Juliet tercengang ketika mobil mereka memasuki area mansion keluarga Wijaya. Begitu banyak bangunan tinggi seperti dalam negri dongeng yang ia lihat. Ia semakin takjub ketika mobil yang membawa mereka berhenti di depan mansion utama. Di samping mansion mereka memiliki beberapa Paviliun mewah yang biasa digunakan untuk keluarga atau kerabat menginap dan salah satu nya akan menjadi hunian baru untuk Romeo dan Juliet.
Mereka keluar dari mobil, lalu berjalan mengikuti langkah Oma Alexa dan Opa Keenan. Juliet tidak percaya dengan apa yang ia lihat, kehidupannya kini berubah 180 derajat. Begitu banyak pelayan berbaris menyambut kedatangan mereka.
Juliet kini benar-benar merasa seperti dalam negri dongeng, di mana ia saat ini sedang menjadi pemeran utama. Juliet rasanya tidak ingin cepat terbangun dari mimpi indah ini.
Namun beberapa menit kemudian ia tersadar apabila pemeran utama pria nya adalah pria yang saat ini berada di sampingnya. Juliet membatalkan keinginannya, ia berharap semua ini hanya mimpi dan ia ingin cepat kembali ke dunia nyata.
"Welcome home kakak ipar!" ucap tiga gadis kembar menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang ke rumah Juliet, perkenalkan mereka adik-adik Romeo. Rose, Belle dan Tiffany," ucap Mom Cinta memperkenalkan triplets RBT kepada Juliet.
"Dan mereka kamu sepertinya kenal dengan twins J di sekolah kan?" tanya Mom Cinta sambil mengenalkan Twins J kepada Juliet.
"Iya, aku kenal mereka Tante, Junior dan Joycelin mereka murid terbaik di sekolah," jawab Juliet mengulas senyum.
"Jangan panggil Tante dong, panggil Mommy sama seperti Romeo memanggil Mommy. Kamu sekarang adalah bagian dari keluarga kami, kamu sekarang sudah menjadi putri Mommy juga," tutur Mom Cinta begitu ramah.
Juliet merasa terharu mendengarnya, ia merasa begitu dicintai. Ia merasa kasih sayang Mom Cinta begitu tulus kepada anak-anaknya.
"Mari kita tunjukkan tempat tinggal kamu dan Romeo," ajak Mom Cinta.
Oma Alexa dan Opa Keenan merasa lelah, mereka duduk bersantai bersama dengan Dad Key di ruang keluarga.
"Memang aku tidak tinggal di sini Mom?" tanya Juliet.
"Kamu dan Romeo akan tinggal di Paviliun sebelah mansion," jawab Mom Cinta.
Romeo begitu senang mendengar ucapan Mommy nya yang mengatakan apabila ia akan tinggal di Paviliun. Itu artinya ia akan terlepas dari pengawasan Oma Alexa dan ia akan bebas pulang malam.
"Hanya berdua dengan Romeo, Mom?" tanya Juliet seolah ia tidak ingin tinggal satu atap dengan muridnya.
"Iya, kalian kan sekarang sudah suami istri jadi kalian harus tinggal terpisah dari kami," sahut Mom Cinta sementara Juliet hanya tersenyum tipis.
Juliet sudah menduga ia akan merasakan penderitaan tiada akhir bersama Romeo. Juliet menatap sinis suaminya yang saat ini tersenyum menyeringai menatapnya. Ia sudah yakin apabila bocah itu akan membuat hari-hari nya semakin sengsara.
Mereka berjalan menelusuri koridor menuju Paviliun, Romeo mencoba merangkul Juliet. Ia begitu senang menggoda guru yang sekarang telah menjadi istrinya itu.
Juliet tercengang melihat keindahan Paviliun mewah tempat tinggal ia dan suaminya. Paviliun yang dulu di pakai oleh Mom Cinta dan Dad Key sebelum memiliki Romeo.
"Kalau kamu bosan, kamu boleh berkunjung menemui Mommy, Oma atau si kembar di Mansion utama," pungkas Mom Cinta.
Juliet menengok ke kanan ke kiri, ia hanya menemukan satu kamar. Tidak ada kamar tidur lain selain kamar tidur utama. Ia merasa aneh dengan Paviliun yang mewah ini memiliki banyak ruangan. Namun hanya ada satu kamar tidur, ia tidak mungkin akan tidur bersama Romeo.
"Mom, Apa di sini hanya ada satu kamar?" tanya Juliet sedikit sungkan.
"Iya, kalian kan sudah menikah. Kalian tidur di kamar yang sama, tidak mungkin kamu akan tidur bersama si kembar kan?" jawab Mom Cinta membuat si kembar yang sejak tadi mengikuti mereka terkekeh mendengarnya.
"Bolehkah aku tidur bersama mereka saja Mom, aku tidak mau tidur dengan Romeo," tolak Juliet.
