Awalnya Juliet merasa bosan, namun ini libur pertamanya setelah sekian lama. Selama ini ia tidak pernah mengambil libur, ia akan terus bekerja dan bekerja untuk membayar hutang-hutang ayah agar Ibu tirinya tidak selalu merundungnya.
Meskipun Romeo menyebalkan, namun ia memperlakukan Juliet seperti seorang Ratu. Ia menyiapkan banyak cemilan dan minuman untuk menemani Juliet menonton. Ponsel Juliet pun ia ganti menjadi merk terbaru, hidup Juliet benar-benar berubah setelah memiliki Romeo.
Mereka yang saling membenci tiba-tiba terikat oleh benang pernikahan, namun tetap menjalani tugas masing-masing. Meskipun mereka memiliki rencana untuk berpisah, namun entah mengapa setelah ini Juliet rasanya enggan terpisah dari bocah nakal itu.
Juliet sedang asyik menonton drakor favoritnya, sambil menikmati cemilan yang disiapkan oleh Romeo. Tiba-tiba saja Mom Cinta memasuki kamarnya, ia merasa gugup ketika melihat Mom Cinta yang masuk begitu saja.
"Maafkan Mommy, Mommy kita kamu masih tertidur. Mommy buatkan sup buat kamu," ucap wanita paruh baya yang masih terlihat cantik diusianya sambil mengulas senyum.
"Enggak usah repot-repot Mom, aku sudah baikan," jawab Juliet masih saja merasa canggung.
Mom Cinta tersenyum melihat sikap malu-malu Juliet kepadanya. Ia lalu ikut duduk disampingnya sambil menaruh mangkuk sup diatas meja.
"Tidak usah merasa canggung sama Mommy, anggap saja Mommy adalah Ibumu. Karena sekarang kamu adalah putri Mommy juga," kata Mom Cinta membuat Juliet merasa terharu, ia memeluk Mom Cinta.
Mom Cinta melepaskan pelukannya, ia lalu mulai menceritakan kisah hidupnya yang hampir mirip dengan Juliet. Namun bedanya Mom Cinta lebih kuat dan pemberani dibandingkan Juliet.
Lama kelamaan kecanggungan antara Juliet dan mertuanya hilang. Ia menceritakan apabila ia dahulu juga sering berbagi cerita bersama Oma Alexa. Ia pun bercerita tentang kisah cintanya dengan Dad Key yang diawali dengan perjodohan.
"Mom galak sekali sampai melemparkan sepatu kepada Daddy," tutur Juliet terkekeh mendengar cerita mertuanya.
Juliet mendengar kisah Cinta mertuanya yang saling membenci kini menjadi saling mencintai satu sama lain. Akankah ia dan Romeo pun seperti itu? Namun mereka saat ini sedang mencari cara agar dapat terlepas dari ikatan pernikahan ini.
Tak lama kemudian terdengar suara bel berbunyi, Bi Ijah bergegas membuka pintu. Mom Cinta dan Juliet keluar dari kamar begitu mendengar ada tamu yang datang bukan ke Mansion utama melainkan ke Paviliun.
Juliet melihat dua pria seumuran Dad Key yang masih terlihat tampan diusianya memasuki ruang tamu. Mom Cinta menghampiri mereka dengan bersidekap dada seolah ia malas bertemu dengan sahabat koplak suaminya. Siapa lagi kalau bukan Uncle Kavin, ketika melihat Uncle Kean ia tersenyum namun kepada Uncle Kavin tidak.
"Neng Lope udah jadi emak-emak masih aja sinis sama gue ya?" seloroh Uncle Kavin tersenyum menyeringai.
"Iya, bahkan kalian enggak mengundang kami ketika Romeo menikah," timpal Uncle Kean lalu duduk di samping Uncle Kavin.
"Pernikahan Romeo sangat mendadak sehingga kami tidak mengundang siapapun," jawab Mom Cinta.
Tak lama kemudian Bi Ijah mengantarkan minuman untuk mereka semua. Juliet ikut duduk di samping Mom Cinta karena Mom Cinta memintanya.
"Juliet, kenalkan mereka ini adalah para Uncle Romeo sahabat Daddy. Yang ini Uncle Kean yang kemarin memeriksa kamu saat sakit, ia ini dokter spesialis yang hebat," ucap Mom Cinta memperkenalkan Uncle Kean dengan begitu ramah.
"Gue juga spesialis?" timpal Uncle Kavin tidak mau kalah.
