Romeo memberhentikan kendaraannya di dekat pantai, ia melihat Juliet sepertinya membutuhkan tempat untuk menyepi. Juliet menatap Romeo ketika ia melihat pantai di depan mereka.
"Kenapa ke sini?" tanya Juliet.
"Sepertinya kau sedang membutuhkan ketenangan saat ini," jawab Romeo santai.
Juliet merasa terharu karena Romeo sangat peka, pantas saja para gadis begitu terpikat kepadanya. Ia begitu mudah memahami para wanita, Juliet tanpa sadar memeluk Romeo lalu keluar dari dalam mobil.
Ia berjalan menuju pantai, Juliet melepaskan alas kakinya agar ia dapat merasakan air yang mengenai telapak kakinya. Romeo menyusul Juliet dari belakang, ia tidak menyangka kehidupan Juliet lebih berat darinya.
Andai malam itu Juliet tidak terjebak dengannya mungkin saat ini ia akan merasa hancur apabila ia jatuh ke tangan pria hidung belang. Ia merasa semua ini sudah menjadi jalan mereka untuk bertemu.
Romeo menghampiri Juliet yang sedang duduk di tepi pantai, ia pun ikut duduk di samping sang istri. Mereka merasakan hembusan angin pantai menerpa tubuh mereka. Suasana pantai saat ini membuat Juliet merasa tenang.
"Aku selalu datang ke sini setiap Oma memarahi ku," ucap Romeo.
"Ku kira Oma Alexa yang paling kejam, ternyata ada wanita yang lebih kejam darinya," imbuhnya lagi.
"Oma Alexa bukannya kejam, itu cara dia menyayangi kamu. Ia ingin kamu menjadi yang terbaik, ia ingin masa depan kamu cerah tidak berantakan. Melihat kamu selalu berada di arena balap, sering tauran, tentu saja membuatnya sangat mencemaskan kamu Romeo," jelas Juliet panjang lebar.
"Aku salah menduga tentangmu, ku kira kau tidak pernah menyimpan luka. Ternyata begitu banyak orang yang sering melukai perasaanmu selama ini," tutur Romeo sambil menatap wajah Juliet.
"Perasaanku sering terluka, namun aku tetap mencoba untuk tersenyum. Aku tidak boleh membiarkan mereka yang melukaiku tersenyum senang ketika melihatku bersedih. Karena aku sangat yakin Tuhan telah menyiapkan sesuatu yang indah untukku," ucap Juliet membuat Romeo merasakan ada yang aneh pada dirinya.
Romeo memberanikan diri mencium bibir Juliet tanpa permisi, awalnya Juliet terkejut oleh serangan dadakan Romeo. Namun ia pun membalas ciuman Romeo, keduanya berciuman seolah melupakan masalah yang mereka alami.
Ciuman mereka terlepas ketika Romeo sengaja menyipratkan air mengenai Juliet. Romeo berlari agar Juliet tidak menangkap dirinya. Mereka berdua kejar-kejaran sambil tertawa riang.
Masalah yang baru saja menimpa Juliet seolah hilang begitu saja. Romeo berhasil membuat Juliet kembali tersenyum. Setelah lelah berlari mereka pun merebahkan tubuh mereka di atas pasir. Keduanya saling berhadapan lalu tersenyum seolah pantai hanya milik mereka berdua.
"Terima kasih Roh halus, kamu sudah membuatku menjadi lebih baik," ucap Juliet mengulas senyum.
"Bagaimana service recharge ala Romeo? Menyenangkan bukan?" tanya Romeo dan Juliet menjawab dengan anggukan kepala.
"Nanti malam aku akan meminta bayarannya Nona, ayo kita pulang," ajak Romeo.
"Kamu jangan meminta yang tidak-tidak Romeo, ingat kesepakatan kita," ancam Juliet mengingatkan.
"Aku hanya ingin milkshake melon," jawab Romeo dengan santai lalu masuk ke dalam mobil.
Saking lamanya mereka bermain di pantai, pakaian yang sempat basah kini sudah kembali kering. Juliet pun memasuki kendaraan suaminya, tak lama kemudian mobil Romeo pergi meninggalkan pantai.
Hari sudah hampir gelap, Oma Alexa menunggu kedatangan cucunya. Ia sangat khawatir karena Romeo tidak ada kabar sejak tadi, bahkan Juliet pun sulit di hubungi.
Tak lama kemudian senyum mereka merekah ketika melihat mobil Romeo memasuki pekarangan Paviliun. Oma Alexa dan Mom Cinta merasa lega ketika melihat Romeo dan Juliet berjalan bersama menghampiri mereka. Mereka mencium punggung tangan keduanya secara bergantian.
"Kalian dari mana saja?" tanya Mom Cinta risau.
"Kami pergi ke pantai Mom, tadi Juliet sedang bersedih," jawab Romeo.
