Cora baru saja mendapatkan SIM nya setelah mengikuti beberapa rangkaian prosedur yang dibutuhkan. Proses pembuatan SIM miliknya selesai dalam satu hari. Cora melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan angka 5. Cora berencana ingin keliling LA, mencoba mobil barunya sebelum ia kembali ke apartemennya.
Cora mengemudi dengan santai sembari mendengarkan musik.
"Aishh.. kenapa musiknya melow begini," gumam Cora kesal saat musiknya berganti. Musik itu mengingatkannya pada kekasih dan temannya yang sudah mengkhianatinya. Ia sudah berjanji pada dirinya, tidak akan menangis karena patah hati. Pria seperti Barnes tidak layak untuk wanita seperti dirinya. Mungkin jika dia tidak kecelakaan dan mati, hingga berpindah jiwa. Dia tidak akan tahu hubungan gelap Barnes dan Isabel. Cora yakin suatu saat nanti dia akan bertemu dengan pria yang baik dan mencintainya.
Tangan kanan Cora bergerak mengganti musik yang lain. Musik berputar. Terdengar lagi Megan Trainor berjudul All About The Bass. Lagu itu berhasil mengembalikan moodnya. Sesekali Cora menggoyangkan badannya mengikuti irama musik dan bernyanyi.
Setengah jam perjalanan, entah sudah berapa kali ia berhenti karena lampu merah. Jalanan terlihat macet di sore hari. Cora memutuskan niatnya untuk berkeliling dengan mobil barunya dan memilih singgah di Cafe yang tidak jauh dari posisinya sekarang. Cora memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Ia lalu turun berjalan menuju Cafe. Setelah memesan dan membayar makanannya Cora memilih duduk di luar saat melihat meja di dalam sudah penuh.
Tak lama kemudian pelayan datang membawa pesanannya.
"Thanks Eliot," ucap Cora tersenyum. Wajah pelayan itu tampak bingung. Apa mereka pernah bertemu sebelumnya?
"Eliot bukan? disini tertulis Eliot," kata Cora menunjuk name tag Eliot.
"Ah iya, anda benar Nona. Itu nama saya," ucap Eliot. Ia lupa, semua pegawai di Cafe tempatnya memakai mame tag. Maklumlah, ia belum terbiasa karena pegawai baru. Eliot baru bekerja 3 hari yang lalu di Cafe tersebut.
"Apa anda butuh sesuatu lagi?"
"Tidak, thanks Eliot," ujar Cora. Pria muda itu lalu mengangguk dan pergi.
Baru saja ia menghabiskan setengah makanannya, matanya sudah dibuat sakit karena melihat sepasang kekasih yang baru saja datang ke Cafe. Siapa lagi kalau bukan Carlos dan Edith. Sepasang kekasih itu terlihat bahagia.
"Merusak pemandangan saja," gumamnya.
Cora mengingat kembali apa yang sudah Carlos dan Edith lakukan pada wanita yang sekarang jiwanya tempati. Ia mengepalkan kedua tangannya. Ia harus membalas apa yang sudah mereka lakukan pada Cora.
Cora meneguk minumannya sebelum ia menjalankan aksinya.
"Sayang sekali, padahal aku sudah membayarnya," kata Cora menatap makanan yang ada di piringnya yang masih tersisa.
"Baiklah, kita habiskan saja dulu," gumam Cora. Ia akan merasa rugi kalau makanan yang dibelinya tersisa. Uangnya sudah keluar untuk membelinya.
Cora menarik sudut bibirnya, berjalan mendekati meja sepasang kekasih itu.
"Hai.. " kata Cora duduk di kursi, melipat kedua tangannya di dada.
Carlos dan Edith terkejut melihat kehadiran Cora di depan mereka. Namun ada berbeda dari Cora, penampilan wanita itu berubah total.
"Ka...kamu.. bu.. bukankah kamu su..su___"
"Sudah mati?" kata Cora mengangkat satu alisnya.
Edit menatap Carlos, keduanya terlihat kebingungan. Bukankah saat itu Cora sudah tak bernyawa lagi saat mereka meninggalkannya. Setelah kejadian dimana mereka meracuni Cora, Edith dan Carlos tidak peduli lagi dengan Cora. Yang mereka tau, Cora sudah mati saat itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Bzaa
saatnya balas dendam
2025-02-22
0
Katherina Ajawaila
next thour
2023-11-05
0
fifid dwi ariani
trus sukses
2023-10-26
0