Kena marah

Orang yang pertama kali mendapatkan bola yang melambung tinggi itu adalah Feri, setelah itu dia melempar bola kearah ring dan mendapatkan gol pertama.

“Bos Feri dangat hebat!” Para anak buah Feri memuji dengan bangga, dan dalam waktu singkat gol kedua tercetak lagi.

“Bos kau yang terbaik!.”

Disusul gol ketiga.

“Bos, kau sangat hebat!.”

Feri terengah-engah dia menatap Nadia dengan tatapan sombong “Jika kau mengalah dari awal aku tidak akan kalah sedemikian rupa.” Ucapnya dengan senyuman yang tersungging dibibirnya.

"Omong kosong." Sahut Nadia, Nadia mengambil bola dan menghindari hadangan yang dilakukan Feri, dia berdiri di luar garis tiga poin setelah itu menggunakan seluruh kekuatannya untum menembak bola ke ring, semua mata tertuju ke bola basket yang melambung diatas udara.

Feri menatapnya dengan tatapan meremehkan berpikir jika Wanita itu tidak pernah mengaca sebelum melakukan sesuatu apa dia memiliki kemampuan atau tidak, agar tidak mempermalukan dirinya sendiri.

Namun detik berikutnya sebuah kesombongan dan keangkuhan Feri runtuh seketika setelah sebuah tamparan keras mendarat di wajahnya, yang tak lain adalah bola yang dilempar Nadia masuk kedalam Ring.

Itu masuk!

Itu masuk!!!

Feri tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat, sesaat dia tercengang kemudian dia menatap Nadia, dia tidak dapat melihat kebahagiaan di raut wajah Nadia seolah-olah itu han yang biasa saja.

Feri memperbaiki sikapnya yang ceroboh dia mulai bermain dengan serius, namun dia tidak memiliki peluang untuk menang, selama Nadia mendapatkan Bola dia tidak memiliki kesempatan untuk menyentuh bola tersebut, Nadia melempar bola satu persatu kedalam ring dan semua adalah tembakan tiga angka.

Saat dia mendapatkan bola Nadia akann merebutnya, itu berlaku sampai pertandingan berakhir, setelah pertandingann berakhir Feri sangat kelelahan dan terkapar ditanah karena tidak memiliki tenaga, dan hasilnya jelas jika Feri kalah telak.

Feri berdiri kemudian mengambil air mineral ynag tersedia kemudian meneguknya, dia tidak bisa mengakui jika dia dikalahkan oleh seorang gadis.

Mesya teman satu meja Nadia bertannya dengan rasa ingin tahu yang tinggi, dia menatap Nadia dengan tatapan kagum “Nadia apa sebelumnya kamu pernah belajar basket?.”

“Tidak.” Sahut Nadia, dia melihat Mesya dengan senyum di bibirnya, dia tidak bisa mengendalikan diri untuk tudak mencubit pipi Mesya yang tembem seperti bakpau, hanya sedikit orang yang tahu bahwa dia menyukai hal-hal lucu.

“Kamu sangat berbakat, kamu sangat pandai bermain bahkan sebelum mempelajarinnya" Ucap Mesya, dia sangat terkesan dengan Nadia.

“Nadia melirik Feri yang sedang meneguk air, dengan jujur dia berkata “Sepertinya aku bisa belajar dengan cepat.”

Feri memuntahkan air ynag baru saja dia teguk, dia tersedak “Sialan!.”

Dia pandai berkelahi dan bisa bermain basket. Apakah dia benar-benar seorang wanita?.

Feri berjalan kearah Nadia menudian dia berlutut “Ayah,.. tidak tidak maksudku saudari Nadia” Feri segera mengubah kalimat ynag dia ucapkan dengan malu, dia menerima tatapan ringan dari Nadia.

“Saudai Nadia, aku Feri mulai sekarang akan mengikutimu sebagi bawahanmu” Feri melirik bawahannya yang telah bersamanya aselama tiga tahun, dia menutup matanya dan bicara dengan raut wajah sedih “Kalian juga akan melakukannya dimasa depan, ingat untuk memanggilnya Saudari Nadia.”

Dan bawahan Feri dengan patuh ikut memanggilnya serempat “Saudari Nadia.”

Nadia mengambil air yang dibawakan Mesya untuknnya dan kemudian berkata “Aku tidak akan merebut posisimu sebagai bos, aku tidak tertarik dengan hal itu.”

Mendengar ucapan Feri Nadia sangat senang “Saudari Nadia mulai sekarang aku akan mematuhumi” Setelah Feri selesai berbicara, dia terus mengatakan kata-kata yang menyanjung Nadia.

Nadia mengerutkan kening dengan tidak sabar dan pergi meningalkannya, sementara Feri masih memuji Nadia, dia bahkan tidak sadar jika nadia sudah pergi.

Di ruang tamu keluarga Kusuma, Wahyu Kusuma duduk disofa dengan raut wajah kesal, dia bertanya dengan nada suara yang sedikit tiinggi “Aku ingin bertanya, mengapa kamu tidak masuk kekelas A?, Untuk seorang gadis apa kau pikir pantas membuata keributan dihari pertama masuk sekolah?.”

