Cora sedang berada di salah satu cafe yang lokasinya tidak jauh dari apartemennya. Hanya butuh waktu 7 menit saja untuk sampai di cafe itu dengan jalan kaki. Violet tidak ikut dengannya karena ibunya meminta Violet pulang ke rumah mereka. Setelah makan malam, Cora berencana pergi ke supermarket membeli beberapa bahan makanan untuk mengisi kulkasnya yang kosong.
Cora berjalan keluar dari supermarket membawa barang belanjaannya. Cora memilih jalan kaki karena jalanan masih terlihat ramai dan apartemennya juga tidak terlalu jauh.
"Kenapa aku merasa ada yang sedang mengikuti ku," batin Cora menoleh ke belakang. Alisnya mengernyit. Tidak ada tanda-tanda orang mencurigakan.
"Mungkin hanya perasaanku saja," gumam Cora mengangkat bahu acuh. Ia kembali berjalan melewati trotoar.
"Aneh, kenapa aku masih merasa ada yang sedang mengawasi ku," batin Cora. Ia memutar tubuhnya, berpura-pura sedang menunggu taxi. Matanya mencari-cari sosok yang mencurigakan. Tatapannya tertuju pada dua orang pria yang sedang berbicara dengan botol berisi alkohol ditangan mereka. Cora kembali mengawasi keadaan sekitar. Keadaan cukup ramai, ada beberapa pejalan kaki. Rata-rata anak muda yang keluar masuk bar. Kendaraan yang lewat juga masih cukup ramai. Tanpa sengaja tatapannya bertemu dengan dua orang pria tadi. Sepertinya mereka sedang mengamati Cora.
Cora mengusap lehernya. Rasa khawatir mulai menghampirinya. Cora kembali melirik kedua pria itu dan keduanya terlihat berjalan menjauh darinya.
"Ternyata hanya perasaanku saja," ujar Cora lega. Ia kemudian melanjutkan perjalanannya. Cora melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan angka 10. 40. Entah apa yang ia lakukan di supermarket hingga menghabiskan waktu satu jam lamanya. Jika dilihat, barang belanjaannya juga tidak terlalu banyak.
Cora kembali berjalan di trotoar.
Lagi-lagi, ia merasa ada yang mengikutinya. Cora dengan sengaja menjatuhkan barang belanjaannya.
"Ya ampun.." gumam Cora menunduk, mengambil barangnya. Matanya melirik ke samping, dua orang pria bertubuh tegap yang dilihatnya tadi berada dibelakangnya.
"Oh Tuhan.. apa mereka sedang mengincarku," batin Cora ketakutan. Sepertinya kedua pria itu pencuri. Cora melangkah dengan cepat. Tidak.. sekarang ia berlari dengan cepat. Cora melihat kebelakang dan kedua pria itu berlari mengejarnya.
"Apa aku akan mati lagi," gumam Cora ketakutan. Ia berlari kencang, menghindari kedua pria itu. Cora yang ketakutan tidak sadar jika dia sudah melewati gang menuju apartemennya.
Cora berhenti berlari, sebelum memutuskan belok ke kanan. Cora tampak ngos-ngosan setelah berlari cukup lama. Cora melihat kebelakang, kedua pria itu semakin mendekat. Cora belok kanan, memasuki gang yang lebih sempit.
"Bagaimana ini, mereka tetap mengejar ku. Tidak ada orang yang lewat di sini," gumam Cora.
"Akh..." pekik Cora saat tangannya ditarik paksa oleh seorang pria yang tidak dikenalnya. Cora tidak bisa melihat dengan jelas wajah pria itu karena pencahayaan yang temaram.
"Lompat!" perintah pria itu. Tanpa pikir panjang, Cora mencoba melompat pagar rumput halaman belakang rumah yang tidak mereka kenal. Tinggi pagar itu hampir mencapai dadanya. Cora yang tampak kesulitan karena membawa barang belanjaannya.
"Payah.." ucap pria itu mengangkat tubuh Cora layaknya seperti barang dan menjatuhkannya begitu saja.
"Akhh.." Cora merasakan bokongnya mendarat dengan keras di tanah. Pria itu lalu melompat.
"Apa kamu tidak bisa mel__ hmmppphhttt" Cora menghentikan perkataannya saat pria itu menarik tubuh Cora dan membekap mulutnya.
"Diam atau kita akan ketahuan," bisik pria itu di telinga Cora. Nafas hangatnya menerpa permukaan telinga Cora. Membuat tubuh Cora berdesir. Cora mengangguk. Pria itu lalu melepaskan tangannya dari mulut Cora.
"Kemana perginya wanita itu?"
Refleks Cora mendekatkan tubuhnya pada pria di depannya karena ketakutan saat mendengar suara pria yang mengejarnya. Jantungnya berdegup kencang. Cora menggigit bibinya dengan mata terpejam. Keringat di dahinya bercucuran.
"Aku rasa dia bersembunyi disekitar sini," ucap salah satu dari keduanya.
"Lupakan saja, kita cari mangsa yang lain saja." Kedua pria itu lalu pergi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Bzaa
serem banget
2025-02-22
0
Samsia Chia Bahir
waaaaaahhhh, penculik niiihhh 😆😆😆
2024-01-16
0
Faidah Tondongseke
Gk ppa gak bisa bela diri,yg penting jenius
2023-12-04
0