"Berikan ponselmu padaku!" ucap Cora. Violet lalu memberikan ponselnya pada Cora. Cora mencaritahu berita tentang kecelakaannya dari media. Cora dihadapkan dengan kenyataan pahit. Ternyata nyawanya tidak terselamatkan setelah kematian itu. Cora mati ditempat.
Violet menatap Cora dengan raut wajahnya yang penuh tanya. Ada apa dengan Cora. Kenapa sekarang wanita itu menangis setelah melihat ponselnya. Apa yang sebenarnya terjadi.
"A..aku sudah mati," gumam Cora.
"Ya ampun Cora, apa yang kamu katakan. Kamu masih hidup. Kamu hidup. Lihat.. lihat ini. Semua nyata," ucap Violet menggenggam tangan Cora. Cora menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kamu mungkin tidak percaya kalau aku mengatakan jiwaku berpindah ke tubuh temanmu ini," kata Cora membuat Violet membulatkan kedua matanya.
"Yang benar saja.. memangnya siapa yang percaya begituan," balas Violet.
"Maka dari itu aku mengatakan kamu mungkin tidak percaya. Tapi aku tidak berbohong. Jiwaku berpindah ke dalam tubuh temanmu ini," kata Cora menghapus air matanya.
"Cora.. sudahlah jangan membahasnya. Aku tau kamu bercanda. Kita akhiri saja candaan ini," kata Violet.
Cora menghela nafasnya, " jadi namamu siapa?" tanya Cora.
"Astaga Cora.. aku Violet. Kamu masih bertanya lagi? kamu benar-benar ya.. dokter sudah bilang kalau kamu tidak lupa ingatan," jawab Violet kesal.
"Senang bertemu dengan mu Violet, aku Cora. Kebetulan namaku dengan pemilik tubuh ini sama," ucap Cora membuat Violet tertegun.
"Ngomong-omong kamu yang membawaku kesini?" tanya Cora. Violet mengangguk.
"Bisakah kamu mengantarku pulang. Aku bosan di sini," ujar Cora.
"Setelah dokter mengijinkannya," ujar Violet. Ia diam sejak tampak berpikir bagaimana caranya mengatakan yang sebenarnya pada Cora.
"Ada apa?" tanya Cora.
"Sebenarnya apartemen mu hampir disita. Tadi pagi aku bertemu dengan pemiliknya datang untuk menagih biaya sewa yang menunggak. Kamu tidak membayarnya selama 3 bulan. Tapi tenang saja. Aku sudah membayarnya," kata Violet.
"Setelah aku menolong mu malam itu, aku melihat apartemen mu berantakan. Sebenarnya apa yang terjadi. Aku juga menghubungi Carlos beberapa kali tapi tidak ada jawaban hingga sekarang," tukas Violet.
"Apa kamu tahu, kekasih pemilik tubuh ini yang membunuhnya. Menaruh racun di dalam minumannya. Aku rasa perihal tagihan itu, pria itu yang tidak membayar biaya sewa unit milik Cora."
"Kan.. mulai lagi deh. Tadi udah serius, sekarang bercanda lagi," tukas Violet malas.
"Sejak tadi aku serius. Kamu saja yang menganggapnya bercanda. Sudah kubilang aku bukan Cora temanmu. Kamu saja yang tidak percaya," balas Cora.
Seperkian detik kemudian pintu ruangan Cora terbuka.
"Cora, kamu sudah sadar.." ucap seorang wanita paruh baya masuk ke dalam ruangan Cora, diikuti dengan seorang wanita muda dan pria paruh baya.
"Siapa mereka?" tanya Cora pelan. Violet mengerutkan kedua alisnya. Sebenarnya apa yang terjadi dengan temannya itu. Tidak mungkin ia bercanda lagi kan. Tapi wajah Cora menunjukkan jika ia tidak mengenal Bibinya yang datang. Apa mungkin yang dikatakannya benar, jiwanya masuk ke dalam tubuh Cora.
"Mereka Bibimu," jawab Violet.
"Kamu serius?" tanya Cora. Violet mengangguk.
"Kenapa kamu bodoh sekali Cora. Melakukan percobaan bunuh diri," tukas Lynda.
"Maafkan aku bibi," jawab Cora. Ia tidak mungkin mengatakan jika dia bukan lagi Cora keponakan mereka. Memangnya siapa yang akan percaya. Leboh baik ia mengikuti alurnya saja.
"Violet, apa dokter sudah memberitahu kapan Cora bisa dibawa pulang?" tanya Lynda. Violet menggeleng.
"Ck.. Aku akan membayar biaya inapnya lagi. Anak ini hanya tau menyusahkan saja sejak dulu," ujar Lynda. Cora terkejut mendengarkan perkataan Bibinya. Bagaimana bisa Bibinya sendiri berkata seperti itu pada keponakannya.
"Lynda... jaga bicaramu. Harusnya kamu tidak bicara seperti itu," ujar Brandon suami Lynda.
"Daddy apa-apaan sih. Mommy memang benar. Tidak perlu membelanya," kata Flora anak Lyda dan Brandon ketus.
"Bagaimana keadaan mu sayang..." ucap Brandon mengusap kepala Cora.
"Aku baik-baik saja Paman," jawab Cora.
"Syukurlah.. Paman lega mendengarnya," kata Brandon. Violet menatap keluarga Lynda dengan malas. Apalagi wanita yang bernama Flora itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Alanna Th
kalo d dunia nyata ada, aq mau br'transmigrasi' k dlm tbh org kaya yg baik n cerdas. tdk spt aq yg serba minim 🤫😂🤣😘💖👍
2023-11-21
4
Clara Safitri
wah kayaknya seru ini ceritanya .lanjut thor..paling suka cerita yang pindah jiwa..kira2 didunia nyata ada benar gak ia..atau hanya dalam novel aja🤭
2023-11-01
1
fifid dwi ariani
bersemangat
2023-10-26
0