Romeo berjalan menelusuri koridor kelas bersama Regan dan Felix. Ia sejak tadi menggerutu karena melihat kedekatan Juliet dengan Pak Reno.
"Udah, akui aja lo jealous pea!" ejek Felix sambil merangkul pundak sahabatnya.
"Enggak ada ya dalam kamus seorang Romeo jealous, gue cuma ngerasa enggak adil aja. Gue enggak boleh dekat sama para gadis sementara dia dengan bebas haha hihi dengan pria lain," kilah Romeo.
Regan hanya terdiam tidak menimpali pembicaraan mereka. Tiba-tiba pandangan mereka tertuju pada Juliet yang sedang bercanda dengan pria lain di depan sekolah.
"Lagi sama siapa tuh, Bu Juliet?" tanya Felix sengaja memanasi Romeo yang sedang jealous agar semakin panas.
Juliet tidak menyadari sejak tadi suaminya memperhatikan dirinya yang sedang bercanda gurau dengan sang kakak di depan sekolah. Namun betapa terkejutnya Romeo ketika ia melihat dengan siapa Juliet berbicara sangat akrab.
"Marvel?".
Mereka melihat Juliet ikut menaiki motor sport Marvel, mereka pun pergi begitu saja meninggalkan area sekolah.
"Mau kemana mereka?" tanya Felix yang tidak mendapatkan jawaban dari siapapun karena Romeo bergegas masuk ke dalam mobilnya untuk mengejar Marvel.
Regan dan Felix pun ikut menyusul Romeo, mereka khawatir apabila akan terjadi perkelahian antara mereka. Apalagi tadi Romeo sangat marah ketika musuhnya itu membawa istrinya pergi.
Ada hubungan apa sebenarnya antara Juliet dan Marvel sehingga mereka terlihat begitu akrab?
Motor sport Marvel berhenti di sebuah taman kota, ia ingin melepaskan rindu bersama Juliet di sana. Di sana adalah tempat favorit mereka sejak kecil, sejak kecil Juliet dan Marvel sering bermain bersama. Itu sebabnya Ibu Marvel dan Ayah Juliet menjadi semakin dekat.
"Kamu sekarang tinggal di mana?" tanya Marvel kepada Juliet ketika mereka duduk di bangku taman kota.
"Aku tinggal di rumah suamiku, aku lupa alamatnya di mana. Yang jelas daerah kawasan elit, tenang saja Kak! mereka semua baik kepadaku," cerocos Juliet mengulum senyum.
"Maafkan aku tidak tahu kejadian malam itu, andai aku tahu mereka berniat menjebak mu aku pasti akan menghentikannya. Kau harus menikah dengan pria yang tidak kamu cintai," tutur Marvel merasa bersalah.
"Tidak apa-apa Kak, aku tahu. Mungkin ini sudah takdir yang harus aku lalui, di sana aku mendapatkan begitu banyak cinta dari banyak orang. Semua orang menyayangiku, bahkan suamiku yang menyebalkan saja selalu peduli kepadaku," ucap Juliet.
Ketika Marvel hendak memeluk Juliet tiba-tiba saja Romeo datang memukul Marvel. Juliet sangat terkejut ketika melihat Romeo tiba-tiba memukul kakaknya.
"Hey! Kapten Amerika, berani sekali kau memeluknya?" sentak Romeo marah.
"Atas hak apa kau melarangku memeluknya?" sewot Marvel dengan sorot mata yang tajam.
"Dia istri gue!" tegas Romeo sambil menarik lengan Juliet agar ia berpindah ke sisinya.
Marvel membelalakkan kedua matanya mendengar ucapan yang baru saja keluar dari mulut musuh besarnya itu.
"Istri??" ucap Marvel membeo.
"Iya, mau apa lo? Jangan berani-berani dekat-dekat bini gue," ketus Romeo mencebik.
"Dia kakakku," sahut Juliet dengan nada pelan.
Romeo terkejut mendengar ucapan istrinya, sama dengan Romeo. Regan dan Felix yang baru saja datang terkejut mendengar ucapan Juliet.
"Apa? Kakak?" kali ini Romeo yang shock.
Romeo merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar, namun mengapa ia melihat tatapan Marvel kepada Juliet berbeda. Seperti bukan tatapan seorang kakak kepada adiknya.
"Sebaiknya kita pulang!" ajak Romeo menarik lengan Juliet dengan kasar.
"Lo enggak bisa bawa Juliet pergi gitu aja Romeo!" gertak Marvel dengan nada tinggi.
