Kesan tidak suka kepada Nadia sekarang semakin bertambah, didalam hatinya Lidia sangat merasa sedih, dia telah mengandung anak yang salah, dia berharap jika Elisa adalah putri kandungnya.
300 juta memang tidak banyak tapi Wahyu Kusuma tidak akan memberinya lebih dari itu, dia mengambil kartu itu dan memasukkan kedalam saku jaketnya, setelah itu dia keluar untuk menghirup udara segar.
Di depan kediaman keluarga Wijaya, Nadia berdiri didepan pintu gerbang tinggi itu sudah lebih dari 30 menit, masih sangat jelas didalam ingatannya jika nenek Karmila dan Bastian orang yang sangat baik padanya, dia mengetahu jika Bastian sangat perduli dengan dirinya dua jam sebelum kematiannya.
Untungnya dia memiliki kesempatan untuk Kembali kemasa lalu, jika tidak dia pasti akan menjadi hantu penasaran.
Saat dia mellangkahkan kaki pergi sebuah mobil mewah melewatinya, sosok Nadia melintas dan sosok yang di cari Bastian muncul dalam benaknya, dia segera menginjak rem, membuka pintu mobil dan keluar.
Namun sosok yang dia lihat sebelumnya sudah pergi, dia menautkan alisnya yang terlihat seperti sebilah pedang.
Sepertinya dia sedang berhalusinasi, Dia hanya seorang wanita yang muncul dalam mimpinya. Dia tidak ada dalam kenyataan, Bastian Kembali masuk ke mobil, menyalakannya lagi, dan kembali ke Vila.
Setelah melihat cucunya berjalan kearahnya, Sinta segera bertanya dengan tidak sabar “Bastian apa kau sudah melakkukan sama seperti apa yang telah aku perintahkan.”
Perlahan dia menggulung lengan kemejanya, dia mengambil gunting dari tangan neneknya Sinta, memotong tangkai bunga yang tidak diperlukan, dia membantu neneknya untuk me rangkai bunga segar “kita akan mendapatkan kabar dalam dua hari kedepan.”
Nyonya tua Wijaya measa puas dengan jawabannya “Pertama kali aku bertemu dengan gadis itu aku langsung menyukainya, dalam sekali pandang aku tahu jika dia adalah gadis yang baik, jika bukan karena dia aku sudah pasti terkubur dibawah tanah, Bastian saat kau bertemu dengannya pastikan jika kau bersikap ramah padannya, kau janggan bersikap cuek aku tidak ingin kau menakutinya.”
Bastian adalah orang yang baik dalam segala hal, namun sikapnya terlalu dingin dan dia tidak perduli dengan apapun, mereka berdua memiliki kepribadian yang sama.
Memikirkan saja sudah membuat Mata Nyonya Tua Wijaya berbinar, dia mengoreksi penampilan Bastian dari atas sampai bawah.
Cucunya memang lebih tua dari gadis itu, tapi ini lebih bagus karena dia akan menyanyanginya karena dia lebih tua darinya.
Dia memiliki wajah yang cantik, dan penampilan Bastian juga tidak buruk. Mereka akan menjadi pasangan yang cocok.
Semakin dia memikirkannya, semakin dia merasa bahwa itu mungkin. Dia mengangguk berulang kali dan berkata, "Bastian, ingatlah untuk membawanya pulang saat kamu menemukannya."
Tangan BAstian berhenti dan dia mengerutkan kening, tapi dia juga tidak merasakan penolkan di hatinya.
—
Stelah pergi dari kediaman kelluarga Wijaya, pertama hal yang dilakukan Nadia adalah membeli pakaian beberapa setel, setelah itu dia pergi ke toko elektronik dia membeli lapton dan ponsel.
Saat dia Kembali ke kediaman keluarga Kusuma tidak ada orang yang perduli dengan kedatangannya,Ketika Elisa melihat Nadia, dia mellihatnya dengan tatapan penuh dengan penghiinaan, dia tidak mengeluarkan sepatah kata apapun.
Nadia senang karena tindakannya, itu lebih nyaman baginya dari pada harus berurusan dengan orang muka dua seperti dia.
Setelah menutup pintu rapat-rapt, dia menyalakan laptopnya dan masuk ke situs web peretas. Cyber Peretas, atau yang sering disengkat CP.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Rossi Situmorang
mantap Nadia..maju terus...
2024-07-09
0
qeeraira
lanjuuuut Nadia,,, dengan kelebihan bakatMu.. yuuuu buat semua berubah dan buat kehidupan lebih baik
2023-05-27
4