Pagi mulai menyapa seorang wanita cantik yang sedang bersiap untuk bekerja. Juliet membangunkan suaminya, ia menggoyangkannya tubuh Romeo agar pria itu terbangun dari tidur nyenyak nya.
"Romeo bangun! nanti kamu terlambat," ucap Juliet kesal. Pasalnya sudah sejak tadi ia membangunkan Romeo, namun pria itu sama sekali tidak terbangun.
Tiba-tiba saja Romeo menariknya membuat Juliet terjatuh menimpa tubuh Romeo. Bukannya bangun, ia malah memeluk Juliet dengan erat.
Deg!
Jantung Juliet berdetak dengan kencang ketika berdekatan seperti ini dengan suaminya. Ia baru menyadari apabila Romeo sangat tampan, ia terlihat lebih tampan apabila sedang tertidur. Namun, apabila ia terbangun ia sangat menyebalkan bagi Juliet.
"Ketagihan ya, menatap wajah aku Ju? Jangan lama-lama nanti cinlok, aku enggak menanggung resiko apabila terjadi serangan bucin akut setelah ini" tutur Romeo masih dengan mata terpejam.
Juliet mencebik mendengar ucapan narsis Romeo, tiba-tiba ia dikejutkan oleh sesuatu di bawah sana yang mengeras. Oh astaga apa itu? pikir Juliet. Ia bergegas bangkit dari tubuh suaminya melepaskan pelukan Romeo.
Romeo terkekeh melihat tingkah Juliet yang masih malu-malu meong ketika merasakan senjatanya terbangun.
"Kenapa Ju? shock ya? Mau kenalan enggak?" goda Romeo sambil duduk di tepi ranjang.
Wajah Juliet memerah, ia memukul Romeo dengan bantal. Romeo terkekeh melihat Juliet yang galak kini seperti kucing yang menggemaskan.
"Cepet bangun! Nanti kita terlambat untuk sarapan bersama," titah Juliet menarik Romeo untuk bangkit dari tempat tidur.
Romeo berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karena Juliet lebih bawel dan berisik dari Mommy nya.
Meskipun ia tidak mencintai Romeo, dan misi mereka belum berhasil, namun Romeo tetaplah masih suaminya. Juliet tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang istri, ia menyiapkan pakaian seragam sekolah Romeo.
Beberapa menit berlalu Romeo keluar dari kamar mandi dengan handuk yang ia lilitkan di pinggang. Juliet dengan cepat keluar dari kamar mereka sebelum otak ia terkontaminasi karena melihat dada polos suaminya. Meski tubuh Romeo belum terbentuk sempurna namun sedikit membuat pikiran Juliet berkelana di pagi hari.
Romeo melihat Juliet sudah menyiapkan seragam sekolahnya di atas tempat tidur. Ia tersenyum, seperti ini ternyata memiliki seorang istri.
Beberapa menit kemudian mereka telah ikut bergabung sarapan bersama dengan keluarga Wijaya. Bahkan pagi ini kedua orang tua Twins J pun ikut sarapan bersama mereka.
Mom Cinta melihat bekas luka yang tertutup plester di sudut bibir putranya. Ia hendak bertanya namun dihentikan oleh Romeo yang tiba-tiba saja bangkit dari duduknya.
"Kami berangkat duluan semua," pamit Romeo lalu menarik Juliet ikut dengannya.
Juliet merasa kebingungan ketika Romeo membawanya pergi, namun ia paham. Romeo tidak ingin semakin dipojokkan oleh Oma karena masalah semalam.
"Apa semalam Romeo membuat ulah lagi Oma?" tanya Aunty Keyzia Ibu Junior.
"Lihat, buah jatuh enggak jauh dari pohonnya. Kelakuan Romeo enggak jauh dari kalian berdua," tuduh Oma Alexa kepada suami dan putranya.
"Kok kami?" tanya Opa Keenan dan Dad Key bersamaan.
"Iya, Romeo lebih sulit di atur dari Key," sahut Mom Cinta menyadarinya.
"Aku kira setelah kejadian di hotel ia akan jera, ternyata tidak," sambung Uncle Kaivan.
"Ini yang membuat Romeo selalu memberontak, kalian selalu membandingkan Romeo," bela Junior lalu bangkit dari duduknya. Ia berpamitan kepada semua orang lalu pergi diikuti oleh Joy.
Semua terdiam mendengar ucapan Junior, apa mereka terlalu keras kepada Romeo sehingga ia menjadi seperti ini?
Sementara itu saat ini Romeo dan Juliet sedang dalam perjalanan menuju sekolah.
"Kau harus belajar menyetir, Bu? Aku jadi enggak bisa jemput pacar aku kan hari ini," protes Romeo kesal karena tidak dapat menjemput Cantika.
