Manik mata Juliet menerjap, kepalanya terasa berat. Handuk kecil yang ditaruh di atas keningnya terjatuh karena pergerakan Juliet. Ia terkejut ketika melihat Romeo tertidur sambil memegang wadah berisi air, Juliet melihat handuk kecil yang terjatuh tadi. Apa Romeo sejak tadi mengompresnya? Ia tadi merasa tidak enak badan dan terus menerus bersin. Setelah itu Juliet tidak ingat apa-apa lagi.
Ia tidak menyangka Romeo begitu peduli kepadanya, Juliet membangunkan Romeo. Ia merasa kasihan Romeo tertidur seperti itu, lagipula hari masih gelap. Romeo membuka kedua matanya ketika dibangunkan oleh Juliet, melihat Juliet terbangun ia merasa senang.
Ia mengecek suhu tubuh Juliet, membuat Romeo terlihat manis Dimata Juliet saat ini.
"Kau sudah merasa baikan?" tanya Romeo dan dijawab anggukan kepala oleh Juliet.
"Kau lapar tidak? Aku akan hangatkan makanan untukmu," tanya Romeo lagi.
Belum sempat Juliet menjawab tiba-tiba perutnya mulai berdemo. Seharian ini ia belum makan apapun membuat perutnya berdemo sangat keras. Romeo terkekeh, ia lalu berjalan keluar kamar sambil membawa makanan yang diberikan oleh Mom Cinta tadi siang.
Karena masih tengah malam, Romeo tidak mungkin membangunkan pembantunya. Ia pun menghangatkan makan itu sendiri, setelah selesai ia kembali membawa sup hangat beserta nasi ke dalam kamar mereka.
Romeo dengan telaten menyuapi Juliet, Juliet merasa tidak enak disuapi seperti ini oleh muridnya. Ia hendak mengambil makanan itu dan memakan sendiri namun Romeo melarangnya.
"Tidak apa, biar aku saja! Seharian ini kau pingsan pasti kau tidak memiliki tenaga," timpal Romeo sambil menyuapi Juliet.
Sejak awal bertemu bocah nakal bergelar suaminya ini tidak pernah memanggilnya dengan sebutan Bu. Ia merasa perbedaan usia mereka yang tidak jauh membuatnya lebih nyaman memanggil tanpa panggilan Bu.
"Terima kasih Romeo, kamu udah ngerawat aku," tutur Juliet ketika Romeo selesai menyuapinya.
"Besok tidak usah pergi ke sekolah, nanti Mommy yang meminta izin kepada pihak sekolah," ucap Romeo.
"Tapi..," belum sempat Juliet melanjutkan ucapannya Romeo mengajaknya untuk kembali berbaring.
Ia menyelimuti tubuh Juliet dengan selimut tebal, Romeo memeluknya. Juliet merasa sikap Romeo kali ini begitu hangat, entah perasaan apa yang jelas saat ini Juliet merasa nyaman berada dalam dekapan bocah nakal ini.
Sama halnya dengan Juliet, entah mengapa ia tidak tega melihat wanita yang kemarin-kemarin sangat ia benci jatuh sakit. Ia merasa wanita ini membutuhkan perlindungan darinya, meskipun ia terlihat kuat dari luar namun dari dalam ia begitu rapuh.
Tiba-tiba Juliet kembali teringat ketika ia pingsan ia tidak mengenakan pakaian, dan kini ia sudah berpakaian. Apakah Romeo yang memakaikannya pakaian?
"Tunggu dulu, siapa yang memakaikan ku pakaian?" tanya Juliet dengan nada ketus.
"Aku," jawab Romeo dengan mata terpejam.
"Kau tidak melakukan apa-apa kan kepadaku saat aku pingsan?" tanya Juliet selidik. Romeo kembali mengingat proses skin to skin yang ia lakukan tadi.
"Sedikit," jawab Romeo masih dengan mata terpejam.
Manik mata Juliet membelalak mendengar ucapan suaminya. " Kau!!".
"Jangan melotot kepada pria yang seharian ini merawatmu, kau tahu betapa sulitnya aku menahan godaan sang melon yang sejak tadi melambai-lambai," cerocos Romeo mempererat pelukannya.
Wajah Juliet memerah mendengar ucapan Romeo, ia membenamkan wajahnya dalam dekapan pria itu. Keduanya kembali melanjutkan tidur mereka.
Pagi harinya, Regan dan Felix datang ke Paviliun Romeo pagi-pagi sekali. Mereka lupa apabila Romeo kini sudah menikah, mereka masuk begitu saja ke dalam kamar Romeo. Mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat pagi ini. Dengan cepat Regan dan Felix keluar lalu menutup pintu secara perlahan.
