"Jangan khawatir ibu. Saya akan menyelesaikan semua yang anda mulai, termasuk putri Anda yang baik, seperti bagaimana cara keluarga Anda memperlakukan saya selama ini” dia tersenyum kecut, setelah itu dia masuk kedalam mobil.
“Dasar gasis sialan apa kau berencana untuk bertingkah angkuh? Kau benar- benar tidak tahu cara berteima kasih, jika aku tidak merawatmu kau sudah pasti sudah mati sejak lama” Sarah terkejut denga napa yang dikatakan Nadia, setelah dia sadar Kembali dia Kembali mengumpat.
“jalan" Perintah Nadia, dia sudah lama terbiasa dengan ucapan kasar dan tangan ringan Sarah, selama ini tidak pernah tahu mengapa orang tuanya sangat membencinya, Baru setelah dia mengulang Kembali kehidupannya, dia menyadari bahwa dia bukan putri kandung mereka.
Identitasnya dan Elisa ditukar, Elisa menikmati statusnya sebagai putri tertua dari keluarga Kusuma, sementara dia disiksa di pedesaan.
Bahkan setelah dia dibawa Kembali kekediaman keluarga Kusuma, orang yang disebut orang tua kandungnya tidak pernah menganggapnya sebagi putrinya, dia diperlakukan seperti orang asing dikeluarga itu, mereka menganggap Elisa sebagai putri satu-satunya.
Bodohnya dia dengan rendah hati memohon sedikit kasih sayang dari orang tuanya, dia bahkan telah mencoba segala cara agar mendapatkan kasih sayang itu.
Nadia duduk di dalam mobil sambil melihat pemandangan di luar jendela yang terus berganti, sebuah senyum tipis terbentuk di bibirnya Sudut bibirnya, tatapan matanya sangat tajam.
Semua kemalangan itu tidak akan terjadi lagi, dia tidak akan pernah mengharapkan kasih sayang konyol itu di masa depan yang akan datang.
'Semua, aku kembali.'
Nadia sampai dikediaman Kusuma saat mereka sedang makan malam di ruang makan, kepala pelayan membawa Nadia masuk, tiga orang yang sibuk menikmati hidangan makan malam terdiam saat melihat kedatangan Nadia.
Lidia mempertahikan penampilan Nadia dari ujung kaki sampai kepala, dia menautkan alisnya.
“Kakak kau sudah datang” Sapa Elisa, sebuah senyuman manis muncul di wajahnya yang cantik, dia meletakkan garpu dan sendok diatas piring dia berjalan kearah Nadia, dia ingin memegang lengan Nadia namun Nadia menghinndarinya, penolakan yang terlihat sangat jelas.
Raut Wajah Elisa yang semula terlihat Bahagia menjadi kaku seketika, tapi dengan cepat dia menyesuaikan diri “Kakak kamu pastil apar, setelah perjalanan Panjang, ayo makan malam bersama.” Setelah itu, dia menyuruh para pelayan, “Bawakan satu set alat makan untuk Kakak.”
Nadia melirik ke meja makan, Rupanya, mereka lupa bahwa dia akan kembali hari ini. Sedikit ejekan melintas di matanya, Nadia berjalan mendekat dan duduk di kursi.
Elisa mengambil sepotong daging untuk NAdia. “Kakak, makan yang banyak. Sangat jarang untukmu bisa menikamti makanan yang enak saat berada di pedesaan.”
Wahyu Kusuma juga berkata, “Nadia, tempat ini tidak seperti di desa, kamu harus mulai terbiasa dengan kehidupan di ibu kota dengan cepat.”
Wahyu Kusuma sama seklai tidak memiliki kasih sayang untuk putri kandungnya, putri yang baru saja sampai di kediamannya, alasan dia menjemputnya dari pedesaan karena dia ingin menikahkkannya dengan keluarga yang memiliki status yang sama dengannya untuk memperkuat keluarga Kusuma.
Saat dia melihat putrinya untuk pertama kalinya, penghinaan yang jelas tersirat dalam tatapan matanya, seperti yang diharapkan orang yang hidup da besar di pedesaan yang tidak memiliki nama.
Nadia mengabaikan sepasangan ayah dan anak itu, dia melihat makanan di atas piring dan mengeturkan keningnya, dia berjalan ke dapur untuk mengambil piring lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
qeeraira
aneh juga keluar kandung asli tapi mengabaikan setelah tau kebenaran kalo putrinya tertukar 🙈🙈🙈
apakah ada sesuatu yang membuat keluarganya sendiri mengabaikan setelah 17tahun kebenaran putri kandungnya yang mana tapi ke adaan masih sama serasa orang asing yang di abaykan bukan penyambutan manis🤔
2023-05-27
3