Cora merasa tenggorokannya sakit, dadanya tiba-tiba sesak. Perasaanya tidak nyaman.
"Cora.. ada apa? apa kamu baik-baik saja?" tanya Carlos pada Cora yang baru saja kembali dari kamar mandi.
"Ya, aku baik-baik saja," jawab Cora menyembunyikan rasa sakit di dadanya.
Cora meneguk kembali minumannya. Mungkin saja setelah minum air putih akan pulih.
Cora merasa dadanya semakin sesak, tangan kirinya mencengkram erat dadanya mencoba menghilangkan rasa sesak itu. Keringat di keningnya mulai bercucuran.
"Carlos, dadaku sesak sekali," ucap Cora meringis.
Carlos dan Edith saling bertatapan, senyuman menyeringai tergambar jelas di wajah mereka.
"Carlos.. tolong aku. Dadaku sakit sekali," ucap Cora menatap Carlos. Ia mencoba menahan rasa mualnya. Cora menatap Carlos yang tidak menolong. Pria itu hanya diam ditempat duduknya. Tidak ada rasa khawatir di wajah pria itu. Sebenarnya apa yang terjadi.
"Biarkan saja. Setelah itu kamu tidak akan merasa sakit lagi untuk selamanya. Hanya sebentar saja. Kamu tidak usah khawatir," kata Carlos tertawa bersama Edith.
"Apa yang kamu katakan Carlos...." ucap Cora menahan rasa sakitnya. Cora menatap Carlos dan Edith. Sepertinya ada yang tidak beres.
"Aku ingin mengatakan kalau selama ini aku tidak mencintai mu. Aku hanya mencintai Edith saja," kata Carlos menatap Edith.
"A..apa maksudmu Carlos.." tukas Cora menggeleng-gelengkan kepalanya. Jadi selama ini dia ditipu oleh pria itu. Miris sekali hidupnya.
"Lagipula siapa yang menyukai wanita kolot seperti dirimu. Lihatlah penampilanmu itu. Pria tidak akan tertarik melihatnya," kata Edith mengejek Cora.
"Ka.. kalian berdua__" Cora tidak menyelesaikan perkataannya karena kesadarannya mulai hilang. Setelah itu, Cora tidak tau apa lagi yang terjadi.
*****
Cora perlahan membuka kedua matanya setelah ia sadar dari mimpinya. Hal pertama yang dia lihat adalah langit-langit kamar tempatnya di rawat. Ekor matanya melirik Violet yang duduk di sampingnya dengan kepala tertunduk. Sepertinya Violet sedang tidur.
Cora menghela nafasnya, "jadi jiwaku berpindah ke dalam tubuh wanita ini," batinnya. Ia mengingat kembali mimpinya.
"Sepertinya itu adalah ingatan dari wanita ini," batinnya.
"Tapi tunggu dulu, jadi tentang jiwa yang berpindah itu ada?" gumamnya seolah tidak percaya.
"Lalu bagaimana dengan tubuhku?" batinnya. Sepertinya Cora sudah meninggal setelah kecelakaan itu dan jiwanya berpindah ke tubuh wanita bernama Cora juga.
"Dan pemilik tubuh ini kemungkinan sudah mati," gumamnya. Ia harus memastikannya. Ia harus melihat tubuhnya sendiri. Bisa saja jiwa wanita yang ditempatinya sekarang berpindah juga ke dalam tubuhnya.
Dengan hati-hati Cora bangun dan menyandarkan punggungnya di sandaran brankar.
"Hei.. halo.." panggil Cora.
"Astaga.. aku lupa namanya. Dia bilang siapa tadi?" gumam Cora. Karen tak kunjung bangun, Cora menarik lengan baju Violet hingga membuat wanita itu bangun.
"Cora.. kamu sudah sadar lagi. Dokter bilang kamu sudah pulih," kata Violet senang memeluk Cora.
"Kamu membuatku sesak.." kata Cora tidak berbohong. Violet memeluknya dengan erat.
"Hehehe.. maaf..maaf," ujar Violet cengengesan. Ia kemudian duduk kembali di kursinya.
"Namamu tadi siapa? aku lupa," ujar Cora membuat Violet terkejut. Apa Cora sedang bercanda lagi.
"Cora.. apa kamu bercanda lagi. Doker bilang kamu tidak hilang ingatan," tukas Violet.
"Dengar, aku tidak bercanda. Namaku memang Cora. Tapi aku benar-benar tidak tau namamu. Aku juga tidak mengenalmu," ujar Cora.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
sherly
gile nih Carlos perlu di mutilasi laki modelan kayak gini nih .. dah kerja ngk punya, tukang ngibul, tukang selingkuh, tukang mlorotin..
2024-08-18
0
Kartika Lina
ternyata di racun
2024-05-11
0
fifid dwi ariani
trus Sabar
2023-10-26
0