“Kakak" Seru Elisa menggigit bibir bawahnya, merasa bersalah karena tindakannya.
Nadia melirik Elisa dengan tatapan jijik dan berdecik “Kotor” Timpalnya.
Bam! Kusuma melepmar sendok keatas meja “Nadia, apa kau tidak pernah diajari sopan santun?”
Nadia tidak ingin memiliki hubungan akrab dengan Keluarga Kusuma, sudah cukup di kehidupan sebelumnya dia melakukan hal bodoh dengan mengemis kasih sayang dari mereka, membiarkan harga dirinya diinjak-injak seperti keset, namun dimata mereka itu tidak beratri apa-apa kecuali keuntungan yang di dapatkan “Selama ini tidak ada orang tua yang mengajari saya, tentu aku tidak memiliki sopan santun seperti yang anda harapkan.”
Kali ini kedatangannya bukan untuk membatu keuntungan keluarga Kusuma, dia ingin melihat bagaimana keluarga Kusuma hancur dengan kedua matanya.
Raut wajah Wahyu terlihat sangat gelap menahan amarah “ Kau!” Ucapnya sambil menunjuk kearah Nadia.
Nadia tidak perdulli denga napa yang terjadi dia sibuk untuk menikmati hidangan lezat yang ada diatas meja, melihat Nadia, Wahyu yang kesal tiba- tiba berdiri, dia sudah kehilangan nafsu makannya dan pergi meninggalkan ruang makan.
“Nadia, lihat apa yang telah kau lakukan, kau telah membuat ayahmu marah” Lidia menatap Nadia dengan tatapan tajam, setelah itu tatapannya tertuju pada Elisa yang duduk disamping Nadia “Elisa kakakmu tidak pernah mempelajari sopan santun, bantu dia untuk mempelajarinya.”
“Baik, Bu” Sahut Elisa dengan patuh.
“Terima kasih atas kerja kerasmu.” Lidia tersenyum puas mendengar jawaban patuh putri yang sudah dia rawat sejah bayi itu, dia tidak menyukai Nadia tapi walau bagaimanapun dia adalah putri yang telah dia lahirkan, jadi dia tidak bisa menunjukkan prasaannya dengan jelas, dia mengangguk setelah itu dia menyusul suaminya.
“Kakak, jika kamu sudah selesai makan, aku akan mengajakmu pergi ke mall terdekat untuk membeli pakaian untukmu …” saat ini dia mengingat bagaimana kesan pertamanya saat pertama kali bertemu dengan Nadia.
Dia hanya mengenakan kaos hitam dengan warna yang pudar begitupun dengan celana jeans yang dia kenakan, dia memiliki kaki yang lurus dan ramping, walau dia hanya mengenakan pakaian yang sederhana itu tidak menyembunyikan kecantikannya Nadia.
Elisa memperhatikan Nadia dengan seksama, , rambut Nadia hitam sedikit bergelombang, dia memiliki sorot mata yang cerah, dia memiliki hidung yang mancung dan bibir indah, meskipun masih muda tidak sulit untuk menebak penampilannya di masa yang akan datang.
Tanpa sadar dia menggigit bibirnya, sebelumnya dia tidak pernah memikirkan tentang kehadiran Nadia, karena dia hanya gadis yang lahir dipedesaan, bagaimana bisa dibandingkan dengan dirinya nona muda Keluarga Kusuma, yang menerima Pendidikan sejak masih muda?.
Namun sekarang kenyataan berkata lain, wajahnya yang cantik dan sikapnya tidak menunjukkan jika dia hanyalah orang yang hidup diperkebunan. Dia benar-benar tidak bisa membiarkan Nadia mengambil apa yang dia miliki!
Elisa segera menyesuaikan keadaan pikirannya dia tidak ingin orang lain membaca perasaannya dan dengan lembut dia berkata, "Saya akan membantu Kakak untuk memperbaiki cara berpakaian begitupun juga dengan cara berdandan."
Dengan santai Nadia mengambil tissue dia menyeka mulutnya, setelah menaruh tisu itu diatas meja dengan senyum tipis dia berkata “Elisa saat ini tidak ada seorangpun yang melihat kita, kau tidak perlu berpura-pura baik dihadapanku.”
Topeng yang selama ini dia mainkan terungkap dengan bergitu mmudahnya, Elisa baru berusia 17 tahun apa yang dia sembunyikan tidak dapat disembunyikan dengan sempurna, dan dia tidak bisa lagi memperlihatkan kesan baik di depan Nadia! Wajahnya membatu ditempat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Jami
gooob nadia 👍👍
2023-06-22
0
qeeraira
good job Nadia,, melawan setiap perlakuan tidak menyenangkan dan jangan mau mengulang kejadian yang dulu di alami sebelum kesempatan kedua 🥰🥰
2023-05-27
2
Zhu Yun💫
Jangan mau ditindas Nadia... lawan Elisa...
2023-05-26
2