"Spesialis koplak iya, nah kalau sama Uncle satu ini jangan terlalu dekat-dekat dia karena ajarannya sesat semua," celetuk Mom Cinta sinis.
"Tapi Uncle Kavin adalah Uncle paling baik hati dan paling tampan tentunya," sambung Uncle Kavin begitu percaya diri.
"Yang paling pendiam diantara mereka hanya Uncle Kai saja, lebih tepatnya ia terlalu serius dalam hal apapun," lanjut Mom Cinta.
"Oh Daddy nya Twins J ya Mom?" tanya Juliet.
Juliet kini mengetahui siapa saja para The K yang Mom Cinta ceritakan tadi kepadanya. Senangnya pertemanan mereka meskipun tidak ada ikatan persaudaraan namun mereka terlihat kompak melebihi saudara.
"Jadi mereka tiba-tiba dinikahkan, berarti kalian belum saling mencintai dong?" tanya Uncle Kavin kepo.
Juliet hanya menjawab dengan senyum tipis, ia tidak mungkin mengatakan ya di depan Mom Cinta.
"Enggak masalah, Mom Cinta dan Dad Key pun asalnya saling menolak," sahut Uncle Kean.
"Iya, tapi lama kelamaan mereka tidak tahu malu bahkan selalu pamer kemesraan mereka tidak tahu tempat," sewot Uncle Kavin membuat Mom Cinta memukul lengan Uncle Kavin yang selalu asal ceplos.
"Sudah, sudah jangan bahas tentang kami. Kalian ngapain ke sini?" tanya Mom Cinta.
"Kean bilang menantu baru Key sedang sakit, jadi kamu hanya ingin menjenguk Juliet bukan mau ketemu situ," jawab Uncle Kavin membuat Mom Cinta rasanya ingin membuang pria itu kemanapun saat ini.
"Menjenguk enggak bawa apa-apa?" tanya Mom Cinta yang melihat kedua pria itu tidak membawa apapun di tangan mereka.
"Matre banget sih, kalian kan udah kaya jadi segala sesuatu pasti akan ada di rumah," timpal Uncle Kavin mencebik.
Juliet terkekeh melihat perseteruan para orang tua itu, ia yakin sewaktu muda mereka juga selalu seperti ini.
Mereka pun berbincang hingga siang hari, tak lama kemudian Romeo yang baru pulang sekolah memasuki Paviliun. Ia terkejut ketika melihat ada Uncle Kavin dan Uncle Kean berkunjung, Romeo bersalaman kepada para orang tua.
"Wah! keponakan kesayangan Uncle udah pulang sekolah," tutur Uncle Kavin antusias.
"Kavin! Jangan ajarin Romeo yang tidak-tidak," tegas Mom Cinta dengan sorot mata yang tajam.
"Iya, ish galak banget sih," jawab Uncle Kavin santai.
Juliet menghampiri mereka kembali sambil membawa beberapa cemilan dan minuman dingin.
"Kalian enggak kerja apa? Dari pagi di sini terus?" protes Mom Cinta.
"Kerjaan kami banyak yang ngurusin, kami lagi kangen sama Romeo aja," balas Uncle Kean.
Mom Cinta mendelik menatap Uncle Kavin, ia tidak mau Uncle Kavin kembali meracuni Romeo menjadi mesum seperti dirinya. Romeo berganti pakaian terlebih dahulu, Juliet pun mengikutinya masuk ke dalam kamar.
"Kau sudah baikan?" tanya Romeo sambil menaruh punggung tangannya di atas kening sang istri.
"Iya, terima kasih telah mengkhawatirkan ku. Biasanya hanya kakak yang selalu cemas apabila aku sakit, namun kali ini aku merasa di cintai banyak orang tinggal di sini," ucap Juliet sambil duduk di tepi ranjang.
Romeo hanya menjawab dengan senyuman, mereka lalu kembali menemui para orang tua di ruang tamu.
......
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗 gomawo
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
☠༄༅⃟𝐐🧡 𝐌ɪ𝐌ɪᵇᵒʳⁿᵉᵒ㋛ᵗⓂ
benarkah 🤭🤭 judul ceritanya apa..
jadi penasaran..
2023-09-21
1
🍭ͪ ͩ🍀⃟ᏽꮲ𐑈•ꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
pasti bakal betah kamu Buju tinggal sama mereka...
2023-09-21
1
𝐃𝐞𝐠𝐚𝐧
ada juga spesialis koplak😅, tadinya ogah2an lama2 jd bucin yak
2023-09-20
1