Terpopuler

Comments

Rossi Situmorang

Rossi Situmorang

bapaknya bikin kesal ah

2024-07-09

0

qeeraira

qeeraira

haduuuuuuuuh sambutan menjengkelkan pulang sekolah cape lelah bukannya disambut manis suruh istirahat TAPI yang ada tekanan🙈🙈

2023-05-27

1

lihat semua
Episodes
1 Kesempatan kedua
2 Kembali ke keluarga kandung
3 Bertemu dengan orang tua kandung
4 Memperingatkan
5 Pembantu sombong
6 Ayah yang sombong
7 Sapat modal
8 Ibu durhaka
9 Daftar sekolah
10 Ketemu guru sombong
11 Putri tidur
12 Nadia dibuli?
13 Basket
14 Kena marah
15 Hanya untuk keuntungan keluarga.
16 Niat awal ingin mempermalukan, tapi malah malu sendiri
17 Suasana klas berubah
18 Bertemu Bastian
19 calon menantu impian
20 So sweet nya
21 tak dihargai di keluarga sendiri
22 bocah bau kencur menang
23 kemunculan King untuk meruntuhkan kesombongan On!?
24 Mulai keringat dingin dek!
25 King sedih!
26 menang telak
27 Nadia Vs Bastian?
28 Bastian siap Nampung nih
29 Si ulat jatuh cinta sama Bastian!
30 Si ulat bulu mulai bereaksi
31 Nadia diusir?
32 Kisah Hery yang dihianati adik kandungnya, Lastri
33 Kerja sama gagal?
34 saham jatuh seperti perosotan
35 Nadia sangat boros!
36 Nadia dan Bastian adalah Pasangan serasi
37 Untung banyak
38 Rumor Nadia menjadi simpanan beredar di sekolah
39 Dapat teman sekelas yang baik
40 Ketemu guru songong
41 Ali Wafa kesal dengan sikap guru yang menyukai Nadia
42 Teman Elisa tidak jauh beda dengan dirinya
43 LEO satu sekolahan dengan Nadia!
44 Sibucin
45 Nadia jadi bahan pelampiasan kemarahan Wahyu
46 Wahyu dibuat menunggu oleh Bastian
47 Lidia menuduh Nadia!
48 Wanitaku
49 Nadia bertemu dengan Leo
50 Elisa di permalukan
51 Elisa halu tingkat dewa
52 Leo.
53 Elisa si muka dua
54 Nadia bertemu dengan staf asosiasi pelukis
55 Aliwafa berulah
56 Nadia dipanggil Kepala Sekolah
57 Aliwafa malu gak ukuran
58 Aliwafa!!
59 Elisa kenak ulti
60 Elisa ketar ketir
61 kabar buruk untuk Fery dan Elisa
62 Lidia kenak semprot
63 Pertemuan orang tua dan guru
64 Elisa bikin emosi
65 Bastian ke sekolahan Nadia
66 Bastian
67 Bastian
68 Acara pertemuan di mulai
69 Lidia
70 Lidia
71 Lidia diabaikan Nadia
72 Asosiasi lukis
73 Aliwafa
74 Aliwafa
75 Aliwafa
76 Aliwafa!
77 Bastian
78 Nadia malu
79 Leo
80 Elisa
81 Leo
82 Gatot
83 Nenek Sinta datang
84 Gatot malu
85 Nadia dan Bastian
86 Bastian semangat
87 Leo pindah kelas
88 kepala sekolah
89 siswa kelas 3a ingin pindah kelas
90 Bastian cemburu
91 Ulang tahun Nadia
92 Lukisan
93 gelang
94 pembantu gibah
95 si uler
96 dapat lapu hijau
97 Nenek cerewet datang
98 Lidia vs mertua
99 Nadia
100 Nyonya tua
101 Lidia bikin geleng kepala
102 wahyu ngajak cera!
103 wahyu punya simpanan
104 Elisa gigit jari
105 Nadia posesif
106 Nadia dalam bahaya!
107 Elisa jadi babu
108 orang kaya mah bebas
109 Bastian si bucin
110 Nadia keluar ujian lebih awal
111 Hasil ujian keluar
112 Sulia dan Jeni
113 Bastian
114 Nadia diturunkan dari panggung olimpiade?
115 Tes untuk Nadia
116 Jeni ketar ketir
117 Universitas yg disukai
118 Elisa gak sadar diri
119 Aliwafa kepergok
120 Aliwafa dilabak
121 aliwafa kecelakaan
122 buronan
123 Elisa cacat
124 Perusahaan kusuma
125 Elisa si rubah
126 Wahyu malu gak luu
127 Wahyuuu
128 Nadia keluar
129 villa Bastian
130 Leni
131 Taruma
132 Niat tersembunyi Bastian
133 Ibu Rindi mengacau
134 hadeh
135 aliwafa dua
136 Nadia terlalu berdamage
137 Leo yg malang
138 Elisa si ratu drama
139 nenek yg usil
140 Thomas Alexander
141 Ayah kandung Bastian
