Cora mengamati lekuk tubuhnya di depan cermin.
"Tubuh wanita ini benar-benar sempurna bak gitar spanyol," gumam Cora memuji.
"Sepertinya aku harus membeli bra yang baru. Benda ini membuatku sesak," kata Cora memakai bra miliknya. Ukuran bra miliknya dengan pemilik tubuh yang sekarang ditempatinya berbeda.
"Aku bahkan iri melihat tubuh wanita ini," gumam Cora.
"Tapi sekarang ini menjadi tubuhku," lanjutnya tersenyum menatap pantulan tubuhnya di cermin.
Setengah jam kemudian Cora berangkat menuju lokasi pemotretan yang sudah dikirim Elizya padanya. Sebelum bekerja, Cora sudah mencari sedikit informasi tentan Bianca. Wanita itu sudah pernah menikah dan bercerai 3 tahun yang lalu. Ia punya dua anak dari pernikahannya. Saat ini model tersebut sedang dekat dengan seorang aktor ternama.
Jalanan hari ini tidak terlalu macet hingga ia bisa tiba di lokasi pemotretan dengan cepat. Pemotretannya dilakukan di pantai yang ada di Malibu. Cora berjalan mendekati stan yang sudah disediakan oleh crew selama pemotretan berlangsung. Disana sudah hadir beberapa crew yang tidak dikenalnya. Untung saja ada Elizya. Wanita yang usianya sudah menginjak 29 di tahun ini.
"Hai Elizya.." sapa Cora. Elizya mengangguk.
"Modelnya belum datang. Pemotretan ditunda satu jam," kata Elizya duduk di kursi. Elizya sudah lama menjadi MUA dan fashion stylist pribadi Bianca.
Wanita itu sudah mengenal seperti apa seluk beluk dari seorang Bianca.
"Cora ayo duduk dulu. Apa kamu sudah sarapan?" tanya Elizya membuka kotak makanannya. Cora mengangguk.
"Kalau begitu aku sarapan dulu. Aku tidak sempat sarapan karena mengira pemotretannya tepat waktu," ujar Elizya.
"Mungkin kamu akan sering menghadapi hal seperti ini selama menjadi staf seorang model. Mereka terkadang seperti itu. Tidak menghargai waktu orang lain," ujar Elizya.
"Aku mengerti Elizya," kata Cora. Dulu saat menjadi sekretaris ia juga sering menghadapi klien bosnya yang tidak tepat waktu.
"Hai sayang.." ucap seorang pria mengecup kening Elizya. Pria itu adalah Evans, salah satu fotografer dari Pics Agency. Salah satu agensi model terkenal.
"Kamu sudah sarapan?" tanya Elizya. Evans lalu mengangguk. Evans menatap Cora yang duduk di samping kekasihnya. Ia tidak pernah melihat wajah wanita itu sebelumnya.
"Sayang.. ini Cora. Dia asisten baru Bianca. Satu minggu yang lalu Bianca memintaku untuk mencari asisten baru. Seperti biasa. Asisten lamanya mengundurkan dirinya," ujar Elizya membuat Evans terkekeh.
"Hai Cora, aku Evans. Senang bertemu dengan mu," ujar Evan mengulurkan tangannya.
"Cora," balas Cora.
****
Satu jam kemudian tiga orang model yang akan melakukan pemotretan tiba di lokasi. Mereka datang dengan asisten yang berjalan dibelakang mereka membawa barang-barang model itu. Tak lupa juga dua orang pengawal yang di siapkan oleh agensi.
Cora lalu berlari menghampiri Bianca untuk membatunya membawa semua barang-barang mereka.
"Halo Mrs. Bianca, saya Cora asisten baru anda," ucap Cora. Tentu saja ia langsung mengenali wajah wanita itu karena sudah melihatnya dari media sosialnya. Jika dilihat langsung wanita berusia 31 tahun itu ternyata lebih cantik dibandingkan dari foto-fotonya.
"Hmmm" balas Bianca berdehem memberikan semua barang-barangnya pada Cora. Elizya sudah mengabarinya satu hari yang lalu.
"Elizya.. cepat rias aku!" perintah Bianca duduk di kursi yang sudah di siapkan.
Elizya mengangguk. Ia kemudian mengambil peralatan make up miliknya.
"Dimana manager mu itu?" tanya Elizya. Biasanya manager Bianca akan ikut jika Bianca melakukan pemotretan di luar.
"Dia sedang ada urusan," jawab Bianca.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Bzaa
semangat
2025-02-22
0
fifid dwi ariani
trus berkarya
2023-10-26
0
Bou'Rings
Semoga si bianca bukan jd rival percintaan cora yess..
2023-05-11
3