Romeo berjalan menghampiri kedua sahabatnya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Ia duduk di samping Regan yang selalu fokus dengan ponselnya, kalau Romeo begitu mencintai motornya sedangkan Regan sangat mencintai ponselnya.
Entah apa yang ia lihat dalam ponselnya, terkadang ia tersenyum sendiri seperti orang aneh. Berbeda dengan Felix yang memiliki jiwa bebas, ia satu server dengan Romeo yang selalu berganti pacar. Felix adalah sahabat Romeo yang paling sedeng, sepertinya ilmu yang diterapkan oleh Uncle Kavin sangat menempel kepadanya.
"Ada tantangan baru dari geng motor lain, mereka sepertinya penasaran bertanding dengan raja jalanan kita," ucap Regan terdengar serius.
"Siapa?" tanya Romeo selidik.
"Hiro dari geng Xiber, Marvel pun ikut bertanding nanti malam," jawab Felix sedikit ragu.
"Terus kenapa lo kayak ketakutan gitu?" tanya Romeo ketika melihat raut wajah sahabatnya.
"Lo tau kan Hiro selalu bermain curang, kalau pun kita menang anggota mereka pasti akan mengajak kalian bertempur. Akan terjadi perang besar sepertinya malam ini," tutur Felix.
"Terus lo mau gue mundur gitu? Mereka pasti bakal mengolok-olok kita," timpal Romeo.
"Masalahnya Oma Alexa selalu dapat mengetahui apabila kita melakukan tauran. Tempat itu akan ditutup oleh Oma Alexa apabila ia mengetahuinya," sahut Regan mengantisipasi.
"Sebisa mungkin kita enggak usah terlibat dalam perkelahian," jawab Romeo santai.
"Yaudah, yang penting gue udah mengingatkan ya? Persiapkan diri lo untuk pertandingan nanti malam," kata Regan.
"By the way, tadi lo mau ngapain guru kita?" tanya Felix mulai kepo.
"Apa sih lo kepo banget!" elak Romeo.
"Kalian mau..," ucap Felix terhenti sambil mempertahankan kedua tangannya seperti dua orang yang saling bercumbu.
Setelah kepergian Felix dan Regan, Romeo menghampiri Juliet yang sedang sibuk membuat minuman dengan wajah merenggut. Gara-gara Romeo menariknya kedalam kolam tadi ia tidak jadi bertemu kakaknya.
"Cie ada yang marah nih!" goda Romeo lalu merebut gelas jus yang hendak dibawa oleh Juliet.
Tiba-tiba saja Romeo memuntahkan jus yang baru saja ia minum itu. Ia mengernyitkan keningnya lalu mencium bau jus yang tidak enak.
"Jus apaan ini?" tanya Romeo kesal.
"Lagian maen rebut aja, ini jus pesanan Oma," ejek Juliet tergelak.
"Kau menertawakanku Buju?" tanya Romeo kesal melihat istrinya tertawa geli.
"Oh tentu saja, karena kau terlihat sangat bodoh!" lagi-lagi Juliet mengejek Romeo.
Romeo yang kesal menggelitiki Juliet, Juliet berlari karena takut di gelitiki lagi. Mereka saling kejar-kejaran di sekitar dapur, Juliet bahkan melupakan jus yang sedang di tunggu oleh Oma Alexa.
"Stop! Aku sampai lupa mengantarkan Jus pesanan Oma," protes Juliet menatap sebal kepada suaminya.
Juliet pun menuangkan sisa jus ke dalam gelas lalu membawa menuju Oma yang sedang berada di ruang baca.
Malam harinya Romeo sudah berada di arena balap bersama dengan para Alexis. Regan, Felix dan para pendukung mereka sudah berada di arena balap.
Romeo melihat Hiro dan juga Marvel berada di garis start bersama dengannya. Terdengar deru kendaraan mereka melaju dengan kencang ketika satu tembakan telah dilepas ke udara.
Pertandingan kali ini dipimpin oleh Hiro dan disusul oleh Romeo yang menyalip dari belakang. Hiro hendak menendang motor Romeo, namun Romeo bergegas menambah kecepatan kendaraannya.
Hiro mendengus kesal dibalik helm full face yang ia kenakan. Ia gagal membuat salah satu saingannya terjatuh, Hiro tidak tahu apabila Romeo dapat membaca pergerakannya.
Pertandingan semakin menegangkan di putaran terakhir, Romeo, Hiro dan Marvel masih saling mengejar posisi pertama. Tak lama kemudian mereka telah sampai di garis finish dengan Romeo yang menjadi pemenang.
Hiro merasa tidak terima dengan kekalahannya, ia melemparkan helm nya ke sembarang. Hiro lalu berjalan menghampiri Romeo, ia lalu memukul wajah Romeo dengan sangat keras.
Bugh!
"Brengksekk lo!" geram Romeo.
Romeo marah, ia hendak membalas pukulan Hiro namun dihentikan oleh Regan. Regan dan Felix berusaha menahan Romeo agar ia dapat menahan emosinya. Karena apabila Oma Alexa mengetahui semua ini, bukan hanya teman-temannya saja yang menjadi sasaran sang Oma namun tempat ini pun pasti akan ditutup olehnya.
Hiro tersenyum mengejek ketika melihat Romeo dan teman-temannya hendak meninggalkan arena balap.
"Pengecut lo! Takut lo sama gue, cemen banget," ejek Hiro lalu tertawa mengejek.
