Cora menghela nafas lega. Akhirnya kedua pria itu pergi. Tak sengaja tatapan Cora tertuju ke bawah. Kedua matanya membulat saat menyadari sesuatu. Satu tangan pria itu tampak memeluknya dari belakang, dan apa kalian tahu. Telapak tangan besar pria itu sedang menempel di dadanya. Cora tidak merasakannya lagi karena ketakutan yang dialaminya. Sepertinya pria di belakangnya ini sedang memanfaatkan situasi.
"Das__" pria itu membekap mulut Cora.
"Mereka belum jauh, apa kamu ingin mereka kembali lagi," bisik pria itu membuat Cora menggelengkan kepalanya.
"Lepaskan tanganmu," ucap Cora berbisik. Pria itu mengerutkan alisnya. Bukankah ia sudah melepaskan tangannya dari mulut wanita itu.
"Sial.. dasar mesum," gumam Cora sebal menjauhkan tangan pria itu dari dadanya karena pria dibelakangnya itu tidak menggubris kata-katanya.
"Ah maaf, aku tidak sengaja nona," kata pria itu dengan santainya. Pria itu lalu berdiri merapikan penampilannya.
Cora menatap kesal wajah pria itu. Tunggu dulu, kenapa pria didepannya ini tampan sekali. Cora bahkan lupa mengedipkan matanya.
"Aku memang tampan Nona, terima kasih sudah memuji ku," ucap pria itu membuat Cora terkejut.
"Dasar narsis, memangnya siapa yang bilang dia tampan," gumam Cora berdiri. Cora meringis merasakan bokongnya yang sakit karena ulah pria di depannya itu.
"Lain kali berhati-hatilah," ucap pria itu datar.
"Terima kasih atas bantuannya tuan," kata Cora.
"Tidak ada yang gratis Nona," ucap pria itu menarik satu sudut bibirnya.
"Apa anda menginginkan uang? jujur saya tidak punya banyak uang tuan," kata Cora mengambil dompetnya dari dalam tasnya.
"Aku tidak butuh uangmu Nona," ucap pria itu. Yang benar saja, wanita itu ingin memberinya uang. Dia tidak kekurangan uang.
"Lain kali aku akan meminta imbalannya," kata pria itu.
"Ayo.. aku tidak ingin pemilik rumah ini melihat kita dan mengira kita pencuri," ucap pria itu mengajak Cora pergi.
"Apa kamu mau," ucap Cora menawarkan minuman kaleng ditangannya pada pria di sampingnya. Keduanya sedang berjalan keluar dari gang itu.
"Thanks," balas pria itu mengambil minuman kaleng dari tangan Cora.
"Tidak ada yang gratis tuan," ucap Cora.
"Uhukkk," pria itu tersedak mendengar perkataan Cora.
"Aku hanya bercanda tuan," ujar Cora tertawa lalu berjalan mendahului pria itu menuju jalan besar.
"Terima kasih atas bantuannya tuan," kata Cora melambaikan tangannya lalu pergi.
Sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan Cora. Kaca mobil itu terbuka menampilkan sosok pria yang duduk di kursi pengemudi.
"Naiklah, aku akan mengantarmu," ucap pria itu. Pria yang sudah menolongnya. Cora tampak ragu. Ia baru saja akan memesan taxi, lalu pria itu tiba-tiba muncul di depannya.
"Apa kamu tidak takut? bagaimana jika mereka masih berada disekitaran tempat ini," ucap pria itu. Cora berpikir sejenak sebelum ia memutuskan untuk masuk ke dalam mobil pria itu.
"Aku bukan supir mu," ucap pria itu kesal saat Cora duduk di kursi belakang.
"Turun dan duduk di depan!" perintah pria itu. Cora akhirnya turun dan duduk di depan.
Selama perjalanan, Cora dan pria itu hanya diam saja, mereka hanya berbicara saat pria itu menanyakan alamat Cora. Setibanya di depan gedung apartemen Cora, mobil yang ia naiki lalu berhenti.
Cora membuka pintu mobil dan mengambil barang belanjaannya.
"Terima kasih tuan," ucap Cora.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Bzaa
semangat tor
2025-02-22
0
3sna
lha bukannya td ngelewatin gang rumahnya brrti gk jauh dong
2024-11-15
0
🌸 Airyein 🌸
Sempat2nya elu cor mengagumi 🤣
2024-03-20
0