Sebuah kebahagiaan terpancar dari sorot mata Nadia. Senang rasanya karena bisa mendengar omelan nenek Sinta lagi.
Nenek Sinta melirik cucunya, bertanya sambil tersenyum “Nadia berapa usiamu saat ini?” sementara Bastian mendengarkan penuh dengan seksama.
“Tahun ini aku akan berusia 18 tahun” Jawab Nadia.
“18 tahun” Nenek Sita tersenyum Bahagia. Cucunya hanya lima tahun lebih tua darinya. 6 tahun adalah jarak usia yang paling tepat. Tidak mudah untuk bertemu dengan gadis yang dia sukai, bahkan didalam mimpi dia memintanya untuk menjadi bagian dari keluarganya.
Jika dia mempunya kesempatan untuk menjadikan Nadia pasangan cucunya dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu dengan mudah.
Akhirnya Nyonya Sinta memikirkan tentang cucunya, dia tidak ingin lagi terus- menerus memonopoli Nadia, dengan ramah dia memperkenalkan Bastian “Nadia, dia cucuku, dia berusia 24 tahun tahun ini, dia memiliki nilai yang bagus. Saat usianya 21 tahun dia sudah menerima gelar doctor di salah satu universitas tanah air. Saat ini dia sudah mempunyai sebuah perusahaan, sampai saat ini dia masih jomblo dia tidak pernah melakukan kencan.”
Setelah mengatakan itu, dia menentang hati nuraninya, dan berkata, “Cucu saya memiliki poin bagus yang tak terhitung. Dia tampan, pandai memasak, lembut, dan penuh perhatian. Saya yakin dia akan sangat menyayanginyi istrinya.”
Nyonya Sinta hampir saja berkata jika dia ingin Nadia menjadi pasangan Bastian.
Nadia mengangguk setuju dalam hati dia bergumam jika Bastian memang tidak memiliki kekurangan.
Nadia memiliki EQ yang rendah dia bahkan tidak tahu apa-apa mengenai hubungan, dikehidupan sebelumnya dia tidak menyadari jika Bastian dengan jelas menunjukan jika dia menyukainya, tapi dia tidak menyadari sama sekali, secara alami dia juga tidak tahu apa yang di sembunyikan Nyonya Sinta.
Saat Nyonya Sita menyembut Namanya, Bastian duduk dengan tegak. Dipermukaan dia terlihat sangat dingin, namun kenyataannya telapak tangannya saat ini berkeringat dingin, dia sangat gugup.
Setelah memperkenalkkan cucunya, Nyonya Sinta berkata “Nadia jika ada orang yang menyakitimu dia ibu kota, jangan ragu untuk mencariku, nenek tua ini masih bisa kau andalkan di ibu kota ini.” Setelah jeda yang cukup lama dia mengimbuhkan kata-kata dengan enggan “Kamu juga bisa mencari Bastian.”
Nyonya Sinta telam membaca informasi tentang Nadia, dia telah mengetahui latar belakang dan kondisinya saat ini, dia bingung mengapa orang tua kandungnya lebih menyayagi orang luuar dari pada anak kandungnya senddiri.
Dari lubuh hatinya yang paling dalam dia merasa kasihan kepada Nadia.
“Terima kasih Nenek” Ucap Nadia dengan senyum menawan, tatapan matanya juga menunjukkan rasa terima kasih kepada Nyonya Sinta.
“Jangan mengucapkan terima kasih.” Ucap Nyonya Sinta pura-oura tidak suka dan dia terus mengobrol dengan Nadia, tanpa disadari emreka sudah mengobrol selama 1 jam, sementara Bastian tidak berbicara sepatah katapun.
Bastian mengangkat tangannya untuk melihat jarum jam berkali-kali. Pada akhirnya dia tidak bisa terus menahan diri untuk tidak bertanya “Nenek apa kamu sudah makan?”
Nyonya Sinta dengan enggan melambaikan tangan bahkan dia tidak meoleh “Makan sendiri. Jangan mengangguku.”
Bastian tanpa ekpresi Kembali berkata “Nadia pasti belum makan siang.”
Nyonya Sinta menepuk kepalanya “Astaga lihat nenek tua ini, bisa- bisany aku lupa waktu dan membuat Nadia kelaparan.”
Setelah mengatakan itu dia bahkan tidak mengatakan apa-apa kepada Bastian dan tidak memperdulikannya, dia langsung menarik Nadia ke meja makan.
Bastian “….”
Bastian menyusul dia duduk di satu sisi meja makann dengan penuh kebencian yang meluap. Disebrangnya dalah Nadia.
Keluarga Wijaya adalah keluarga terpelajar. Mereka tidak terbiasa berbicara saat makan. Dan akhiirnya Nyonya Sinta Wijaya berhenti berbicara tanpa henti seperti sebelumnya.
Nadia hanya makan sedikit, dia berhenti makans etelah 5 suapan sendok makan. Sementara Bastian memperhatikan Tubuh kurus Nadia, dia mengerutkan kening. dia terlalu kurus dan kecil.
Dia berpikir jika dia menggunakan kekuatan untuk memegang pergelangan tangannya, tangan kecil itu akan patah, dimasa depan dia akan memebrinya banyak makan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Rossi Situmorang
lanjut euy...
2024-07-09
0
Viviana Chan
siap kak, makasih kunjungannya
2023-05-29
0
qeeraira
sabar ya Bastian,, Nadia dikuasai nenek dulu 🤭🤭🤭
**lanjuuuut ka Thor 🤗🤗🤗
2023-05-29
2