Romeo tersulut emosi berlari membalas pukulan Hiro. Hiro terpental kebelakang ketika menerima pukulan dari Romeo.
"Udah gue bilang gue enggak mau ribut, lo yang cemen. Kalau kalah terima kekalahan lo, jangan cari ribut!" bentak Romeo lalu pergi meninggalkan mereka.
Regan dan yang lainnya berjaga apabila salah satu dari mereka mencoba melukai Romeo dari belakang. Felix merasa lega ketika ia tidak melihat mata-mata Oma Alexa di dekat mereka.
Mereka melajukan kendaraan mereka meninggalkan arena balap. Beberapa menit kemudian ia sampai di depan Paviliun Romeo. Regan dan Felix pun pamit undur diri meninggalkan Paviliun Romeo.
Romeo berjalan mengendap-endap memasuki Paviliun, ia merasa lega ketika melihat tidak ada siapapun di ruang tamu. Romeo bergegas berjalan masuk ke dalam kamar.
Juliet yang terbangun malam hari terkejut melihat Romeo pulang dalam keadaan seperti itu.
"Kau kenapa?" tanya Juliet penasaran.
"Biasa, anak laki-laki," jawab Romeo santai sambil mengobati lukanya.
"Terus, kalau banci pulang harus subuh gitu?" ejek Juliet membuat Romeo terkekeh.
Juliet membantu Romeo mengobati lukanya, ia tidak menyangka guru paling galak di sekolah memiliki hati yang baik. Romeo kembali mengingat pertemuan pertama ia dengan Juliet.
Flash back on
"Hei,siapa kamu? masuk tanpa permisi seperti hantu," ketus Juliet dengan tegas.
Romeo menghentikan langkahnya, ia menoleh kearah guru yang berani menghentikan langkah kakinya. Pertama kalinya ada seorang guru yang berani menegurnya seperti itu, bahkan mengatainya seperti hantu.
"Bu guru tidak kenal siapa saya?" tanya Romeo seolah tidak percaya ada guru yang tidak mengenal nya.
Juliet melipat kedua tangannya di depan dada sambil terus menatap tajam ke arah Romeo.
"Haruskah saya kenal sama kamu?" tanya Juliet dengan nada ketus membuat Regan dan Felix terkekeh mendengarnya.
Romeo tersenyum mengejek, guru cantik yang berada di depannya ini berani sekali kepadanya.
"Saya Romeo Alexander Wijaya, putra pemilik sekolah ini," jawab Romeo dengan bangganya, ia yakin setelah ini guru cantik ini akan berubah menjadi baik kepadanya.
"Lalu saya harus diam saja ketika melihat seorang murid yang datang tanpa permisi, meskipun ia datang terlambat. Lalu apa gunanya saya seorang guru apabila tidak dapat mendidik kamu," sarkas Juliet begitu menohok membuat Romeo membelalakkan kedua matanya.
Sumpah demi apa ucapan Juliet barusan adalah suatu tamparan keras bagi Romeo yang selalu semena-mena. Semua guru tidak berani melawan Romeo karena ia putra pemilik sekolah. Namun Juliet tidak peduli sekali ia salah tetap harus di hukum, tidak peduli ia putra siapa.
"Berlari keliling lapangan 50 kali putaran, sekarang!" ucap Juliet membuat Romeo tercengang mendengarnya.
"Kau menyuruhku berlari sebanyak itu? apa kau ingin di pecat Bu Guru yang terhormat?" ancam Romeo marah.
"Silahkan, tapi saya sedang menjalankan tugas saya sebagai seorang Guru yang sedang mendidik anak murid yang sulit di atur," jawab Juliet dengan nada tegas.
"Kau mau menghubungi kedua orang tuamu? silahkan!" sambung nya lagi lalu duduk di kursinya sambil menyilangkan salah satu kakinya.
Romeo menatap Juliet penuh dengan kebencian, ia mengepalkan kedua tangannya. "50 kali putaran banyak sekali kau tahu, Bu" protes Romeo kesal.
"75 putaran!" ucap Juliet dengan lantang, semakin Romeo menolak semakin bertambah hukuman yang di berikan oleh Juliet.
"Lo bersalah Romeo, lo harus mau di hukum. Enggak mungkin kan elo mengadu di hukum sama nyokap lo," cetus Junior sepupu Romeo angkat suara.
Romeo mendengus kesal, pertama kalinya ia kalah oleh seorang wanita. Sumpah demi apa ia akan membuat wanita itu tidak nyaman berada di wilayah AW School.
Romeo pun melakukan hukuman yang di berikan oleh Juliet. Kepala Sekolah dan para Guru yang lain tidak percaya melihat apa yang mereka lihat saat ini. Ada seorang Guru yang berani menghukum Romeo putra pemilik AW School.
"Kita lanjut pelajaran kita selanjutnya," ucap Juliet memberi instruksi kepada murid-muridnya agar kembali fokus.
Flash back off
......
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Riana
🤣🤣suka deh Romeo kalah sama juli
2023-10-12
3
🍭ͪ ͩ🍒⃞⃟🦅𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯𝐀⃝🥀
Dihhhh meo..km kn salah ya udah lakukan lahhh tuhh perintah guru mu.... jgn asal gandalin keluarga mulu....
2023-09-22
2
🍌 ᷢ ͩꋬꋪᶦ_❄ ⁰¹
fel..... anak kecil g boleh tau😌😌😌😌
2023-09-20
1