak.
Meskipun selalu berada di jalanan namun mereka tidak pernah membuat kerusuhan dimana pun. Romeo dan yang lainnya kini sudah berada di garis start.
Terdengar suara segerombolan sepeda motor yang bersiap di garis start. Pandangan mereka kini tertuju kepada bendera yang baru saja dikibarkan sebagai tanda pertandingan di mulai.
Kendaraan mereka pun melaju dengan pesat saling mendahului. Seperti biasa posisi terdepan dipimpin oleh raja jalanan ketua geng Alexis. Di susul dengan dua sahabatnya dibelakang, hingga saat ini belum ada satu orang pun yang dapat mengalahkan kehebatannya menguasai jalanan.
Persaingan semakin seru saat rivalnya berusaha menyusul pemimpin geng Alexis. Dia adalah Marvel saingan besar Romeo di jalanan. Ketua geng Mars selalu ingin berusaha menggeser posisi Romeo menguasai jalanan.
Persaingan semakin sengit, keduanya tidak ada yang mengalah. Keduanya sama-sama kuat, keduanya sulit untuk di kalahkan. Terdengar suara sorak para pendukung Romeo dan juga Marvel yang terus memanggil nama mereka.
Sudah sangat lama keduanya tetap mempertahankan posisi mereka. Tak lama kemudian Romeo tersenyum menyeringai ia mempercepat laju kendaraannya agar Marvel tidak dapat menyusulnya. Beberapa menit kemudian Romeo berhasil sampai di garis finish sebagai pemenang.
Seperti biasa lagi-lagi Marvel kalah dari Romeo, ia mendengus kesal melihat semua orang begitu memujanya. Terlihat jelas senyum mengejek terukir dari sudut bibir pemuda itu. Marvel mengepalkan tangannya melihat sikap sombong Romeo.
"Tunggu pembalasan gue!" gumam Marvel kesal.
Kedua sahabat Romeo, Regan dan Felix datang menghampiri Romeo setelah mereka memarkirkan kendaraan mereka. Mereka memberikan selamat kepada sahabat mereka yang lagi-lagi memenangkan pertandingan.
"Selamat bro!" ucap Regan sambil berjabat tangan ala mereka.
"Lo udah tahu kan siapa yang bakal menang," jawab Romeo dengan nada sombong.
"Lo liat muka Marvel yang lagi-lagi kalah," balas Felix diiringi gelak tawa yang lainnya.
"Dia enggak kapok kalah dari gue sepertinya," timpal Romeo dengan angkuh.
Tengah malam, Romeo berjalan mengendap-endap memasuki Paviliun. Tiba-tiba ia terkejut ketika melihat seorang wanita berambut panjang mengenakan gaun tidur berwarna putih.
"Aaaarrrhhhhgggghhh!" teriak keduanya ketika saling berhadapan. Romeo yang menyadari apabila wanita itu adalah Juliet dengan cepat menutup mulutnya.
"Berisik!" bisik Romeo yang tidak ingin ada yang tahu apabila ia pulang malam hari.
"Lagian kenapa sih Ibu malem-malem gini keluar kamar?" lanjutnya lagi dengan suara pelan.
"Aku mau ambil minum," jawab Juliet apa adalah.
"Seharusnya aku yang bertanya kamu kemana aja pulang jam segini?" kini Juliet balik bertanya kepada suami tengilnya itu.
"Idih kepo, mau jadi istri beneran ya?" goda Romeo lalu berjalan masuk kedalam kamar mereka.
Romeo melepaskan pakaiannya, menyisakan boxer yang ia pakai. Wajah Juliet memerah melihat itu semua, ia bergegas merebahkan tubuhnya di atas sofa. Ia harus cepat tertidur agar ia hari esok cepat datang, dan ia tidak berada satu kamar dengan Romeo.
Romeo tersenyum menyeringai melihat ekspresi Juliet, ia dan Juliet masih berpikir bagaimana caranya agar pernikahan mereka berakhir. Pasalnya ia sangat yakin Oma Alexa tidak akan melepaskan Juliet begitu saja.
Terlebih Juliet tidak memiliki kekasih yang dapat dijadikan alasan agar mereka dengan cepat berpisah. Sedangkan Romeo, meskipun ia memiliki banyak kekasih namun tidak ada wanita yang menjadi kriteria yang cocok untuk Oma Alexa.
