"Prok ... prok.. prok.." cora bertepuk tangan menarik perhatian Carlos dan Edith.
"Kalian pikir aku bisa mati dengan mudah? aku tidak akan mati sebelum membalas perbuatan kalian," ucap Cora menatap tajam Edith membuat wanita itu menelan ludahnya.
"Kalian memang pasangan yang cocok. Penghianat bertemu penghianat. Penipu bertemu penipu. Pembunuh bertemu pembunuh. Pencuri bertemu pencuri," ucap Cora menyindir.
"Apa maksudmu? sebelum bertemu denganmu Carlos sudah menjadi kekasihku. Aku tidak mengkhianati siapapun," kata Edith seolah menantang Cora.
"Wow... aku salut dengan keberanian pencuri sepertimu," ujar Cora menarik satu sudut bibirnya meledek wanita di depannya.
"Jadi sejak kapan kalian merencanakan ini semua?" tanya Cora dengan wajah tenangnya memperhatikan kuku tangannya yang panjang. Sepertinya ia perlu mewarnai kukunya agar terlihat semakin cantik.
"Cora.. kamu salah paham. Kami tidak bermaksud___"
"Stttt..." kata Cora mengacungkan jari telunjuknya di depan bibirnya.
"Tidak ada kesalahpahaman di sini," bisik Cora membuat Carlos diam.
"Ya, kami memang ingin membunuhmu. Kami juga mengambil uangmu. Memangnya kenapa?"
"Kamu tidak usah menyembunyikannya sayang. Kamu tidak perlu takut. Wanita lemah seperti dia tidak bisa melawan kita," ucap Edith menentang Cora.
"Oh benarkah.." ucap Cora menyiram Edith dengan minuman yang ada di meja.
"Sialan kamu," ucap Edith marah.
"Cora apa yang kamu lakukan," timpal Carlos tidak terima.
"Kenapa kamu bertanya. Apa kamu tidak lihat. Aku melakukan ini," balas Cora menyiram wajah Carlos. Mereka sekarang menjadi bahan perhatian pengunjung Cafe yang ada di sana.
"Wanita sialan.. apa kamu sudah gila.." pekik Carlos mengepalkan tangannya.
"Bisa dibilang seperti itu. Dan aku akan lebih gila lagi setelah ini," ucap Cora tertawa melihat kedua orang di depannya sudah basah.
"Halo... kemari lah.." panggil Cora. Seorang pelayan lalu datang menghampirinya.
"Aku yang akan membayar pesanan mereka," kata Cora mengambil beberapa lembar uang dari dompetnya lalu memberikannya pada pelayan itu.
"Aku ragu mereka tidak bisa membayarnya," kata Cora menyindir Carlos dan Edith.
"Kamu pikir aku semiskin dirimu," timpal Edith tidak terima.
"Tidak usah mempercayainya. Kau tau, uangku saja bahkan mereka curi," bisik Cora pada pelayan itu. Namun masih bisa di dengar oleh Carlos dan Edith.
"Jaga bicaramu Cora, jangan asal menuduh," ucap Carlos bangkit dari kursinya.
"Wanita sialan," ucap Edith marah. Edith bangkit dari kursinya. Tidak peduli mereka jadi bahan perhatian orang-orang. Edith hampir saja menampar Cora kalau saja tangannya tidak ditahan.
Pengunjung di Cafe melihat ketiga orang yang sedang adu mulut itu terlihat acuh tak acuh. Mereka menebak jika itu adalah pertengkaran antara sepasang kekasih dan selingkuhan. Hal itu sudah biasa terjadi bukan. Bahkan bukan hanya dikalangan anak muda saja. Hal yang sama juga terjadi dikalangan orang tua.
"Uppsss .. jangan terlalu menggebu-gebu sayang. Jangan langsung ke inti. Kita pemanasan dulu, " ucap Cora menghempaskan tangan Edith dengan kuat.
"Kita akan lanjutkan di lain hari. Senang bertemu dengan kalian," ujar Cora melambaikan tangannya lalu pergi menjauh dari mereka.
Carlos dan Edith menatap marah dan kesal Cora yang sudah pergi. Edith lalu pergi menarik tangan Carlos.
"Kenapa wanita itu bisa hidup," ujar Edith mengeringkan wajahnya dengan tissue setelah mereka berada di dalam mobil.
"Aku jug tidak tahu. Kita bahkan sudah memastikannya saat itu sebelum pergi," balas Carlos seolah belum percaya dengan apa yang terjadi. Cora masih hidup dan wanita itu terlihat berubah.
"Darimana ia bisa dapat mobil itu. Apa yang sebenarnya terjadi dengannya," kata Edith terkejut saat melihat Cora pergi dengan membawa mobil sendiri.
"Ini tidak bisa dibiarkan kita harus menyelidikinya," ucap Carlos. Edith lalu mengangguk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
mcm tu jak d balas 🤭🤭🤭
2024-08-09
1
Jarmini Wijayanti
Cora the best👍💯
2024-07-04
0
£rvina
Gue suka gaya lo Cora... 💪
2024-02-07
0