"Bersedih kenapa Nak?" tanya Oma sambil menemani mereka masuk ke dalam.
"Hanya masalah kecil Oma," jawab Juliet yang tidak ingin semua orang mencemaskannya.
"Yasudah, kalian istirahat saja," tutur Oma Alexa.
Romeo dan Juliet pun berpamitan untuk masuk ke dalam kamar mereka. Mom Cinta dan Oma Alexa pun kembali ke Mansion utama.
Malam harinya Romeo menagih janji Juliet yang akan memberikannya milkshake melon. Juliet pun membuatkannya minuman tersebut, namun Romeo terkekeh ketika melihat apa yang di bawa oleh Juliet.
"Kenapa tertawa? Ini kan milkshake," tanya Juliet penasaran.
"Bukan yang itu maksudku," jawab Romeo terkekeh.
Ia meminum minuman yang di bawa oleh istrinya, Romeo lalu membawa Juliet untuk naik ke atas tempat tidur. Juliet merasa ada yang aneh, ia langsung dengan cepat mencubit pinggang suaminya.
"Kita kan udah sepakat untuk tidak melakukan hal itu," protes Juliet kesal.
"Siapa yang ingin melakukan hal itu? Atau pikiranmu saja yang ingin melakukannya?" goda Romeo sambil menarik turunkan kedua alisnya.
"Lalu mengapa kau membawaku tidur di atas tempat tidur?" tanya Juliet selidik.
"Aku tidak tega melihatmu tidur si sofa terus," jawab Romeo terlihat begitu tulus.
Juliet memicingkan kedua matanya, ia masih tidak percaya dengan niat baik Romeo. Ia yakin pria ini memiliki maksud terselubung.
"Ayo, kita tidur!" ajak Romeo lalu mereka pun merebahkan tubuh bersamaan.
"Juleha? Kau tahu kan kau sekarang adalah istriku. Dan semua yang ada pada tubuhmu adalah milikku, jadi aku boleh memelukmu," ucap Romeo lalu memeluk Juliet dari belakang.
Juliet hanya diam saja tidak memprotes ketika Romeo memeluk nya dari belakang. Ia pikir hanya memeluknya saja tidak masalah. Namun, lama kelamaan tangan Romeo mulai nakal. Ia membuka satu persatu kancing piyama Juliet, Juliet pun memukul tangan nakal itu.
"Kau ini galak sekali, belum apa-apa udah main pukul aja," rengek Romeo manja.
"Lagian itu tangan kenapa enggak bisa diem?" sewot Juliet kesal.
"Kau lupa Juleha? Kau kan yang berjanji akan memberikan milkshake melon kepada ku?" protes Romeo mendramatisir.
"Aku kan sudah buatkan," jawab Juliet.
"Aku mau yang ini," ucap Romeo membuat Juliet membelalakkan kedua matanya ketika Romeo menunjuk dadanya.
"Kau tidak boleh protes, Karen kau sudah berjanji," bisik Romeo membuat Juliet merasakan ada yang aneh pada tubuhnya ketika tangan Romeo mulai memainkan dua benda yang kini menjadi favorit Romeo. Entah sejak kapan benda itu tidak memiliki penghalang.
Akhirnya ia dapat menyentuh melon yang selama beberapa hari ini mengganggu konsentrasinya. Ia lalu membalikkan tubuh Juliet yang pakaian atasnya entah kemana. Juliet semakin frustasi ketika Romeo memainkan dua benda itu dengan mulutnya seolah ia seperti bayi yang kehausan.
"Ini lho milkshake melon yang aku maksud," tandas Romeo lalu kembali melakukan aktivitas nya hingga ia tertidur.
Oh astaga Juliet terjebak dengan kata-kata Romeo yang membuatnya saat ini sulit untuk memejamkan matanya. Pasalnya saat ini Romeo masih memeluknya sambil menikmati milkshake favoritnya itu.
.........
Romeo oh Romeo kamu seperti gabungan antara Key dan Kavin, sungguh luar biasa.
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
🍀⃟🦘мєттα_ɳყαᶠᵉⁿⁱ 𒈒⃟ʟʙᴄ
waduh bayi besarnya bakl g bsa lepas ituu dari milkshake barunya
2023-10-12
3
🍀⃟🦘мєттα_ɳყαᶠᵉⁿⁱ 𒈒⃟ʟʙᴄ
kadang emang ciuman dr suami itu bisa menenangkan kalutnya hati dan pikiran apalagi kalau di++ in auto fresh seger lagi 🤣🤣
2023-10-12
3
🍭ͪ ͩ🥂⚖🍒⃞⃟🦅uncel putu👻ᴸᴷ
tangannya mulai nakal yaa romeo 🏃🏻🏃🏻 apa enggak ke setrum itu si juietnya saat saklarnya di pencet 🤐🤐🤐
2023-09-21
1