Keesokan harinya sekolah libur, Romeo saat ini sedang berenang. Juliet berjalan menghampirinya, ia berniat untuk meminta izin kepada suaminya itu. Hari ini ia ingin menemui kakaknya Marvel, sejak mereka menikah ia belum bertemu lagi dengan Marvel.
"Hey, Roh halus! Aku mau pergi sebentar ya menemui kakakku," ucap Juliet yang saat ini sudah berpakaian rapi.
Juliet nampak cantik dengan dress yang ia kenakan, rambutnya ia ikat kesamping membuat ia terlihat lebih muda. Tidak akan ada yang menyangka apabila Juliet adalah seorang guru, karena ia saat ini terlihat seperti remaja seumuran dengan Romeo.
"Bantuin aku naik dulu dong!" pinta Romeo sambil mengulurkan tangannya ke atas.
Juliet menerima uluran tangan Romeo, namun ia tidak menyangka apabila suaminya malah menariknya masuk ke dalam kolam renang.
BYURRRR!!
"Kau??" gertak Juliet sambil menatap tajam kepada Romeo.
Romeo hanya tersenyum menyeringai karena lagi-lagi ia berhasil mengerjai Juliet.
Kini Juliet basah kuyup karena ulah suami tengilnya itu, ia mendengus kesal melihat wajah tampan dosa Romeo. Ia mengejar Romeo dan terus memukulinya di dalam kolam.
Bukannya marah, justru Romeo tertawa sambil memeluk sang istri di dalam kolam. Keduanya saling bertatapan, Juliet dapat merasakan hembusan nafas suaminya. Ia merasa malu karena kini posisi mereka sangat intim, Romeo baru menyadari apabila istrinya sangatlah cantik.
Tiba-tiba lamunan mereka ambyar ketika mendengar suara laknat yang baru saja datang. Siapa lagi kalau bukan dua sahabat sedengnya, Regan dan Felix yang tiba-tiba berdehem melihat mereka.
"Kayaknya kita datang di waktu yang salah," ejek Felix langsung disetujui oleh Regan.
Juliet bergegas melepaskan pelukan Romeo, Romeo keluar dari kolam lalu ia membantu Juliet untuk naik. Romeo mengambil kimono lalu menutupi tubuh Juliet yang kini sudah basah kuyup karenanya.
Ketika Juliet sudah berdiri di tepi kolam, ia kembali mendorong Romeo sehingga Romeo kembali masuk kedalam kolam. Romeo mendengus kesal karena sekarang Juliet berhasil mengerjainya balik.
Regan dan Felix pun tergelak tawa melihat tingkah mereka berdua. Jarang sekali mereka melihat ada wanita yang berani seperti itu kepada Romeo.
Juliet pergi begitu saja meninggalkan Romeo dan kawan-kawannya.
"Kalian ini pasangan unlimited yang beda dari yang lain," ucap Felix terkekeh.
Regan yang paling cool saja ikut tergelak melihat Romeo diperlakukan seperti itu oleh guru mereka. Di dalam kamar Juliet mendengus kesal, karena ulah Romeo ia tidak jadi pergi menemui kakaknya.
Setelah menghubungi sang kakak apabila ia datang terlambat, ternyata tiba-tiba saja Marvel harus pergi bekerja. Oleh karena itu ia membatalkan pertemuannya dengan Juliet siang ini, sumpah demi apa rasanya Juliet ingin mencekik Romeo saat ini.
"Hati-hati lho, sekarang kalian saling benci. Nanti kalian saling membucin," tutur Felix tak ada hentinya ia menggoda Romeo.
"Lo sekarang jadi cenayang ya? Dari kemarin lo menasehati gue mulu udah kayak orang tua jaman dulu," ketus Romeo.
.......
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Dyah Oktina
kok romeo broken home...bukannya punya kel bahagia ya..
2025-01-05
1
🍭ͪ ͩ🍒⃞⃟🦅𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯𝐀⃝🥀
Jahilmu bakal bikin puyeng ntar...da bikin nagihhhh🤭🤭🤭
2023-09-22
2
🍌 ᷢ ͩꋬꋪᶦ_❄ ⁰¹
udah jadi istri beneran yaa cuman yaa belum di reyen aja🤣🤣🤣
2023-09-20
0