Cora bersenandung ria di dalam mobilnya setelah memberi sedikit pelajaran pada Carlos dan Edith. Cora menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi pengemudi mobil miliknya sembari menunggu lampu merah berganti hijau. Cora melanjutkan perjalanannya setelah lampu hijau menyala.
"Lampu merah lagi," ujar Cora menghela nafasnya saat beberapa menit kemudian ia harus berhenti karena lampu merah. Cora mengamati sisi kiri dan kanannya untuk menghilangkan rasa bosannya.
"Tunggu dulu, aku seperti mengenali mobil itu," gumam Cora saat pandangannya bertemu dengan satu mobil mewah yang tak asing baginya. Cora membuka kaca mobilnya, melihat dengan jelas mobil di sampingnya.
Perlahan kaca mobil itu terbuka, menampilkan seorang pria yang duduk di kursi penumpang dengan wajah datar dan kacamata hitam bartender manis di hidung mancungnya.
"Oh sial, kenapa pria itu tampan sekali," gumam Cora memuja ketampanan pria itu. Bahkan iya hanya melihat dari samping saja. Bagaimana jika melihat langsung dari depan.
Cora terbelalak saat pria itu menatap ke arahnya. Sial, apa dia sedang tertangkap basah sekarang. Tapi Cora akui, pria itu memang tampan. Pria itu membuka kacamata hitamnya. Seketika tatapan matanya bertemu dengan Cora.
"Oh holy moly. Dia si mesum," ucap Cora sadar. Pantas saja ia tidak asing dengan mobil itu.
Baru saja tiga hari, ia sudah bertemu lagi dengan pria itu.
Cora membulatkan matanya saat pria itu mengedipkan satu matanya dengan senyum menyeringainya.
"Oh lihatlah wajahnya itu.." gumam Cora kesal memutar kedua bola matanya. Pria itu sedang menahan tawanya melihat tingkah lucu wanita itu. Rasanya menyenangkan sekali mengerjainya.
"Tin.. tin .tin.." bunyi klakson dibelakangnya membuatnya terkesiap. Ternyata lampu sudah berganti.
Cora memeletkan lidahnya pada pria itu sebelum akhirnya menginjak pedal gas mobilnya.
Pria itu terkekeh melihat tingkah lucu wanita yang ditolongnya tiga hari yang lalu. Tak disangka mereka bertemu lagi.
"Seperti anak kecil saja.." batin pria itu tersenyum menggeleng-gelengkan kepalanya.
Supir yang melihat tuannya tidak marah, malah tersenyum saat seorang wanita itu menjulurkan lidah padanya dibuat terkejut. Ada apa dengan atasannya itu.
Cora tiba di gedung apartemennya dan memarkirkan mobilnya di basement apartemen.
"Kenapa aku bodoh sekali," rutuk Cora pada dirinya sendiri.
"Harusnya aku mengikutinya tadi. Aku harus memastikan apakah gelang peninggalan mom tinggal di mobilnya malam itu," gumam Cora keluar dari dalam mobilnya.
"Tin," bunyi klakson mengagetkan Cora.
Cora menoleh, ternyata itu mobil Violet.
Violet lalu memarkirkan mobilnya tepat disamping mobil hitam milik Cora.
"Kamu beli mobil baru?" tanya Violet setelah keluar dari mobilnya. Cora lalu mengangguk.
"Besok aku akan mulai bekerja," ujar Cora. Setelah menemui Elizya teman Violet yang menawarkan pekerjaan padanya, ia langsung diterima hari itu juga. Meskipun Elizya terlihat ragu dengan Cora yang tidak memiliki pengalaman menjadi asisten. Namun karena Violet meyakinkan temannya itu, pada akhirnya Cora diterima.
"Aku hampir lupa," balas Violet. Keduanya lalu berjalan menuju lobby.
******
Pagi hari yang cerah di musim panas, Cora bangun lebih awal. Ia sudah menyetel alarmnya tadi malam agar dia tidak terlambat. Setelah sarapan dan menyelesaikan ritual mandinya, Cora lalu bersiap-siap untuk pergi bekerja di hari pertamanya.
Dengan handuk yang masih terlilit ditubuhnya, Cora sedang memilih pakaian yang akan dikenakannya hari ini. Cora akan memakai celana jeans yang dipadukan dengan blazer hitam. Soal pakaiannya tidak ditentukan. Cora bebas memakai pakaian seperti apa, dengan catatan tidak terlalu mencolok dari atasannya. Rambut hitam panjangnya akan dibiarkan tergerai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
mrsdohkyungsoo
sejauh ini seruu😁
2024-04-02
1
dita18
jodoh nya Cora nih kyk nya 😅😅
2023-11-03
0
fifid dwi ariani
trus Ceria
2023-10-26
0