Cora merasa kepalanya berputar-putar. Kepalanya terbentur sangat keras. Darah mulai keluar dari hidungnya. Penglihatannya mulai kabur. Cora tidak sempat menyelamatkan dirinya. Mobil itu bergerak terlalu cepat. Cora terbatuk mengeluarkan darah dari mulutnya. Wanita tua itu berusaha bangun, untuk melihat keadaan Cora. Pemilik mobil yang menabrak Cora pergi begitu saja.
Sayup-sayup ia mendengar kerumunan mulai mendekatinya.
"Apa dia masih hidup?"
"Siapa yang mengenalnya?"
"Ambulance."
"Cepat panggilkan ambulan!"
Begitulah kata-kata yang terucap dari mulut mereka. Cora merasakan sesak.
"Oh.. tidak... tidak.. apakah aku akan mati," batin Cora.
"A..aku tidak ingin mati muda. Bagaimana dengan Karier ku? percintaanku? ada banyak hal yang ingin aku capai. Aku tidak ingin mati." Pandangannya semakin kabur. Lalu gelap. Cora tak sadarkan diri.
******
Seorang wanita terbaring lemah dengan pakaian khas pasien rumah sakit di atas brankar perlahan mulai membuka matanya. Ruangan serba putih menyambut pemandangannya. Tubuhnya ditutupi dengan selimut rumah sakit.
"Nggh.. " Cora memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Jadi aku masih hidup," gumamnya dengan lemah. Ia memandangi seluruh ruangan tempat dia di rawat. Pandangan Cora turun ke arah tangan kirinya yang terpasang infus. Wajahnya yang pucat menandakan tubuhnya masih lemah.
Cora mengingat kembali rentetan kejadian dimana dirinya mengalami kecelakaan.
"Ceklek.." pintu ruangan itu terbuka menarik atensi Cora.
"Apa dia yang menolongku," batin Cora saat melihat seorang wanita yang terlihat masih muda menghampirinya.
"Cora kamu sudah sadar.." ucap wanita itu senang. Cora mengangguk. Wanita itu tau namanya. Mungkin saja dia sudah melihat tanda pengenalnya untuk mengisi data-data tentang dirinya saat diminta oleh pihak rumah sakit.
"Aku akan panggil dokter.." ucap Violet senang.
"Tu.. tunggu dulu," panggil Cora membuat Viona menghentikan langkahnya.
"Terima kasih sudah menolongku," ucap Cora lemah.
"Kita ini teman, sudah seharusnya saling menolong. Kamu membuatku ketakutan Cora. Kamu hampir mengakhiri hidupmu. Setelah kamu pulih, kamu harus menjelaskan kenapa kamu meneguk racun itu," ucap Violet menatap Cora yang terlihat terkejut.
"Ra.. racun?" tanya Cora. Bukankah dia ditabrak mobil. Sebanyak apapun masalah yang dialaminya tidak pernah Cora ingin mengakhiri hidupnya. Baginya hidupnya terlalu berharga jika ia bunuh diri hanya karena masalah yang dialaminya. Ia akan berusaha keluar dari masalah itu. Dan wanita di sampingnya itu mengatakan jika dirinya mencoba bunuh diri dengan meneguk racun. Yang benar saja, dia tidak sebodoh itu. Tapi tunggu dulu, kenapa wanita ini mengenalnya. Dan mengaku-ngaku sebagai temannya. Cora merasa tidak punya teman seperti wanita di sampingnya itu. Sebenarnya apa yang terjadi.
"Aku tidak minum racun apapun. Dan.. sejak kapan kita berteman. Kita bahkan tidak pernah bertemu sebelumnya," ucap Cora bingung.
"Astaga Cora.. ini aku Violet. Kamu hanya minum racun, apa efeknya bisa membuat seseorang hilang ingatan," kata Violet heran.
"Aku benar-benar tidak mengenalmu. Sungguh, aku tidak berbohong," tukas Cora menatap Violet. Kepalanya terasa sakit memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.
"Fix, kamu hilang ingatan. Tapi rasanya tidak mungkin. Kamu bercanda ya.." kata Violet menatap Cora penuh selidik. Ia bahkan sampai lupa memanggil dokter.
"Aku tidak hilang ingatan. Aku tidak minum racun. Saat aku ingin menolong seorang wanita tua yang hampir tertabrak, aku tidak sempat menyelamatkan diri hingga aku tertabrak. Tubuhku berguling-guling dan kepalaku__" Cora terdiam, ia menyentuh wajah dan kepalanya. Kenapa tidak ada perban di kepalanya. Seharusnya ada perban disana. Kepala dan wajahnya terluka saat itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Bzaa
wahhh kyknya jiwanya masuk ke badan orang lain
2025-02-22
0
Fifid Dwi Ariyani
trusceria
2024-04-08
1
mrsdohkyungsoo
semoga seruuuu
2024-04-02
0