Cora duduk termenung di atas sofa kecilnya. Nafsu makannya berkurang sejak kematian adiknya. Makanan di piringnya bahkan belum habis setengahnya. Ponselnya tiba-tiba berdering membuyarkan lamunannya.
Cora melirik layar ponselnya. Carlos menghubunginya. Cora lalu mengangkat panggilan dari Carlos.
"Halo.." ucap Cora.
"Sayang, maaf mengganggumu. Bisakah kamu mengirimkan uangmu lagi. Sepertinya aku kekurangan uang. Maaf jika aku sering meminjam uangmu. Aku janji akan menggantinya," kata Carlos.
"Baiklah, aku akan mengirimkannya," kata Cora.
"Terima kasih sayang. Aku tutup panggilannya dulu," tukas Carlos mengakhiri panggilannya. Tanpa berpikir lama, Cora mengirimkan uangnya melalui aplikasi bank digital miliknya.
******
Cora pulang dari tempat kerjanya jam 10 malam. Cora merupakan seorang waitress di sebuah cafe yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Ia menaruh tasnya di atas sofa. Lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah menyelesaikan ritual mandinya, Cora keluar dari kamar mandi. Ia terkejut saat melihat Carlos ada di sana. Pria itu sedang duduk di sofa bersama seorang wanita yang tidak dikenalnya.
"Sayang.. aku mengetuk pintu dan kamu tidak mendengarnya. Aku juga sudah menghubungimu, kamu tidak mengangkatnya. Aku memutuskan untuk masuk dan ternyata kamu sedang mandi," ucap Carlos. Cora mengangguk. Ia kemudian melirik wanita yang dibawa Carlos ke apartemennya. Seolah mengerti dengan lirikan Cora, Carlos lalu mengenalkan wanita itu pada Cora.
"Ah iya, kenalkan ini Edith, dia salah satu rekan kerjaku dulu," kata Carlos mengenalkan Edith padanya.
"Edith, ini Cora. Dia kekasihku."
"Hai.. aku Edith. Senang berkenalan denganmu," kata Edith mengulurkan tangannya.
"Cora. Senang bertemu denganmu juga Edith.." balas Cora tersenyum menjabat tangan Edith.
"Sayang, maaf tidak mengabari mu kalau aku membawa Edith ke sini," ucap Carlos.
"Bibinya mengusir Edith dari rumah hanya karena Edith tidak bisa memberinya uang yang banyak. Selama ini Edith dijadikan ladang uang oleh Bibinya yang pengangguran dan suka berjudi. Semua biaya keluarga, Edith yang menanggung. Bahkan Edith beberapa kali mendapat kekerasan fisik dari bibinya," ujar Carlos. Cora terkejut mendengar penjelasan Carlos. Cora menatap iba Edith. Cora merasa kasihan dengan Edith.
"Bibimu kejam sekali Edith. Aku sedih mendengar kamu diperlakukan seperti itu ," ujar Cora mendekati Edith, ia lalu mengusap lengan Edith memberinya. Edith menatap Cora dengan senyuman tegar di wajahnya.
"Edith tidak punya apa-apa lagi. Bibinya mengusirnya secara paksa. Bahkan tidak bisa membawa apapun dari rumah," ucap Carlos.
"Sayang bisakah kamu membantunya. Apa Edith bisa menginap di tempatmu untuk beberapa hari ini?" tanya Carlos. Cora lalu mengangguk.
"Tenang saja, kamu boleh tinggal di sini Edith," ucap Cora.
"Terima kasih Cora. Kamu baik sekali. Maaf karena merepotkan mu," tukas Edith. Cora lalu mengangguk.
"Aku hampir lupa, tunggu sebentar aku akan membuat minuman untuk kita," kata Cora berjalan menuju dapur kecilnya.
"Tunggu, aku akan membantu mu," tukas Edith bangkit dari sofa mendekati Cora.
"Edith tidak perlu. Kamu duduk saja. Kamu itu tamuku," balas Cora.
"Tidak apa-apa Cora. Biarkan aku membantumu. Aku tidak enak hati jika duduk saja," ucap Edith.
"Baiklah kalau begitu," kata Cora.
Setelah minuman yang mereka buat siap, Edith membawanya menuju sofa.
"Aku membeli makanan kesukaanmu sayang.." ucap Carlos membuka kotak makanan berisi Taco. Mata Cora terlihat berbinar saat melihat makanan kesukaannya tepat di depannya.
"Carlos terima kasih. Ayo kita makan.." ajak Cora tidak sabar mencicipinya. Ketiganya lalu menikmati makanan bersama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
aniya_kim
Hhm ini Cora yg minum racun yaa ..
namanya sama jadi agak bingung diawal bab sebelum ini
2023-11-23
1
Alanna Th
carlos selingkuh dg edith, mungkin?
2023-11-21
0
nur lee
sepertinya ini flashback dulu sebelum cora minum racun . dan nyawa yh tertukar
2023-11-16
1