"Dih, sekarang aja nolak Romeo. Nanti klepek-klepek sama ketampanan Romeo Wijaya aku enggak tanggung jawab ya," cibir Romeo begitu percaya diri.
"Ogah!" tolak Juliet.
Triplets RBT menertawakan kedua pasangan yang saling membenci itu. Mereka tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi dengan mereka berdua nanti.
Mom Cinta menyuruh Juliet untuk beristirahat, ia dan Triplets pergi meninggalkan sepasang pengantin baru itu berdua di dalam kamar. Juliet merasa kebingungan, semua barang-barang dan pakaiannya berada di rumah lalu sekarang ia akan memakai apa.
"Ehmmm..Romeo," panggil Romeo sedikit canggung.
"Iya ada apa istriku," jawab Romeo sengaja membuat Juliet merasa tidak nyaman dengannya.
"Berhenti menggoda gurumu ini Romeo," sarkas Juliet dengan ketus.
"Hey, kau lupa kalau sekarang aku ini suami mu yang wajib di hormati," celetuk Romeo dengan bangganya.
"Antar aku pulang, aku harus mengambil pakaianku di rumah," pinta Juliet.
Romeo mengajak Juliet menuju sebuah ruangan yang ada dalam kamar tersebut. Ia yakin, semuanya pasti dengan cepat dipersiapkan oleh Oma Alexa. Romeo membuka walk in closet membuat Juliet semakin merasa berada di negri dongeng.
Begitu banyak pakaian fashionable tertata rapi dalam ruangan itu. Bukan hanya pakaian saja, tas, sepatu bahkan aksesoris untuknya telah tersedia di sana.
"I..ini semua milik siapa?" tanya Juliet tergagap.
"Tentu saja Oma menyiapkannya untukmu, kau jangan terkejut seperti itu Bu Guru. Kau akan semakin terkejut ketika melihat tubuh atletis ku nanti," goda Romeo membuat Juliet bergidik ngeri membayangkannya.
Juliet memijat pelipisnya yang semakin pusing, ia harus mencari cara agar ia dapat terlepas dari pernikahan ini. Satu-satunya cara ialah ia mengajak Romeo untuk bekerjasama.
"Ehmm..Romeo, seharusnya kita bekerjasama agar kita dapat terlepas dari pernikahan ini," usul Juliet.
Romeo terdiam sejenak, sebenarnya ia pun tidak ingin menikah dengan wanita yang tidak ia cintai. Namun ia dapat merasakan tinggal terpisah dari Oma Alexa merupakan suatu kebebasan yang ia nantikan sejak dulu.
"Baiklah aku ikut saja," jawab Romeo santai.
"Kita harus membuat kesepakatan sebelum kita berpisah kau tidak boleh menyentuhku," pinta Juliet.
"Kau percaya diri sekali Bu Guru, siapa juga yang ingin menyentuhmu," cibir Romeo sambil bersidekap dada.
"Aku hanya mengantisipasi barangkali kau hilaf, aku tidak ingin kejadian tadi pagi kembali terulang," tandas Juliet mengingatkan.
"Baiklah, tapi ranjang ini hanya ada satu dan aku tidak mau tidur di sofa," sambung Romeo sambil duduk di tepi ranjang.
"Aku dapat tidur di mana saja," jawab Juliet dengan santai. Ia lebih baik tidur di sofa daripada harus bersama dengan Romeo.
"Baiklah Bu Guru, kita telah melakukan kesepakatan dan setiap kesepakatan harus ada stempelnya," ucap Romeo membuat Juliet mengernyitkan keningnya.
"Stempel apa maksudmu?" tanya Juliet tidak paham dengan ucapan Romeo.
Tiba-tiba saja Romeo mencium bibir Juliet, membuat Juliet membelalakkan kedua matanya. Ia lalu pergi begitu saja sambil tersenyum menyeringai.
"Dasar mesum!!" teriak Juliet.
...
Dad Key : Thorr, Romeo sebenarnya anak gue atau anak si soang Kavin sih? kenapa dia hobby sekali nyosor?
Othor. : Anak elu lah cuma dia murid sesat Kavin🤣
Dad Key : 😒😒😒
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
🍭ͪ ͩ🍒⃞⃟🦅𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯𝐀⃝🥀
Stempel yang bikin nagihh tentunya ya🤣🤣🤣
Bebas tergoda udah pasti tuhh🤣🤣🤣🤣
2023-09-20
3
🍌 ᷢ ͩꋬꋪᶦ_❄ ⁰¹
triplets nada dering yaaa 😁😁😁😁
2023-09-20
2
🍭ͪ ͩ⏤͟͟͞ R⃟ S͠ᴜʟʟɪꪤ🍒⃞⃟🦅
icip lagii
icip dikit sedikit lama2 ketagihan lho Romeo
2023-09-19
1