"Gue suaminya, gue lebih berhak daripada lo," ketus Romeo lalu membawa Juliet menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari taman.
Juliet menatap Marvel dengan tatapan sendu, Marvel yang hendak mengejar dihadang oleh Regan dan Felix.
"Lo enggak usah ikut campur urusan rumah tangga mereka," sarkas Regan dengan sorot mata yang tajam.
"Dia adik gue," sewot Marvel marah.
"Tapi sekarang dia istri Romeo, Romeo lebih berhak daripada lo," tandas Felix lalu mendorong Marvel agar menjauh.
Juliet sangat ketakutan ketika Romeo melajukan kendaraannya dengan sangat cepat. ia belum ingin mati muda bersama pria menyebalkan di sampingnya ini.
Romeo menghentikan kendaraannya setelah sampai pekarangan Paviliun, ia menatap Juliet dengan tatapan tajam. Entah perasaan apa ini yang jelas ia tidak suka ketika Juliet berdekatan dengan pria lain.
Romeo melepaskan sabuk pengamannya lalu ia mulai mencium bibir Juliet dengan kasar. Juliet merasa terkejut dengan serangan dadakan Romeo. Terlebih saat ini ia menciumnya dengan sangat kasar membuat bibir Juliet sedikit membengkak.
Juliet mendorong tubuh Romeo, Romeo menatap Juliet yang saat ini membuang muka. Ia tidak ingin melihat Romeo saat ini, Romeo saat ini begitu menakutkan.
Romeo kembali duduk di kursi kemudi, ia kembali melirik istrinya. "Kau keterlaluan Romeo, kau menyakitiku," ucap Juliet tanpa mau melihatnya.
"Kau egois, kau sendiri yang mengatakan untuk tidak berdekatan dengan lawan jenis. Tapi kau yang melanggarnya," gertak Romeo kesal.
"Tapi dia kakakku," jawab Juliet yang kini menatapnya dengan tatapan tajam.
"Tetap saja dia seorang pria," jawab Romeo sedikit canggung.
"Cemburu mu tidak beralasan Roh halus," ejek Juliet kesal.
"Si..siapa bilang aku cemburu? Aku hanya merasa tidak adil, aku tidak boleh berhubungan dengan wanita lain sementara kau bebas bersenda gurau dengan pria lain," cerocos Romeo mengelak.
"Silahkan apabila kau bersikeras ingin berhubungan dengan wanita manapun,aku enggak peduli!" pungkas Juliet sangat marah.
"Oke kalau begitu," balas Romeo.
Keduanya keluar dari mobil dengan raut wajah yang masam. Baik Romeo maupun Juliet kini kembali mengibarkan bendera perang.
Saat makan siang bersama pun mereka berdua tidak ada yang berbicara sama sekali. Membuat seluruh keluarga saling menatap satu sama lain seolah penasaran dengan apa yang terjadi diantara mereka.
"Aku pamit duluan, terima kasih semua," pamit Romeo lalu pergi begitu saja.
"Ada apa Juliet?" tanya Mom Cinta penasaran.
"Entahlah Mom, ia marah ketika melihatku pergi bersama kakakku," jawab Juliet membuat mereka semua tergelak.
"Kenapa kalian semua malah tertawa?" tanya Juliet yang merasa aneh ketika melihat mereka malah tertawa.
"Ini pengalaman langka Kak, Kak Romeo saat ini sedang cemburu," sahut Tiffany di sela tawanya.
"Iya, cuma dia gengsi mengakuinya," timpal Belle.
Juliet hanya terdiam, tidak mungkin Romeo mulai menyukainya. Bukankah mereka bertekad untuk berpisah?
"Dia mirip banget sama Daddy nya kalau lagi cemburu, enggak mau ngaku," celetuk Mom Cinta terkekeh.
"Opa nya pun sama seperti itu," sambung Oma Alexa.
"Berarti sifat gengsi mereka menurun dari Opa ya Oma?" tanya Mom Cinta dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Oma Alexa.
.......
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗 gomawo
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
☠༄༅⃟𝐐🧡 𝐌ɪ𝐌ɪᵇᵒʳⁿᵉᵒ㋛ᵗⓂ
buah jatuh tak jauh dari pohonnya..
2023-09-21
1
🍭ͪ ͩ🍀⃟ᏽꮲ𐑈•ꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
kalo cemburu bilang aja bang napa,, bukan marah² mulu
2023-09-21
1
𝐃𝐞𝐠𝐚𝐧
marvel kaka tiri kah🤔
2023-09-20
1