Mesya menatap Nadia dengan penuh kekaguman “Nana, kau sangat pintar ini pertama kalinya aku melihat guru sombong itu malu.”
“ Iya benar, saudara perempuanku ini sangat mengagumkan” Feri saat ini dia sangat kagum dengan Nadia, tak hanya jago berantem dan main basket dia juga jado dalam mata pelajaran.
“benar Nadia kau sangat hebat, ayo bertepuk tangan untuk saudari kita ini!.”
Murid kelas D memberi tepuk tangan yang meriah untuk Nadia, mereka juga tak henti- hentinya memujinya.
Nadia dengan malas menyandar kekursi, dia mengenakan seragam yang longgar di tubuhnya, Nadia yang kurus membuat penam[ilannya seperti gadis yang lemah, tidak akan ada yang tahu jika dia sangat kuat jika tidak melihat kemampuannya secara langsung.
Mereka akhirnya tenang, Nadia dengan lembut mengetuk meja dengan ujung jarinya dengan acuh tak acuh dia bertanya “Apa kalian berniat untuk membalas perbuat Guru Ali wafa?.”
“Tentu” Sahut Feri mengangguk berulang kali, setelah itu dia bertanya dengan raut wajah penuh dengan harapan “Saudari apa kau mempunyai ide yang bagus?.”
Dan semua orang memandang Nadia dengan tatapan penuh harap.
“Tingkatkan nilai anda.” Ucap Nadia dengan sikap acuh tak acuh.
Feri merasa linglung sketika jawaban yang diberikan Nadia tidak sesuai denga napa yang dia harapkan, dia kehilangan energinya dengan malas Kembali ke tempat duduknya “Lupakan, jika harus belajar.” Sisa siswa lainnya juga kembali ke empat duduk mereka.
Jelas, mereka telah menolak saran Nadia. Kemampuan mereka tidak dapat dibandingkan dengan 3 kelas lainnya. Pelajaran Kelas A dan lainnya adalah untuk University, tetapi mereka bahkan tidak dapat mengambil buku pelajaran kedua.
Bel tanda masuk kelas berbunyi. Saat ini waktunya klas fisika.
Nadia mengeluarkan buku dari ranselnya dia mengambil buku fisika setelah itu membacanya dengan serius.
Dia bisa dengan mudah membolak balih buku pelajaran Bahasa inggris dengan mudah namun untuk mata pelajaran sains sepeeti kimia dan fisika dia perlu untuk mempelajari rumus berulang kali sebelum menguasainya.
Dia membaca dengan sangat serius, dan kelas juga menjadi sunyi. Hanya ada suara membalik buku dan menulis.
Mesya yang berencana untuk menikmati kripik singkong mengurungkan niatnya setelah melihat Nadia belajar dengan serius, entah mengapa dia merasa jika kripik singkong yang gurih dan renyah ini tidak lagi enak, dia diam-diam memasukkan Kembali kedalam ransel dan mengeluarkan buku sain.
Mungkin karena melihat keseriusan Nadia yang sedang belajar, atau mingkin mereka mengingat ucapan Nadia para siswa kelas D mengeluarkan buku pelajaran mereka. Mereka dengan serius mempelajari pengetahuan dari buku itu.
Ruang kelas sangat sepi.
Feri yang sedang tidur di atas meja, mengangkat kepalanya, menggosok matanya, dan mengamati ruang kelas. Dia melihat bahwa semua orang, kecuali dia, sedang membaca atau menulis.
Feri "..."
Padahal dia hanya tidur sebentar. Apa yang telah terjadi?
Mereka semua sedang belajar!
Feri ingin berbicara, tetapi dia tidak membuka mulutnya, karena dia terlalu malu untuk memecah konsentrasi teman sekelasnya yang sedang belajar. Dia menyentuh bagian belakang lehernya, dengan acuh tak acuh dia membuka buku pelajaran.
Saat ini guru yang bertanggung jawab adalah pak Sigit, dia datang untuk memeriksa kelas D, dia terkejut saat melihat sekelompok murit nakal itu mau belaja, ‘apa bocah- bocah badung ini mulai insaf?’
Tatapannya kemudian tertuju pada Nadia dan kilasan pemahaman muncul di matanya, dia membetulkan kacamatanya. Sepertinya dia mendapatkan bibit unggul.
Pada saat itu, dia meminta Nadia untuk bergabung dengan kelasnya karena dia menyukai temperamennya yang bersih. Siswa ini jelas orang yang baik. Nilainya mungkin tidak bagus, tapi orang yang baik sudah lebih dari cukup.
Seperti yang diharapkan, dia tidak terkejut Nadia baru berada di kelas selama dua hari, tetapi kelasnya telah mengalami berubah.
Pak Sigit sedang berpikir, ‘ketika Ali dan yang lainnya mengetahui bahwa nilai Nadia sangat bagus, apakah mereka akan sangat marah sampai muntah darah?’ membayangkan saja sudah sangat menarik, apalagi melihat langsung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Rossi Situmorang
kelas D segera perbaiki diri...kalian juga bisa jadi yang terhebat
2024-07-09
0
Lina Sofi
p sigit nanti sombong dong k guru laen ni bibit unggul
2023-07-18
3
qeeraira
😅😅 pa Sigit mau bales dendam terhadap guru sombong ya🤭🤭 kalo siswa yang jenius ternyata masuk dikelasnya jadi anak didiknya..
** gapapa pa Sigit sombang sedikit biar mereka orang yang sudah meremehkan kelas D muntah darah 🤣🤣🤣
2023-05-27
3