Saat jam istirahat tiba-tiba saja seorang gadis menghampiri Romeo, ia adalah Ivi kekasih Romeo selain Cantika. Entah memiliki berapa kekasih ia di sekolah ini, dan anehnya mereka mau saja di duakan oleh Romeo. Benar-benar ajaran sesat Uncle Kavin sangat berpengaruh kepada Romeo.
"Hai Ivi sayang!" panggil Romeo lalu memeluk gadis itu.
Saat ini mereka berdua sedang berada di ruang musik, sehingga tidak ada satu orangpun yang mengganggu.
"Kamu ngajak jalan-jalan Cantika terus, aku kapan?" rengek gadis itu manja.
"Oke, nanti siang kita jalan-jalan. Tapi sun dulu dong," goda Romeo sambil menunjuk bibirnya.
Ivi tersenyum malu, ia memejamkan kedua matanya. Namun, ketika Romeo hendak menciumnya tiba-tiba saja bibir Romeo dan Ivi terhalang oleh buku tebal. Romeo dan Ivi menatap seseorang yang mengganggu kesenangan mereka.
"Bu Juliet?" sahut Ivi terkejut. Ia dengan cepat pergi begitu saja meninggalkan Romeo.
Juliet menatap Romeo dengan tatapan tajam, sementara Romeo menanggapinya dengan santai.
"Ikut ke ruangan saya," seru Juliet lalu keluar dari ruang musik di ikuti oleh Romeo.
Keduanya memasuki ruang kerja Juliet, Romeo duduk begitu saja di kursi yang berada di dalam sana.
"Kau lupa Romeo, kau sudah menikah!" gertak Juliet sedikit emosi.
"Lalu? Bukankah kita tidak saling mencintai? Lalu kenapa Ibu protes?" tanya Romeo selidik.
"Tidak bisa Romeo, selama kita masih suami istri kau tidak boleh berhubungan dengan wanita manapun. Apalagi mencium para gadis lainnya, kau harus tetap menghormati pernikahan ini meskipun nanti kita akan berpisah," cerocos Juliet panjang lebar.
"Tapi Bu Juliet yang terhormat, aku enggak bisa apabila aku tidak merasakan ciuman para kekasihku. Apa Ibu mau bertanggungjawab?" tanya Romeo tersenyum menyeringai.
"Be.. bertanggungjawab bagaimana maksud kamu?" tanya Juliet menjadi gugup.
"Ya, aku akan memutuskan mereka semua sebelum kita bercerai. Tapi Ibu harus mau mengisi ulang tenaga ku apabila aku membutuhkan ciuman," ucap Romeo. Seolah ia mendapatkan mainan baru, entah mengapa ia senang sekali menggoda Juliet.
"Mana ada seperti itu?" sewot Juliet kesal.
"Yasudah, aku harus mencari ciuman dari gadis lain saja," pancing Romeo sengaja agar Juliet mau menuruti keinginannya.
Juliet menghela nafas panjang, mau tidak mau ia harus menuruti apa yang diinginkan oleh Romeo. Lagipula ia dan Romeo kan telah sah menjadi suami istri jadi tidak ada salahnya.
"Lagian kenapa harus ciuman sih, emang dasar aja kamu mesum Roh halus," gerutu Juliet sambil mengerucutkan bibirnya membuat Romeo semakin gemas kepadanya.
"Hanya itu yang membuatku kembali berkonsentrasi untuk belajar Bu," seloroh Romeo mendramatisir.
"Baiklah," jawab Juliet dengan suara pelan.
"Apa Bu, aku enggak dengar?" ucap Romeo terkekeh.
"Iya, iya aku ikutin kemauan kamu," balas Juliet dengan nada sedikit lebih keras.
"Gitu dong sayang," kata Romeo lalu mengunci pintu ruangan Juliet.
"Kenapa kamu kunci pintunya?" tanya Juliet dengan mata yang membelalak.
"Ibu mau ada yang lihat saat kita ciuman nanti," celetuk Romeo dengan suara pelan.
"Ini sekolah Romeo," protes Juliet.
Namun Romeo tidak peduli, ia menarik Juliet ke dalam pelukannya. Ia lalu mencium bibir Juliet, merasa tidak ada balasan ia menghentikannya.
"Balas dong, aku ciuman sama istri bukan sama patung," protes Romeo lalu kembali mencium Juliet.
Juliet pun membalas ciuman Romeo, kedua pasangan suami istri itu saling bertukar Saliva di dalam sana. Juliet mendorong dada Romeo ketika ia merasakan hal aneh, lagi pula orang-orang akan curiga apabila Romeo terlalu lama di dalam ruangannya.