"Iya, iya tapi ajarin," pinta Juliet.
"Manja banget sih," cetus Romeo.
"Ehm..Romeo, bukannya aku ikut campur ya. Kenapa kamu enggak berusaha seperti apa yang Oma kamu inginkan, supaya Oma enggak terus membandingkan kamu dengan Junior?" usul Juliet sedikit ragu.
"Entahlah, Oma memang pilih kasih," jawab Romeo.
"Tunjukkan sama Oma kamu kalau kamu dapat menjadi lebih baik dari Junior," ucap Juliet membuat Romeo terdiam sejenak.
"Bagaimana caranya? Kau kan tahu aku hanya bisa membuat ulah, berbeda dengan Junior yang sempurna," cicit Romeo merasa miris ketika ia dibandingkan dengan sepupunya itu.
"Aku yakin kamu bisa Romeo," Juliet menyemangati Romeo membuatnya tersenyum tanpa sadar.
"Kau mau membantuku?" tanya Romeo.
"Iya, aku bantu".
"Bukankah seharusnya kita memikirkan bagaimana caranya agar kita terlepas dari pernikahan ini?" tanya Romeo lagi.
"Masih banyak waktu, kita sambil mencari cara agar kita dapat berpisah," jawab Juliet.
Ketika mereka hampir sampai sekolah, Juliet meminta Romeo memberhentikan mobilnya. Ia tidak mau ada yang tahu apabila ada orang yang curiga apabila melihat Juliet turun dari mobilnya.
Romeo memberikan kartu kredit dan beberapa lembar uang berwarna merah kepada Juliet. Juliet merasa bingung dengan apa yang diperbuat oleh Romeo.
"Untuk apa?" tanya Juliet merasa aneh.
"Kau tadi belum sempat sarapan karena ku, belilah makanan yang kau mau Bu," jawab Romeo begitu manis di dengar oleh Juliet.
"Tapi?".
"Meskipun tidak memiliki perasaan apapun padaku Ibu tetap menjalani tugas sebagai seorang istri. Dan aku pun harus melakukan tugas sebagai seorang suami, anggap saja ini adalah nafkah dari ku," cerocos Romeo panjang lebar.
Karena takut terlambat Juliet pun dengan cepat mengambil kartu dan uang yang diberikan oleh Romeo. Ia lalu keluar dari mobil Romeo, mobil Romeo pun melaju menuju sekolah.
"Di nafkahi murid?" gumam Juliet terkekeh ketika ia mengingat ucapan Romeo tadi.
Karena jaraknya tidak terlalu jauh, Juliet lebih memilih untuk berjalan kaki menuju sekolah. Sesampainya di sekolah Juliet berjalan menuju kantin sekolah.
Sebenarnya tidak di beri uang pun ia tetap dapat sarapan di sekolah. Karena kantin sekolah sudah menyediakan sarapan dan makan siang untuk semua orang setiap harinya. Sehingga Juliet tidak perlu membayar untuk sarapan pagi di sekolah.
"Bu Juliet, bolehkah saya bergabung?" tanya Bu Susi.
"Silahkan Bu," jawab Juliet dengan ramah.
"Ku kira saya saja yang belum sempat sarapan, ternyata Bu guru juga," sahut Pak Reno yang tiba-tiba datang ikut bergabung dengan mereka.
"Iya Pak," jawab Bu Susi dan Juliet bersamaan.
"Kita belum berkenalan Bu Juliet? Kenalkan saya Guru bahasa Inggris, Reno" ucap Pak Reno memperkenalkan diri.
"Duh! Pak Reno gercep banget sih lihat yang bening," goda Bu Susi membuat Pak Reno tersipu malu karena ketahuan maksudnya oleh Bu Susi.
"Ish, Ibu jangan blak-blakan gitu. Saya kan harus berusaha biar enggak jomblo terus," seloroh Pak Reno sambil menatap Juliet yang hanya membalas dengan senyuman.
.........
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
🍌 ᷢ ͩꋬꋪᶦ_❄ ⁰¹
guling hidup yaa......
kesempatan tuh🙈🙈🙈🙈
2023-10-12
2
🍀⃟🦘мєттα_ɳყαᶠᵉⁿⁱ 𒈒⃟ʟʙᴄ
njirrr.. ada yang mau pdkt in ni.. wah kl romeo tau bakal kebaran jenggot gak ya
2023-10-12
2
🍀⃟🦘мєттα_ɳყαᶠᵉⁿⁱ 𒈒⃟ʟʙᴄ
wah romeo slengekan gt masih paham arti tanggung jawab ternyata hebatnya.. masih muda tp bsa mikr sampe sana
2023-10-12
1