Murid Kelas D yang lainnya pun melongo setelah mendengar ucapan Nadia “…”.
Ruang kelas hening selama beberapa detik sebelum tertawa terbahak-bahak.
“Bos, sepertinya aku harus mengunjungi dokter telinga. Apa yang aku dengar barusan?.”
"sialan, cewek ini sangat cantik."
“Nadia demi menjaga wajahmu yang cantik, aku akan mengingatkanmu jika kakak ini tidak pernat terkalahkan, pikirkan baik-baik sebelum kau mengambil keputusan, aku tidak ingin melihatmu menangis.”
Feri tertawa terbahak-bahak sambil memegangi pertutnya “ Siswa baru dengan lengan dan betismu yang kecil itu akan patah jika kau memukulnya, kau jangan menyalah gunakannya, aku seorang pria yang tidak sudak memukul perempuan.”
"Jangan bicara omong kosong.” Ucap Nadia, dia menatap Feri dengan tatapan tajam, dia mengambil Tindakan awal dan mengambil lengan tangan Feri kemudian memutarnya.
Feri berteriak kesakitan, anak buah feri yang semulanya berkerumun bundur satu Langkah secara alami, saat melihat Feri yang kesakitan mereka mengerutkan alisnya.
Nadia selalu menerima pembulian saat dia masih kecil, saat dia pulang dan memberi tahu orang tuanya mereka justru memarahinya, dia tidak mendapatkan pembelaan ataupun orang yang bisa melindunginya, dia hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri.
Seperti yang diharapkan, ketika orang lain memukulnya, dia akan membalasnya. Dia juga orang yang kuat. Pada dasarnya, tidak banyak orang yang menjadi lawannya, ada kejadian dia membalas mereka dan membuat mereka di rawat dirumah sakit.
Di sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas tempat dia dulu tinggal, reputasinya sebagai tiran sangat terkenal.
Nadia bukan orang yang mau menerima penindasan, dia datang ke kelas D karena dia tidak ingin berurusan dengan orang lain, dia tidak perduli dengan hubungan teman sekelas, dia sedah terbiasa sendiri.
Air mata Feri jatuh begitu saja, Ini benar-benar sangat menyakitkan! Sementara dari memasang wajah acuh tak acuh sekali lagi dia memutar lengan Feri.
Siswa Kelas 4 di sekitarnya yang sedang menonton pertunjukan hanya mendengar suara 'kretek' yang lembut. Pergelangan tangan Feri yang awalnya terkilir diperbaiki, disertai dengan ratapan dan teriakan Feri.
"Sialan" Celetu Feri, yang telah dibebaskan dia sangat kesal, Dia tidak peduli lagi dengan prinsip anak laki-laki tidak memukul perempuan, Dia akan memberi pelajaran pada Nadia, Dia mengulurkan tangannya dan ingin meraih bahu Nadia.
F * ck wanita, f * ck prianya!
Namun, di detik berikutnya—
Bam! Feri jatuh ke tanah.
Nadia dengan tenang menarik kemabli kakinya dan Kembali duduk di kursi.
"Bos Feri." Seru Anak buah Feri yang sempat terkejut, mereka segera membatu Bos mereka berdiri, Feri merasa jika bintang-bintang bertebangan diatas kelanya, dia memengang kepalanya dan kakinya sedikit goyah.
Feri menggelas nafas dengan berat, pada saat bersamaan bel kelas berbunyi, setelah ini Guru Sigit akan mengajar, Feri menunjuk wajah Nadia dengan kesal dia berkata “Setelah sekolah berakhir, aku tunggu kau di lapangan basket!.”
Dia akan memberi pelajaran dengan baik dan akan memberi tahu siapa bos yang sesungguhnya, selang beberapa saat Guru Sigit memasuki ruang kelas, setelah guru Sigit memulai pelajaran Nadia secar alami tertidur di atas meja.
Gadis-gadis di ruangan itu melihat Nadia dengan tatapan kagum, dia menjadi idola baru untuk mereka!.
Gadis-gadis di depan juga menoleh dari waktu ke waktu.
Bahkan beberapa anak laki-laki akan memanggilnya guru, Siapa di antara anak laki-laki yang tidak memiliki impian jago dalam beladiri? Sebelumnya, yang paling mereka kagumi adalah Feri karena dia pandai berkelahi.
Dan sekarang Nadia telah mengalahkan Feri sebanyak dua kali dalam waktu yang singkat, Anak laki-laki itu tidak memiliki integritas moral dan sekarang mereka telah berpihak ke Nadia, bagi mereka yang terbaik adalah bos mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Rossi Situmorang
makin menarik
2024-07-09
0
Rara Lin
cerita yang menarik 😆
semangat terus thor
2023-08-08
0
Viviana Chan
setuju kak
2023-07-20
0