Setelah perjalanan cukup lama, Cora akhirnya tiba di LA.
"Violet," panggil Cora mengejutkan Violet.
"Astaga... kamu mengejutkanku," ucap Violet melihat kedua tangan Cora sedang memegang koper besar.
"Aku membawa barang-barang ku karena mulai sekarang aku akan menetap di LA," kata Cora. Violet lalu mengangguk. Violet baru tersadar jika ada yabg tampak berbeda dari Cora. Penampilannya. Penampilannya berbeda jauh dari Cora sebelumnya. Cora yang sekarang sangat feminim. Memakai dress di bawah lutut yang dipadukan dengan flatshoes berwarna hitam.
"Kamu terlihat berbeda dari Cora. Kau tau, Cora orangnya sangat polos. Aku rias sedikit saja, dia pasti akan marah. Ternyata Cora akan secantik ini saat penampilannya lebih feminim," kata Violet memuji kecantikan Cora.
"Aku yakin banyak pria yang akan melirik mu," kata Violet.
"Aku setuju denganmu. Lihat, mereka bahkan sudah melirikku," bisik Cora tertawa pelan. Ia sedikit berbangga diri.
"Aku bahkan terkejut saat melihat penampilanku di depan kaca. Ternyata Wanita ini cantik, bahkan lebih cantik dariku," kata Cora jujur.
"Bagaimana dengan apartemenku yang baru?" tanya Cora. Ia meminta bantuan Violet untuk mencari tempat tinggal yang baru untuknya. Tempat tinggal yang sedikit lebih luas dari apartemen Cora yang lama.
"Sudah.. kamu tenang saja," balas Violet.
"Thanks Violet. Kamu sudah baik padaku. Maaf sudah merepotkan mu," ucap Cora tulus.Violet lalu mengangguk.
"Ayo, kita akan ke tempatmu yang baru," ajak Violet mengambil alih satu koper milik Cora. Keduanya lalu berjalan menuju parkiran.
Tak lama kemudian, Cora dan Violet tiba di depan gedung apartemen yang tak jauh dari pusat kota. Kedua wanita seumuran itu berjalan menuju lobi dengan tangan menyeret koper. Cora dan Violet masuk ke dalam lift.
"Unit milikmu ada di lantai 5 tepat di seberang unit milikku," ucap Violet.
"Jadi kamu tinggal di sini juga?" tanya Cora. Violet mengangguk. Cora pikir Violet tinggal bersama orang tuanya.
"Aku kira kamu tinggal bersama keluargamu," balas Cora.
"Kalau aku tinggal bersama mereka, tiap hari kepalaku pasti akan pusing dengan pertanyaan kapan kamu menikah? mom dan dad sudah tua," ucap Violet memperagakan gaya ibunya berbicara membuat Cora terkekeh.
"Ting" pintu lift terbuka. Cora dan Violet keluar dari lift. Keduanya lalu berjalan disepanjang lorong apartemen hingga tiba di unit D no 20.
"Bagaimana menurutmu? apa kamu suka?" tanya Violet setelah keduanya masuk ke dalam unit milik Cora.
"Ya, aku suka. Thanks Violet," ujar Cora duduk di sofa.
"Pamanmu menghubungiku tadi malam karena kamu tidak mengangkat panggilan darinya. Sepertinya dia menghubungi nomor Cora yang lama. Dia tidak tau kalau ponsel Cora sudah diambil Carlos," kata Violet mendaratkan bokongnya di sofa.
"Blokir saja nomor si tua karatan itu," kata Cora malas. Membayangkan wajah genit Brandon saja ia ingin muntah.
"Sepertinya kamu benar. Aku akan memblokirnya. Aku tidak ingin si tua itu menghubungiku lagi," balas Violet.
"Ngomong-omong, apa rencana mu selanjutnya?" tanya Violet.
"Aku berencana mencari pekerjaan baru. Hanya saja, aku tidak bisa lagi menggunakan ijazahku. Sekarang aku sudah berada di tubuh Cora. Kau tau kan mencari pekerjaan di zaman sekarang sangat sulit," kata Cora menghela nafasnya.
"Aku punya teman seorang Fashion Stylist yang sedang mencari asisten untuk seorang model terkenal. Kalau kamu mau, aku akan merekomendasikan mu," kata Violet membuat mood Cora seketika berubah.
"Aku mau.. aku mau," kata Cora dengan semangat. Cora pikir menjadi asisten tidak jauh berbeda dengan pekerjaannya saat menjadi sekretaris.
"Hanya saja," Violet diam sejenak.
"Hanya saja apa?" tanya Cora penasaran.
"Kamu kenal dengan Bianca kan? dia model yang sedang mencari asisten," kata Violet.
"Beberapa kali pernah mendengarnya. Aku tidak terlalu mengikuti kehidupan para model dan selebritis," ucap Cora.
"Katanya ia sering berganti asisten karena tidak semua asistennya yang bisa bertahan lama dengannya. Sepertinya dia terlalu banyak tingkah. Rumornya dia itu terlalu bossy, pemarah dan moody-an," kata Violet.
"Tidak apa-apa Violet, aku akan mencobanya. Kamu baik sekali. Terima kasih atas bantuanmu," ucap Cora. Sangat beruntung memiliki Violet menjadi temannya. Untung saja pemilik tubuh yang sekarang ditempatinya punya teman seperti Violet. Sepertinya Violet tulis berteman dengan Cora. Buktinya ia sellau setia menemani Cora saat di rumah sakit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Bzaa
semangat
2025-02-22
0
fifid dwi ariani
trus Sabar
2023-10-26
2
Rika_Faris
kalau aku jd cora, aku akan blokir ATM yg udh diambil isabel biar g bisa digunakan lagi
2023-08-14
2