"Pantesan betah banget dia di rumah, bos kita sekarang lagi asyik main rumah-rumahan," celetuk Felix.
"Awalnya aja enggak mau, tapi sekarang mereka asyik pelukan," timpal Regan.
Bi Ijah membawakan minuman untuk kedua sahabat Tuannya, Regan dan Felix pun mengucapkan terima kasih kepadanya.
Di dalam kamar, Juliet terbangun ketika mendengar sesuatu. Namun ia melihat tidak ada siapapun di dalam kamar selain ia dan suaminya. Juliet membangunkan Romeo, pagi ini Romeo harus ke sekolah. Bukannya bangun ia malah membenamkan wajahnya ke dalam dada Juliet.
Entah modus atau kini tempat itu menjadi tempat favoritnya, yang jelas Romeo malas untuk membuka kedua matanya. Juliet memukul lengan Romeo membuat Romeo auto terbangun.
"Galak banget sih ngebangunin suami, ngebangunin suami tuh yang mesra yang manis," protes Romeo sambil mengerucutkan bibirnya.
"Udah cepetan nanti kamu terlambat!" sewot Juliet mendorong Romeo agar cepat masuk ke dalam kamar mandi.
"Iya, iya bawel," ketus Romeo lalu berjalan malas menuju kamar mandi.
Juliet mempersiapkan perlengkapan Romeo, pagi ini tubuhnya merasa lebih baik. Sebaiknya ia pergi ke sekolah daripada diam di rumah sendirian.
Tak lama kemudian Romeo keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang lebih segar, Juliet pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
"Jangan tidur sambil berendam lagi, kali ini aku enggak tanggu jawab kalau aku ngapa-ngapain ya," goda Romeo berteriak sambil tersenyum cengengesan.
Ia lalu segera berpakaian, Romeo yang sudah bersiap bergegas keluar dari dalam kamar. Ia terkejut ketika melihat Regan dan Felix sudah duduk santai sambil menikmati sarapan yang dibuat oleh Bi Ijah.
"Ngapain kalian pagi-pagi udah diem di sini?" tanya Romeo dengan sorot mata yang tajam.
"Dih! sombong dia mentang-mentang udah punya bini kita enggak boleh dateng kemari," sewot Felix.
"Iya, lama banget kalian bangun. Semalem abis ngapain sih? Jangan-jangan lo udah ngerasain enak jadi ketagihan ya," sahut Regan ikut memprotes Romeo.
"Dasarr bangkkkee!! pagi-pagi kalian cuma komen kayak netizen," cetus Romeo mendengus kesal.
Beberapa menit kemudian Juliet baru saja keluar dari kamar mereka dengan penampilan yang sangat rapi. Romeo mengkerutkan keningnya melihat Juliet berpenampilan seperti hendak pergi mengajar.
"Mau ke mana?" tanya Romeo posesif.
"Kerja lah!" jawab Juliet singkat dan jelas.
"Kan udah kau bilang enggak usah kerja, kamu harus istirahat dulu," protes Romeo kesal.
"Diem di rumah bosan, aku kerja aja ya," pinta Juliet sedikit memohon.
"Enggak bisa, hari ini dilarang masuk kerja. Yang nurut kek jadi istri," ketus Romeo terdengar bijak.
"Cie..cie .. aa Romeo mulai posesif," goda Felix membuat Regan ikut tergelak bersama.
"Bi, jangan biarin Juliet keluar Paviliun ya. Kalau nakal kasih tau Oma aja," teriak Romeo lalu pergi bersama Regan dan Felix.
Ia sempat mengecup kening Juliet sebelum berangkat ke sekolah. Oh astaga benarkah pria yang barusan mencium keningnya adalah Romeo suaminya? Kesurupan apa dia pagi ini ia terlihat manis tidak menyebalkan seperti biasanya, pikir Juliet.
.........
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
🏡 ⃝⃯᷵Ꭲᶬ🇩ᵉʷᶦ ₘₑₙₜₐᵣᵢ⑅⃝ᷟ◌ͩ🌀🖌
kesurupan jin tomang 🤭
2024-06-21
1
🍭ͪ ͩ🥂⚖🍒⃞⃟🦅uncel putu👻ᴸᴷ
wadaaaaau enggak sempit itu anuu romeo 🤣🤣🤣
boleh juga sisi romantisnya 🏃🏻🏃🏻🏃🏻🏃🏻
2023-09-22
1
🍌 ᷢ ͩ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦 ~ Ꮢнιєz ~
meo oohh meo.. mana ada melon melambai-lambai.. yang ada emang otakmu yang udah encuumm dari orok🤣🤣
2023-09-20
1