Sikap tegas Nadia membuat para pelayan itu membatu, perasaan takut muncul dihatinya saat dia bertatapan langsung dengan tatapan mata nadia yang tajam, ucapan Nadia menggema dalam benak.
Untuk sesaat dia merasa kesal denga napa yang dikatakan Nadia, dia orang yang tidak berguna, dengan hak apa dia memiliki keberania mengatakan hal- hal seperti itu tentang dirinya? Bahkan jika dia adalah Nona Muda Keluarga Kusuma.
Wajah pelayan itu tiba-tiba membeku. Hatinya menjadi dingin dan wajahnya menjadi pucat pasi. Tidak peduli apa pun yang terjadi, Nadia tetaplah putri kandung dari Tuan dan Nyonya .
Dia tidak dihargai tapi dia hanya seorang pelayan kecil, Sudah terlihat jelas mana yang lebih penting.
Jika Nadia melaporkan tindakannya ke Tuannya, dia pasti akan dipecat.
Memikirkan hal itu, pelayan berulang kali meminta maaf kepada Nadia dengan suara rendah, “Nona, ini salahku karena tidak tahu apa yang baik dan buruk untuk ku. Maafkan aku, aku tidak akan melakukannya lagi, tolong maafkan aku.”
Nadia menatap Pintu keluar dengan tajam, terlihat jelas jika dia meminta para pelayan itu keluar dari kamarnya.
Pelayan itu menghela nafas lega dan segera meninggalkan kamar Nadia. Kakinya gemetar ketakutan dan dia bahkan tidak bisa berjalan dengan baik.
Setelah pelayan itu pergi, Nadia bahkan tidak melihatnya. Dia membuang barang-barang yang telah disiapkan Lidia untuknya ke tempat sampah, setelah itu dia mandi sebentar, lalu pergi tidur.
Berbaring di atas tempat tidur untuk waktu yang lama, Nadia tidak menutup matanya, dia memikirkan semua yang telah terjadi hari ini, dia merasa jika semua ini adalah mimpi.
Dia memiliki kesempatan untuk melakukannya apa yang pernah dia lalui sekali lagi, dia akan mengambi semua hal yang di rampas darinya.
Kak Bastian, Nenek.
Dia tidak akan terhasut untuk kedua kalinya dan menganggap kedua orang itu orang asing dalam kesempatan kali ini.
Keesokan pagi, Nadia bangun setelah mencuci muka dia turun untuk sarapan, dia hanya melihat Lidia dan Wahyu Kusuma yang sedang sarapan, sementara Elisa sudah pergi ke sekolah sejak pagi.
“Nadia aku sudah mengatur jadwal agar kau masuk sekolah besok, system Pendidikan didesa tidak begitu bagus tidak seperti Ibu Kota yang jau lebih baik dan modern, standar siswanya juga sangat tinggi, tidak perludi seberapa bagusnya nilaimu saat di desa kau tidak akan sanggup bersaing dengan mereka, bisa menjadi siswa disini saja sudah sangat bagus untukmu, apalagi kau tidak menerima Pendidikan dasar sejak awal.” Ucap wahyu dia sama sekali tidak memiliki harapan sama sekali untuk putrinya yang dibesarkan di kampung.
‘memangnya apa yang bisa diunggulkan dari orang yang dibesarkan dipedesaan?’
Untungnya, keluarganya memiliki Elisa, yang selalu menduduki peringkat sepuluh besar di sekolah, dia adalah putri kebanggaannya.
Nadia sama sekali tidak menanggapi ocehannya, dia hanya mengambil roti dan menuang segelas susu dengan santai, Lidia tidak perduli dengan tindakannya.
“Aku sudah kenyang” Ucap Nadia setelah makan beberapa potong roti dan segelas susu, setelah itu dia pergi.
Wahyu Kusuma memperhatikan pakaian yang di kenakan Nadia, dia mengertkan keningnya, dia menoleh dan bertanya pada Lidia “Apa kamu belum menyiapkan pakaian untuk Nadia?”.
Lidia mengerutkan keningnya dengan bingung berkata “Aku sudah menyurup pelayan untuk mengantar semua kebutuhan untuk Nadia .”
Tatapan mata kedua pasang suami itu tertuju pada penampilan Nadia yang masih lusuh, Wahyu Kusuma terdiam sesaat, perlahan dia membuka mulutnya dan bertata “Itu sangat tidak pantas.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Ratu Kalinyamat
hmmm lanjut thor
2024-01-31
0
Liu Zhi
Nah tuh
2023-05-30
0
qeeraira
haduuuuuuuuh keluarga macam apa ini🤦🏼♀️🤦🏼♀️🤦🏼♀️
lanjuuuut Nadia
2023-05-27
1