"Sudah, sebaiknya kamu keluar nanti orang lain curiga," ucap Juliet sedikit malu karena ia tadi ikut menikmati ciuman Romeo.
"Oke, sampai jumpa istri ku," pamit Romeo lalu keluar dari ruangan Juliet.
Romeo benar-benar membuat Juliet serasa menaiki rollercoaster, sangat menegangkan. Suaminya itu menciumnya di area sekolah, meskipun di dalam ruangan namun tetap saja Juliet merasa was-was.
Regan dan Felix yang melihat Romeo lebih segar ketika ia keluar dari ruangan Juliet merasa curiga.
"Abis ngapain lo di dalam?" tanya Regan selidik.
"Ini urusan suami istri, kalian enggak usah ingin tahu," pungkas Romeo lalu berjalan melewati mereka.
Regan dan Felix mengejar Romeo, mereka penasaran apa yang Romeo dan Juliet lakukan di dalam sana.
"Serius kita cuma ciuman," jawab Romeo mau tidak mau memberitahu para pria kepo itu.
"Terus kenapa elo senyum sumringah gitu? Lo udah mulai naksir Bu Juliet ya?" Felix masih tetap penasaran.
"Seneng aja gue godain dia," balas Romeo terkekeh.
"Sebentar lagi membucin lo sama bini lo," ejek Regan.
Romeo hanya terdiam tidak menanggapi ucapan Regan dan Felix. Sesuai janjinya pada Juliet, ia sudah memutuskan hubungannya dengan para kekasih nya. Meskipun mereka sempat menolak,namun mau tidak mau mereka harus menerimanya.
Sepulang sekolah Romeo melihat Juliet di hadang oleh seorang gadis, ia lalu turun untuk mendekati Juliet. Namun langkahnya terhenti ketika mendengar percakapan mereka.
"Kakak udah jadi istri orang kaya pelit banget di minta segitu aja enggak ada," sewot Ghea sambil bersidekap dada.
"Apa kalian belum cukup membuatku seperti ini, kalian yang menjebakku kan? Kau yang mencampur minumanku dengan obat tidur kan?" gertak Juliet sangat marah.
"Apa lagi yang kalian mau, tidak cukup kah emas dan barang berharga pemberian keluarga suamiku kalian ambil," sambungnya lagi.
"Wow! Bukankah seharusnya kakak berterima kasih kepada kami, karena aku dan Ibu kakak sekarang hidup enak. Awalnya ku pikir kau akan menghabiskan malam bersama pria berperut buncit, namun ternyata kau malah mendapatkan jackpot," cerocos Ghea panjang lebar.
"Kali ini kalian keterlaluan, kalian melakukan hal keji seperti ini!" Juliet semakin kesal.
Juliet hendak memukul Ghea namun tangannya dicekal oleh Ibu tirinya yang baru saja datang. Ia mendorong Juliet, hampir saja Juliet terjatuh. Untung Romeo datang tepat waktu, ia menangkap Juliet sehingga ia tidak terjatuh.
"Kalian keterlaluan! Beraninya kalian bertindak seperti ini kepada istriku," bentak Romeo marah.
Juliet menatap wajah Romeo yang begitu serius membela dirinya. Sementara Ibu tiri Juliet hanya terdiam ketika melihat wajah Romeo yang tidak jauh dari Daddy nya. Ia pun membawa pergi Ghea dari tempat itu.
"Kamu enggak apa-apa?" tanya Romeo lalu memeluk Juliet.
Ia tidak menyangka pria menyebalkan ini peduli kepadanya, entah mengapa tangis Juliet pecah begitu saja ketika ia di peluk oleh Romeo. Ia kini seolah memiliki pelindung yang dapat melindunginya dari ancaman buruk Ibu tirinya. Seolah Romeo memang ditakdirkan untuk Juliet, Romeo membawa Juliet masuk ke dalam mobil.
Untungnya mereka berada jauh dari area sekolah, sehingga kejadian tadi tidak ada yang melihat.
.......
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
🍌 ᷢ ͩꋬꋪᶦ_❄ ⁰¹
sama suhu emang beda yaaa😆😆😆
2023-10-12
2
🍀⃟🦘мєттα_ɳყαᶠᵉⁿⁱ 𒈒⃟ʟʙᴄ
wahh ku kira bakal bablas kan udah sah juga.. bablas disekolahan 🤫🤣🤣🤣
2023-10-12
1
🍀⃟🦘мєттα_ɳყαᶠᵉⁿⁱ 𒈒⃟ʟʙᴄ
kesal karna cemburu ini mah.. ibunha cemburu.. kata g da rada
2023-10-12
2