"Tidak ada yang gratis Nona, kamu punya 2 utang sekarang. Aku akan memintanya saat kita bertemu lagi," ujar pria menyeringai.
"Aku harap kita tidak bertemu lagi," batin Cora kesal. Yang benar saja, ia tidak meminta bantuan pria itu untuk mengantarnya. Bukankah tadi pria itu yang menawarkannya. Pria itu benar-benar licik.
"Umm.. ngomong-omong," tatapan pria itu turun ke bawah. Dan berhenti tetap di bagian dada Cora.
Cora mengikuti arah pandangan pria itu. Sial, pria di depannya ini sangat mesum.
"Aku suka. Tanganku terasa pas di sana," kata pria itu mengedipkan satu matanya.
"Dasar mesum..." kata Cora menutup keras pintu mobil pria itu. Dan pergi dengan kesal. Sampai sekarang ia tidak tahu namanya. Entah mengapa sejak tadi di dalam otaknya tidak terlintas pertanyaan siapa nama pria itu. Itu baik untuknya, karena dia tidak ingin berkenalan dengan pria mesum itu.
"Siapa juga yang mau bertemu dengannya," gumam Cora kesal masuk ke dalam lift.
Setibanya di unit miliknya, Cora menyusun barang-barang yang dibelinya. Tiba-tiba Cora menyadari sesuatu. Gelang ditangannya tidak ada lagi. Gelang mutiara peninggalan ibunya.
"Oh my goodness.. kemana perginya gelang itu," gumam Cora menghentikan kegiatannya.
"Apa gelangnya terjatuh saat aku berlari."
"Tidak.. tidak.. aku masih memakainya saat bersembunyi dengan si mesum itu," batin Cora.
"Oh sial, apa mungkin gelangnya terlepas saat di mobil si mesum itu," ucap Cora berkacak pinggang.
"Kalau ia, mati saja kamu Cora..." ucap Cora dirinya sendiri.
"Aku bahkan tidak tau namanya. Bodoh.. bodoh... kamu bodoh Cora. Seharusnya kamu bertanya tadi."
"Oh mom.. i'm sorry. Jangan marah. Aku akan berusaha mencarinya. Aku janji mom, aku tidak bohong. Jangan meneror ku lewat mimpi mom," kata Cora mengangkat dua jarinya, membuat tanda peace. Cora kembali menyusun barang-barangnya.
*****
Cora merasa terganggu karena mendengar bel pintunya berbunyi. Rasanya enggan sekali turun dari tempat tidurnya. Bahkan membuka matanya saja rasanya sangat sulit. Cora bangun, menurunkan kedua kakinya ke lantai. Dengan mata yang masih terpejam, Cora berusaha mengumpulkan nyawanya. Setelah nyawanya terkumpul, Cora melangkahkan kakinya dengan malas menuju pintunya.
"Ceklek..." pintu terbuka. Langkah kaki Violet terhenti saat mendengar suara pintu yang terbuka. Baru saja ia pergi karena mengira Cora tidak ada di dalam.
"Violet.." ucap Cora menguap. Violet memperhatikan penampilan wanita di depannya. Rambut yang terlihat acak-acakan dan matanya yang masih mengantuk. Jangan lupa dengan tali gaun tidurnya yang terlihat melorot.
"Apa kamu baru bangun?" tanya Violet. Cora mengangguk.
"Aku baru tidur jam 3 pagi karena menyusun semua barang-barang yang ku bawa," kata Cora mengerjapkan matanya. Ia menguap lagi.
"Aku sudah mengabari temanku tentang pekerjaan kemarin. Besok siang kita akan menemuinya," ucap Violet. Cora mengangguk.
"Thanks Violet," balas Cora.
"Ya sudah, aku pergi dulu. Bye.." kata Violet pergi melambaikan tangannya. Hari ini ia masuk siang ke tempat kerjanya. Violet bekerja disalah satu mall sebagai manager toko.
Cora menutup kembali pintunya dan kembali ke tempat tidurnya.
"Sudah jam 10 tapi aku tetap mengantuk.." gumamnya melirik jam weker di atas meja nakas disamping tempat tidurnya.
"Lebih baik aku tidur lagi.." ucapnya menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidurnya dengan asal. Lalu matanya terpejam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Bzaa
semangat cora
2025-02-22
0
🌸 Airyein 🌸
Apa mungkin justru yg ini jodoh elu lagi cor
2024-03-20
0
aniya_kim
Gilaniiiiiii /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2023-11-24
1