142 menunggu ceo malah Bastian yang muncul
143 tepuk jidat
144 Mesya
145 sepasang kekasih?
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Kesempatan kedua
2
Kembali ke keluarga kandung
3
Bertemu dengan orang tua kandung
4
Memperingatkan
5
Pembantu sombong
6
Ayah yang sombong
7
Sapat modal
8
Ibu durhaka
9
Daftar sekolah
10
Ketemu guru sombong
11
Putri tidur
12
Nadia dibuli?
13
Basket
14
Kena marah
15
Hanya untuk keuntungan keluarga.
16
Niat awal ingin mempermalukan, tapi malah malu sendiri
17
Suasana klas berubah
18
Bertemu Bastian
19
calon menantu impian
20
So sweet nya
21
tak dihargai di keluarga sendiri
22
bocah bau kencur menang
23
kemunculan King untuk meruntuhkan kesombongan On!?
24
Mulai keringat dingin dek!
25
King sedih!
26
menang telak
27
Nadia Vs Bastian?
28
Bastian siap Nampung nih
29
Si ulat jatuh cinta sama Bastian!
30
Si ulat bulu mulai bereaksi
31
Nadia diusir?
32
Kisah Hery yang dihianati adik kandungnya, Lastri
33
Kerja sama gagal?
34
saham jatuh seperti perosotan
35
Nadia sangat boros!
36
Nadia dan Bastian adalah Pasangan serasi
37
Untung banyak
38
Rumor Nadia menjadi simpanan beredar di sekolah
39
Dapat teman sekelas yang baik
40
Ketemu guru songong
41
Ali Wafa kesal dengan sikap guru yang menyukai Nadia
42
Teman Elisa tidak jauh beda dengan dirinya
43
LEO satu sekolahan dengan Nadia!
44
Sibucin
45
Nadia jadi bahan pelampiasan kemarahan Wahyu
46
Wahyu dibuat menunggu oleh Bastian
47
Lidia menuduh Nadia!
48
Wanitaku
49
Nadia bertemu dengan Leo
50
Elisa di permalukan
51
Elisa halu tingkat dewa
52
Leo.
53
Elisa si muka dua
54
Nadia bertemu dengan staf asosiasi pelukis
55
Aliwafa berulah
56
Nadia dipanggil Kepala Sekolah
57
Aliwafa malu gak ukuran
58
Aliwafa!!
59
Elisa kenak ulti
60
Elisa ketar ketir
61
kabar buruk untuk Fery dan Elisa
62
Lidia kenak semprot
63
Pertemuan orang tua dan guru
64
Elisa bikin emosi
65
Bastian ke sekolahan Nadia
66
Bastian
67
Bastian
68
Acara pertemuan di mulai
69
Lidia
70
Lidia
71
Lidia diabaikan Nadia
72
Asosiasi lukis
73
Aliwafa
74
Aliwafa
75
Aliwafa
76
Aliwafa!
77
Bastian
78
Nadia malu
79
Leo
80
Elisa
81
Leo
82
Gatot
83
Nenek Sinta datang
84
Gatot malu
85
Nadia dan Bastian
86
Bastian semangat
87
Leo pindah kelas
88
kepala sekolah
89
siswa kelas 3a ingin pindah kelas
90
Bastian cemburu
91
Ulang tahun Nadia
92
Lukisan
93
gelang
94
pembantu gibah
95
si uler
96
dapat lapu hijau
97
Nenek cerewet datang
98
Lidia vs mertua
99
Nadia
100
Nyonya tua
101
Lidia bikin geleng kepala
102
wahyu ngajak cera!
103
wahyu punya simpanan
104
Elisa gigit jari
105
Nadia posesif
106
Nadia dalam bahaya!
107
Elisa jadi babu
108
orang kaya mah bebas
109
Bastian si bucin
110
Nadia keluar ujian lebih awal
111
Hasil ujian keluar
112
Sulia dan Jeni
113
Bastian
114
Nadia diturunkan dari panggung olimpiade?
115
Tes untuk Nadia
116
Jeni ketar ketir
117
Universitas yg disukai
118
Elisa gak sadar diri
119
Aliwafa kepergok
120
Aliwafa dilabak
121
aliwafa kecelakaan
122
buronan
123
Elisa cacat
124
Perusahaan kusuma
125
Elisa si rubah
126
Wahyu malu gak luu
127
Wahyuuu
128
Nadia keluar
129
villa Bastian
130
Leni
131
Taruma
132
Niat tersembunyi Bastian
133
Ibu Rindi mengacau
134
hadeh
135
aliwafa dua
136
Nadia terlalu berdamage
137
Leo yg malang
138
Elisa si ratu drama
139
nenek yg usil
140
Thomas Alexander
141
Ayah kandung Bastian
142
menunggu ceo malah Bastian yang muncul
143
tepuk jidat
144
Mesya
145
sepasang kekasih?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!