Waktu terus berlalu, Juliet baru saja keluar dari kelas. Jam menunjukkan waktu untuk beristirahat, semua siswa beramai-ramai menuju kantin sekolah.
Meskipun Juliet selalu bersikap baik kepadanya, namun Romeo tetap selalu menjahili sang guru. Ia selalu senang menggodanya membuatnya tidak nyaman berada di sekolah dan dirumah.
Seperti saat ini ia menarik Juliet ke dalam gudang kosong di sekolah. Karena lagi-lagi Juliet menghukumnya, bagaimana tidak? Romeo sering kali membuat ulah oleh karena itu Juliet menghukumnya agar ia jera.
"Kalau Bu Guru berteriak, aku cium!" ancam Romeo.
Juliet membelalakkan kedua matanya, murid yang satu ini benar-benar berani. Ia melepaskan tangan Romeo yang menutupi mulutnya.
"Kau tidak sopan bersikap seperti itu kepadaku Romeo," bentak Juliet dengan sorot mata yang tajam.
"Kau kan sekarang istriku jadi aku bebas melakukan apapun kepadamu," timpal Romeo dengan santai.
"Dasar anak nakal!" cetus Juliet dengan kesal.
"Kau tidak tahu, Bu. Anak nakal ini bisa membuat anak juga," celetuk Romeo membuat Juliet rasanya ingin menggetok kepala bocah nakal ini agar tidak semakin melantur.
"Romeo, sebaiknya kau keluar dari ruangan ku sekarang juga sebelum aku memberikanmu hukuman lagi," ancam Juliet dengan tegas.
"Kau mengibarkan bendera perang kepadaku Bu Guru? Kau cantik, tapi sayang kau menyebalkan," tutur Romeo.
Ia bangkit dari duduknya lalu berjalan mendekati Juliet, Juliet berjalan mundur ketika murid durjananya terus mendekatinya. Bahkan kini punggungnya sudah tersudut di dekat tembok.
"Berani kau mendekat, aku tak segan-segan menendang mu," ancam Juliet terlihat serius.
Tendangan Juliet terbaca oleh Romeo, ia menangkap kaki Juliet membuat Juliet merasa tidak seimbang dan Juliet pun terjatuh menimpa Romeo. Kedua bibir mereka saling bertemu, untung saja mereka saat ini berada di dalam ruangan kerja Juliet sehingga tidak ada yang melihat.
Juliet bergegas bangkit untuk berdiri, ia tidak menyangka ciuman pertamanya terjadi dengan murid menyebalkan yang kini sudah menjadi suaminya.
Sementara Romeo memegangi bibirnya yang baru saja bertabrakan dengan bibir sang Guru. Ia tersenyum menatap wajah Juliet yang saat ini memerah karena peristiwa tadi.
"Wow! rasa Melon," celetuk Romeo tersenyum menyeringai.
"Kau benar-benar kurang ajar!" bentak Juliet.
"Bu Guru kenapa marah sama aku? Ibu yang baru saja mencium aku, dan aku saat ini adalah korbanmu Bu," balas Romeo mendramatisir.
"Aku tidak mau masuk ruangan Ibu lagi, Ibu sungguh telah menodai bibirku yang suci ini," sambung nya lagi sungguh sangat lebay ingin rasanya othor ikut menggetok kepala bocah satu ini.
Romeo pun keluar dari ruangan Juliet sambil tersenyum licik kepadanya. Sumpah demi apa Juliet sangat frustasi godaan terberat mengajar di sekolah ini adalah memiliki murid menyebalkan seperti Romeo.
"Dasar bocah gila," gumam Juliet kesal.
Kedua insan yang tidak saling akur itu sore ini sedang berkutat di dapur. Mereka hendak menyiapkan makanan untuk makan malam mereka. Pembantu yang membantu mereka mendadak tidak enak badan, oleh karena itu kini mereka yang memasak.
Bukannya membantu Juliet, Romeo malah mengacaukan segalanya. Ia membuat dapur semakin berantakan, ia membantu memotong sayuran dengan ukuran besar.
"Hey, anak manja! Apa kau saat ini sedang memasak untuk raksasa? Potonganmu kenapa besar sekali," ejek Juliet.
"Aku ini sangat bermurah hati, jadi siapapun yang memakan masakanku akan kenyang pada suapan pertama," balas Romeo terdengar santai.
"Yang ada nanti kita tersedak pada suapan pertama," timpal Juliet tidak mau kalah.
"Kalau kau ikut kontes memasak ku pastikan kau akan didepak pada babak pertama," imbuhnya sambil memotong kembali sayur yang dipotong oleh Romeo.
"Tapi sayangnya aku tidak berminat untuk ikut kontes memasak Bu, aku sudah kaya untuk apa ikut acara itu," saut Romeo penuh percaya diri.
Juliet memutar kedua bola matanya malas, sepertinya diam lebih baik daripada terus meladeni pria menyebalkan ini.
Tak lama kemudian makanan yang mereka masak kini sudah tersaji di meja makan. Juliet menyendokkan nasi untuk Romeo dengan sayur yang tadi mereka masak.
"Kau pandai memasak juga Bu? Aku yakin kita akan menjadi pasangan yang kompak saat membuat anak," celetuk Romeo membuat Juliet geram mendengarnya.
Ia menggetok kepala Romeo yang selalu berpikiran mesum dengan sendok. Romeo meringis kesakitan karena Juliet sangat galak seperti Oma Alexa.
"Apa hubungannya jago memasak dengan membuat anak? Kau pria aneh yang baru kutemui seumur hidup," sewot Juliet kesal.
"Dari masakanmu saja aku sudah dapat menduga kau handal dalam segala hal Bu," jawab Romeo dengan santai.
"Kasihan sekali diriku yang harus terjebak memiliki suami mesum dan menyebalkan sepertimu," ucap Juliet mendesis.
"Hari ini kau berkata seperti itu, suatu saat kau pasti akan merasa beruntung telah menikah denganku. Apalagi kalau kau sudah mencoba cacing Alaska kebanggaanku," cerocos Romeo panjang lebar.
"Itu tidak akan terjadi Romeo, kita harus berusaha mencari cara agar pernikahan ini berakhir," pinta Juliet terdengar serius.
"Terserah kau saja Bu!" tukas Romeo lalu kembali melanjutkan menikmati makanannya.
......
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Riana
sekarang gak mau🙄🙄entah esok hari😁
2023-10-12
3
🍭ͪ ͩ🍒⃞⃟🦅𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯𝐀⃝🥀
Pintar bnar kau mendramatisir.. semua perbuatan mu meoo🤣🤣🤣🤣
2023-10-12
4
🍀⃟🦘мєттα_ɳყαᶠᵉⁿⁱ 𒈒⃟ʟʙᴄ
yaah.. ternyata ciuman pertama ibu ma romeo. pantas jodoh.. jodohku sang perampas ciuman pertamaku.. 🤣🤣
2023-09-21
1