Cora pulang bersama keluarga Bibinya. Mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah. Sebelum pulang Cora meminjam satu ponsel milik Violet dan berjanji akan mengembalikannya. Lynda merupakan sepupu jauh dari ibu Cora. Karena kedua orang tua Cora meninggal saat mereka masih kecil. Ibu Cora menitipkan kedua putrinya pada Lynda. Awalnya Lynda bersikap baik pada mereka. Lama-kelamaan Lynda menunjukkan sifat aslinya. Cora dan adiknya dijadikan budak di rumah mereka. Cora tidak bisa melawan karena mereka sudah berjasa menghidupi dan menyekolahkan Cora hingga SMA. Setelah Cora lulus SMA dan mendapat pekerjaan, ia membawa adiknya tinggal di apartemen kecil. Setidaknya mereka tidak bersama keluarga Bibinya lagi. Pekerjaan Bibi dan Pamannya cukup bagus. Lynda merupakan kepala sekolah di salah satu Sekolah Dasar dan Brandon merupakan manager di perusahaan.
Tatapan Cora tak sengaja bertemu dengan Brandon dari kaca spion tengah mobil. Cora mengerutkan keningnya saat melihat tatapan menjijikkan dari Brandon. Tatapan lekat pria tua itu seperti menggodanya.
"Sial, ada yang tidak beres dengan pria tua ini," batin Cora mengalihkan pandangannya.
"Pantas saja Violet melarang ku dekat dengan pria tua ini," batin Cora. Ia mencoba mengingat-ingat seperti apa sifat keluarga Bibinya, namun ingatan itu tidak muncul-muncul. Tapi setidaknya Cora sudah tau gambaran keluarga Bibinya. Cora teringat dengan kehidupannya, apa saja yang sudah ia lewati di kota tempat tinggalnya selama dia berada di sini. Cora sedih membayangkan Barnes kekasihnya. Pria itu pasti sangat terpuruk setelah kehilangan dirinya.
Setelah perjalanan setengah jam lebih, mereka akhirnya sampai di rumah. Sekarang Cora tahu jika dia sedang berada di LA. Jarak yang cukup jauh dari kota tempatnya tinggal dulu. Malam ini dia akan merencanakan apa yang akan dia lakukan kedepannya dengan setelah menjadi Cora yang baru.
Apakah dia akan kembali ke kota tempatnya tinggal atau menetap di sini. Tapi jika ia menetap di LA, dia tidak bisa bersama kekasihnya.
Cora masuk ke dalam rumah dan meminta Flora menunjukkan kamarnya. Ia ingin istirahat sebentar.
"Ku sarankan jangan terlalu lama di sini. Kalau bukan daddy yang memintamu untuk tinggal di sini, aku dan mommy tidak akan mau menampung mu," ujar Flora ketus. Rasanya Cora ingin menampar mulut tajam wanita di depannya itu. Kali ini dia tidak ingin berdebat. Ia ingin istirahat.
"Aku mengerti. Pergilah, aku ingin istirahat," kata Cora menutup pintu kamar dengan kasar.
"Berani sekali dia," gumam Flora marah. Ia lalu pergi dengan wajah kesalnya.
Cora berjalan mendekati tempat tidurnya, tak sengaja ia melihat pantulan tubuhnya dari kaca meja rias yang di lewatinya. Cora berjalan mendekati kaca itu. Ia belum melihat keseluruhan penampilan dari wanita yang sekarang ditempatinya.
"Penampilan wanita ini benar-benar polos sekali. Apa dia tidak pernah mengurus dirinya," kata Cora melihat pantulan wajahnya di cermin. Bahkan pakaian yang ia kenakan terlihat jadul sekali.
"Sebenarnya wanita ini cantik. Bahkan lebih cantik dari diriku. Tapi dia tidak memperhatikan penampilannya," kata Cora menyentuh wajahnya.
"Dia juga sangat polos hingga tidak sadar kalau kekasihnya hanya memanfaatkannya saja. Kasihan sekali," gumam Cora menatap iba pantulan wajahnya di kaca.
Cora melangkahkan kakinya menuju tempat tidurnya, ia lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur untuk istirahat sejenak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Bzaa
ati2 sama pamannya
2025-02-22
0
fifid dwi ariani
trus berkarya
2023-10-26
0
𝕗 𝕚 𝕚
suka ceritanya
2023-09-19
0